BOYOLALI, MENARA62.COM — Sebanyak 48 orang tua dan keluarga anak dengan Down Syndrome mendapatkan edukasi penggunaan UCBL Orthosis untuk membantu anak berjalan lebih nyaman dan aman. Edukasi tersebut digelar melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Klinik Intan Fisioterapi Anak (IFA), Boyolali, Senin (10/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Edukasi UCBL Orthosis pada Anak Down Syndrome” tersebut membekali keluarga dengan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai penggunaan, pemasangan, pemeriksaan, hingga perawatan alat bantu kaki.
Kegiatan sebelumnya diawali koordinasi tim pengabdian dengan pihak Klinik IFA pada Kamis (16/7/2026). Koordinasi dilakukan untuk menyiapkan teknis kegiatan, materi edukasi, media informasi, serta metode pendampingan bagi peserta.
Edukasi kemudian dilaksanakan secara interaktif melalui penyuluhan, pembagian leaflet, pemasangan media informasi, serta demonstrasi langsung penggunaan dan perawatan UCBL Orthosis.
Agar proses pembelajaran lebih efektif, peserta dibagi dalam kelompok kecil. Setiap kelompok berisi sekitar 10 peserta dan mendapatkan pendampingan dari tim edukator. Rangkaian edukasi berlangsung selama dua pekan untuk memastikan materi dapat dipahami dan diterapkan keluarga.
Kenali Masalah Kaki Anak Down Syndrome
Tim edukator menjelaskan bahwa anak dengan Down Syndrome memiliki sejumlah karakteristik fisik yang dapat memengaruhi kemampuan berdiri dan berjalan. Kondisi yang sering ditemukan antara lain tonus otot rendah, ligamen lebih lentur, kaki datar, posisi tumit valgus, serta keseimbangan yang kurang stabil.
Kondisi tersebut dapat membuat anak berjalan lebih lambat, mudah lelah, dan berisiko mengalami perubahan posisi atau deformitas kaki apabila tidak mendapatkan perhatian yang tepat.
Karena itu, keluarga perlu memahami bahwa penggunaan orthosis tidak sekadar memasang alat pada kaki anak. Penggunaan membutuhkan proses adaptasi bertahap, pemasangan yang tepat, pemantauan kondisi kulit, serta evaluasi secara berkala.
Orang Tua Praktik Memasang UCBL Orthosis
Dalam kegiatan tersebut, orang tua mendapatkan demonstrasi pemasangan UCBL Orthosis secara langsung. Proses dimulai dengan memastikan kaki anak bersih dan kering, menggunakan kaus kaki yang nyaman, memasukkan kaki ke dalam orthosis, memastikan posisi tumit tepat, kemudian mengatur strap secukupnya.
Orang tua juga diberikan pemahaman mengenai pemilihan sepatu yang sesuai agar penggunaan orthosis tetap nyaman.
UCBL Orthosis merupakan alat bantu kaki yang dirancang untuk membantu mengontrol posisi kaki. Alat tersebut memberikan dukungan pada lengkung kaki bagian dalam, posisi tumit, serta stabilitas kaki ketika anak berdiri dan berjalan.
Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah bagian utama orthosis, seperti heel cup, medial arch support, lateral border, serta bagian dasar orthosis yang mendukung posisi dan kestabilan kaki.
Adaptasi Dilakukan Bertahap
Tim pengabdian menekankan bahwa anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan penggunaan UCBL Orthosis. Pada tahap awal, penggunaan dapat dilakukan sekitar 1–2 jam pada hari pertama hingga ketiga, kemudian durasi ditingkatkan secara bertahap sesuai toleransi anak dan arahan tenaga profesional.
Orang tua juga dibekali kemampuan mengenali tanda-tanda yang membutuhkan evaluasi, seperti munculnya luka atau lecet, nyeri, anak menolak menggunakan orthosis, maupun perubahan cara berjalan.
Jika kondisi tersebut muncul, keluarga dianjurkan berkonsultasi dengan ortotis, dokter, atau terapis untuk mendapatkan evaluasi yang sesuai.
Selain penggunaan, peserta mendapatkan edukasi mengenai perawatan alat. Orang tua diajarkan membersihkan orthosis menggunakan kain lembap, tidak merendamnya dalam air, mengeringkannya pada suhu ruang, memeriksa kondisi strap, serta menyimpannya di tempat yang kering.
Edukasi Bisa Diakses dari Rumah
Untuk menjaga keberlanjutan pendampingan, tim pengabdian memberikan leaflet yang memuat informasi mengenai permasalahan kaki pada anak dengan Down Syndrome, manfaat UCBL Orthosis, tahap adaptasi, pemasangan, pemeriksaan, hingga perawatan alat.
Peserta juga memperoleh akses video edukasi melalui QR Code. Video tersebut berisi demonstrasi penggunaan, pemasangan, pemeriksaan, dan perawatan UCBL Orthosis sehingga keluarga dapat mempelajarinya kembali di rumah.
Tim pengabdian berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan orang tua dalam mendampingi anak dengan Down Syndrome.
Penggunaan UCBL Orthosis secara tepat diharapkan membantu mempertahankan posisi kaki yang lebih baik, meningkatkan stabilitas berdiri, mendukung efisiensi pola berjalan, serta menunjang perkembangan motorik anak.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara tenaga profesional dan keluarga untuk mendukung anak dengan Down Syndrome agar dapat bergerak lebih nyaman, aman, dan percaya diri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh M. Syafi’i, SST.OP., M.Kes. dan Syarifah, SST., MKM. (*)


