34.9 C
Jakarta

UMS Pangkas Pengeringan Jamur Kuping Jadi 4 Jam

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mendorong peningkatan produktivitas kelompok pembudidaya jamur kuping Lembah Spora di Desa Polokarto, Sukoharjo, melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemasaran digital.

 

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut didanai hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program menyasar persoalan utama yang selama ini dihadapi kelompok, yakni proses pengeringan jamur yang masih bergantung pada cuaca serta pemasaran yang dilakukan secara konvensional.

 

Teknologi yang diperkenalkan berupa mesin oven pengering 10 rak yang dirancang untuk skala usaha mikro. Mesin tersebut mampu memangkas waktu pengeringan jamur kuping dari sebelumnya hingga dua hari menjadi sekitar 4-5 jam pada suhu 110 derajat Celsius.

 

Selain mempercepat proses produksi, penggunaan oven juga membantu menghasilkan jamur kuping kering yang lebih higienis dan konsisten.

 

Penerapan teknologi tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan pada 9 Mei dan 8 Juli 2026.

 

Ketua tim pengabdian, Dessy Ade Pratiwi, S.T., M.T., mengatakan teknologi yang diberikan dirancang agar dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

 

“Melalui hibah dari Kemdiktisaintek, kami ingin menghadirkan inovasi yang bisa langsung diterapkan oleh masyarakat desa, dengan pemberian mesin oven pengering dan pelatihan pemasaran digital,” ujar Sekretaris Program Studi Teknik Mesin UMS itu, Sabtu (15/8/2026).

 

UMS Ajarkan Pemasaran Digital

 

Pengabdian UMS tidak berhenti pada peningkatan teknologi produksi. Tim juga memberikan pelatihan pemasaran digital kepada anggota kelompok Lembah Spora.

 

Materi yang diberikan meliputi optimalisasi toko online, pembukuan sederhana, hingga pemanfaatan iklan digital untuk mengukur efektivitas pemasaran.

 

Setelah penerapan teknologi dan pelatihan, kelompok Lembah Spora mulai merasakan peningkatan efisiensi produksi serta kualitas jamur kuping kering.

 

Program tersebut memberikan manfaat bagi 15 anggota kelompok, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.

 

Ketua kelompok Lembah Spora, Endang Susilowati, mengatakan mesin oven memberikan solusi terhadap persoalan cuaca yang selama ini menjadi kendala dalam proses pengeringan.

 

“Sekarang, dengan bantuan mesin oven dan pelatihan dari UMS, kami bisa mengeringkan jamur sendiri tanpa harus khawatir dengan cuaca. Pengemasan dan pemasaran pun jadi lebih tertata,” ujarnya.

 

Menurut Endang, efisiensi produksi dan pemasaran yang semakin tertata diharapkan dapat membantu kelompok memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan anggota.

 

Dorong Kemandirian Kelompok Tani

 

Dessy menegaskan program tersebut tidak hanya berorientasi pada transfer teknologi. Pendampingan juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola produksi dan pemasaran secara mandiri.

 

“Pengabdian ini bukan sekadar transfer teknologi, tapi juga membangun semangat kemandirian dan inovasi di tingkat akar rumput,” tuturnya.

 

Melalui penerapan mesin pengering dan penguatan pemasaran digital, kelompok Lembah Spora diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk jamur kuping sekaligus mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

 

Tim UMS berharap model pemberdayaan tersebut dapat dikembangkan dan direplikasi di kelompok masyarakat maupun desa lain yang memiliki potensi budidaya jamur. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!