SOLO, MENARA62.COM — Kontribusi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id dalam mendukung pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB), Malaysia, mendapat apresiasi positif. Sekolah menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu proses pendidikan, tetapi juga memperkuat wawasan kebangsaan siswa.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam focus group discussion (FGD) evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional (PkM-KI) yang digelar secara daring, Kamis (6/8/2026).
Program tersebut melibatkan lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan merupakan bagian dari program PkM-KI yang diselenggarakan Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi dan Sentra KI (DRPPS) UMS sebagai pemberi dana.
Ketua tim pengabdian sekaligus dosen pembimbing, Agam Akhmad Syaukani, M.Ed., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada SIJB yang telah menerima sekaligus mendampingi mahasiswa selama program berlangsung.
“Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembelajaran di SIJB, tetapi juga untuk memperkuat wawasan kebangsaan para siswa,” kata Agam, Rabu (12/8/2026).
Mahasiswa UMS Terlibat Pembelajaran dan Pramuka
Kepala SIJB, Erry Kananga, mengatakan keterlibatan mahasiswa UMS mendapat respons positif dari guru maupun siswa.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membantu kegiatan pembelajaran kurikuler, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas ekstrakurikuler, termasuk kegiatan Pramuka.
Erry menilai keberadaan mahasiswa memberikan manfaat bagi sekolah. Karena itu, ia berharap program pengabdian internasional tersebut dapat dilanjutkan dengan cakupan yang lebih luas.
“Pada pelaksanaan berikutnya, kegiatan dapat melibatkan sanggar-sanggar belajar di sekitar Johor Bahru serta sekolah lokal di Malaysia. Sekolah merasa terbantu dengan kehadiran tim pengabdian,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan guru SIJB sekaligus pembina Pramuka, Mohamad Alwi Lutfi. Ia menilai mahasiswa UMS mampu mengoordinasikan kegiatan Pramuka dengan baik.
Lebih dari sekadar membantu pelaksanaan kegiatan, mahasiswa juga dinilai berhasil menyisipkan pesan-pesan kebangsaan melalui berbagai aktivitas kepramukaan.
Menurut Alwi, interaksi tersebut memberikan nilai tambah dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia di kalangan siswa SIJB.
Pembelajaran PJOK Dinilai Interaktif
Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SIJB sekaligus guru pamong mahasiswa, Muhammad Hendra, juga memberikan penilaian positif.
Ia melihat mahasiswa mampu membangun kedekatan dengan siswa melalui proses pembelajaran yang interaktif. Pendekatan tersebut membuat mahasiswa lebih mudah berinteraksi sekaligus menyampaikan materi kepada peserta didik.
Meski demikian, Hendra memberikan catatan untuk pelaksanaan program berikutnya. Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan kompetensi pedagogis secara lebih matang.
Bekal tersebut penting agar mahasiswa mampu menghadirkan metode dan inovasi pembelajaran PJOK yang semakin sesuai dengan kebutuhan siswa.
SIJB Buka Peluang Kerja Sama Lebih Luas
FGD evaluasi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membahas keberlanjutan kerja sama antara UMS dan SIJB.
Pihak sekolah menyatakan kesiapan untuk melanjutkan program pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, cakupan kegiatan diharapkan dapat diperluas dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi.
Dengan demikian, program tidak hanya berfokus pada Pendidikan Jasmani, tetapi dapat menjangkau bidang pembelajaran lain sesuai kebutuhan SIJB.
Bagi UMS, program PkM-KI menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa sekaligus bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat pendidikan Indonesia di luar negeri.
Keterlibatan mahasiswa di SIJB juga menunjukkan bahwa pengabdian internasional dapat menjadi jembatan kolaborasi akademik, pendidikan, dan penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan sekolah Indonesia di luar negeri. (*)
