36.5 C
Jakarta

Hari Pers Muhammadiyah Dorong Jurnalisme Berkemajuan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Muhammadiyah menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem pers dan literasi sebagai bagian dari gerakan pencerdasan masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 yang menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas media Persyarikatan di tengah derasnya arus informasi digital.

 

Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Muchlas, M.T., mengatakan pers memiliki akar sejarah yang panjang dalam perjalanan Muhammadiyah. Sejak awal berdirinya, media telah menjadi sarana dakwah, penyebaran gagasan, sekaligus instrumen pencerdasan masyarakat.

 

Menurut Muchlas, tradisi literasi bahkan telah menjadi bagian dari karakter gerakan Muhammadiyah. Tradisi membaca, menulis, berdiskusi, dan menyebarkan pengetahuan dinilai turut memungkinkan Muhammadiyah terus berdialog dengan perkembangan zaman serta menghadirkan Islam sebagai agama yang mencerahkan.

 

Diperingati Setiap 13 Agustus

 

Gagasan mengenai Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah bermula dari usulan MPI PP Muhammadiyah pada Agustus 2024. Atas arahan Ketua Umum PP Muhammadiyah, nomenklatur tersebut kemudian disempurnakan menjadi Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah dan diperingati setiap 13 Agustus.

 

Muchlas menjelaskan, penambahan unsur literasi memiliki makna strategis. Menurutnya, pers yang sehat membutuhkan masyarakat dengan kemampuan literasi yang baik. Sebaliknya, tradisi literasi juga membutuhkan media yang sehat untuk membangun ruang publik yang cerdas dan berkeadaban.

 

Karena itu, peringatan tersebut tidak diarahkan sebatas seremoni tahunan. Momentum ini diharapkan mampu menghidupkan kembali etos literasi Muhammadiyah sekaligus memperkuat kualitas persyarikatan.

 

“Di tengah derasnya arus informasi, media sosial, disinformasi, dan perkembangan kecerdasan artifisial, kita memerlukan jurnalisme yang semakin profesional, berintegritas, mencerdaskan, serta mampu menyampaikan nilai-nilai Islam Berkemajuan kepada masyarakat luas,” demikian pesan yang disampaikan Muchlas.

 

Jambore Media AfiliasiMu Perkuat Ekosistem Media

 

Semangat tersebut diwujudkan antara lain melalui Jambore Media AfiliasiMu yang berlangsung pada 12–13 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur media Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem media Persyarikatan.

 

Muhammadiyah sendiri memiliki ekosistem media yang luas, mulai dari tingkat Pimpinan Pusat hingga daerah, amal usaha Muhammadiyah, hingga komunitas kader yang tergabung dalam Media AfiliasiMu.

 

Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun kekuatan komunikasi publik Muhammadiyah. Media tidak hanya diharapkan menyampaikan aktivitas organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, gagasan pembaruan, dan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

 

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus

 

Rangkaian Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 juga ditandai dengan penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus Dewan Pers kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.

 

Muchlas menjelaskan, Haedar memiliki perjalanan panjang dalam dunia jurnalistik yang telah dijalani sejak masa mahasiswa hingga sekarang. Proses pengajuan kartu tersebut bahkan telah diinisiasi lebih dari dua tahun lalu oleh Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Muhammadiyah Jakarta bersama Bidang Penguatan Media dan Jurnalistik MPI PP Muhammadiyah.

 

Berbagai bukti aktivitas jurnalistik Haedar dari Suara Muhammadiyah dihimpun dan dilengkapi. Proses tersebut juga mendapat dukungan Republika serta rekomendasi PWI dan JMSI. MPI PP Muhammadiyah dan LUKW UMJ kemudian melakukan audiensi dengan Dewan Pers untuk melengkapi persyaratan hingga akhirnya kartu tersebut disetujui pada Maret 2026.

 

Menurut Muchlas, Kartu Wartawan Utama Khusus tersebut bukan penghargaan yang diperoleh melalui proses sederhana. Kartu itu menjadi pengakuan atas perjalanan jurnalistik, pengalaman, serta proses verifikasi yang telah dilalui Haedar Nashir.

 

Dorong Jurnalisme Akurat dan Berintegritas

 

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi intelektual, literasi, dan jurnalistik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Muhammadiyah.

 

Muchlas berharap capaian tersebut dapat menginspirasi generasi muda dan pengelola Media AfiliasiMu untuk membangun jurnalisme yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, jernih, santun, berintegritas, dan memberikan kemaslahatan bagi kehidupan kebangsaan.

 

Ia menegaskan, Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah diharapkan berkembang menjadi gerakan literasi dan jurnalisme berkemajuan yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, merawat ruang publik yang sehat, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan bagi kemanusiaan.

 

Dengan demikian, pers Muhammadiyah tidak hanya dituntut menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi kekuatan literasi, pencerdasan publik, dan penggerak dakwah Islam Berkemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!