SOLO, MENARA62.COM — Ketapel yang dahulu menjadi permainan sehari-hari anak-anak dan masyarakat kini kembali dihidupkan di Kecamatan Pasarkliwon, Surakarta. Sebanyak 30 warga dijadwalkan mengikuti lomba ketapel dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Kompetisi tersebut digelar di halaman Kantor Kecamatan Pasarkliwon, Jalan Kapten Mulyadi Nomor 258, Surakarta, bekerja sama dengan Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel (Forspek).
Camat Pasarkliwon Ari Wibowo mengatakan lomba ketapel tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat.
“Ketapel merupakan aktivitas keseharian orang zaman dulu yang kini sudah langka dan jarang digunakan. Kami coba mengangkat kembali ketapel melalui lomba dan ini merupakan upaya melestarikan warisan budaya bangsa,” ujar Ari.
Menurutnya, ketapel kini telah berkembang dari permainan tradisional menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam berbagai kompetisi olahraga masyarakat. Karena itu, pengenalan olahraga ketapel di tingkat masyarakat dinilai penting untuk membuka peluang munculnya atlet berprestasi.
Ari berharap lomba tersebut menjadi awal terbentuknya klub atau wadah pecinta ketapel di Kecamatan Pasarkliwon.
“Dengan adanya wadah, sosialisasi olahraga ketapel di masyarakat bisa semakin luas. Harapannya, kemungkinan untuk berprestasi juga semakin besar,” katanya.
Peserta Dibagi dalam Regu Campuran
Koordinator Panitia Lomba Ketapel, Muhammad Nasrullah, mengatakan pihaknya telah menggelar satu kali latihan bersama sebagai persiapan peserta. Panitia juga telah melaksanakan technical meeting untuk menjelaskan ketentuan pertandingan.
Peserta merupakan perwakilan dari kelurahan se-Kecamatan Pasarkliwon. Mereka bertanding dalam nomor beregu yang terdiri atas tiga orang dengan komposisi campuran putra dan putri.
Dalam pertandingan, setiap peserta mendapat kesempatan menembakkan 10 peluru ke sasaran berupa botol plastik yang ditempatkan pada jarak 10 meter.
Peserta diperbolehkan membawa ketapel sendiri. Namun, panitia juga menyiapkan ketapel bagi peserta yang tidak membawa perlengkapan atau mengalami kendala dengan ketapelnya.
Sementara peluru disediakan oleh panitia untuk memastikan pertandingan berlangsung dengan perlengkapan yang seragam.
Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah sasaran yang berhasil dirobohkan secara kumulatif oleh setiap regu.
Didorong Jadi Olahraga Masyarakat
Perwakilan Forspek dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Wahyu, menyambut positif keterlibatan Kecamatan Pasarkliwon dalam mengembangkan olahraga ketapel.
Ia mengaku selama ini tengah merintis arena ketapel di salah satu wilayah Kecamatan Pasarkliwon. Namun, pengembangan olahraga tersebut menghadapi kendala berupa minimnya peminat dan sulitnya merekrut masyarakat untuk ikut berlatih.
“Dengan lomba ketapel yang didukung kecamatan, kami optimistis olahraga ini akan lebih mudah disosialisasikan dan diminati masyarakat, khususnya di Kecamatan Pasarkliwon,” ujar Wahyu.
Menurutnya, dukungan pemerintah kecamatan dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan ketapel secara lebih luas sekaligus mengubah pandangan masyarakat bahwa permainan tradisional juga dapat dikembangkan menjadi aktivitas olahraga.
Lomba ketapel tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan memeriahkan HUT ke-81 RI. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbentuknya komunitas pecinta ketapel di Pasarkliwon, memperluas pembinaan, serta membuka peluang lahirnya atlet olahraga ketapel dari tingkat kecamatan. (*)

