SUKOHARJO, MENARA62.COM — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Perumahan Sektor 9, Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Warga RT 05 RW 05 menggelar tirakatan pada Minggu malam, 16 Agustus 2026, sebagai bentuk syukur sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan.
Puluhan warga berkumpul sejak pukul 20.00 WIB di depan pos ronda. Mereka duduk lesehan sambil membawa tumpeng dan aneka jajanan tradisional. Suasana semakin semarak dengan dekorasi lampu, umbul-umbul, serta nuansa merah putih.
Acara yang dipandu pembawa acara tersebut diisi dengan doa bersama, renungan kemerdekaan, pemotongan tumpeng, dan ramah tamah. Warga juga diajak merefleksikan kembali makna kemerdekaan di tengah kehidupan masyarakat perumahan yang memiliki latar belakang beragam.
“Semangat kemerdekaan harus tetap terjaga. Apalagi kita hidup di perumahan dari berbagai etnis,” kata Pranoto alias Don Peng, salah seorang warga keturunan Tionghoa, Minggu (16/8/2026).
Doa untuk Keselamatan dan Kemajuan Bangsa
Salah seorang warga, Ary Christono, memimpin doa bersama. Dalam doanya, ia memohon keselamatan bagi warga RT 05, serta kedamaian dan kemajuan bagi bangsa dan negara.
“Semoga ke depan, kita selalu dinaungi keselamatan dan kesehatan prima,” ujar Ary.
Sementara itu, Ketua RT 05 RW 05, Satino, mengajak warga memaknai tirakatan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat atas pengorbanan para pahlawan sekaligus dorongan bagi masyarakat untuk ikut mengisi pembangunan.
“Kita tirakatan ini bukan hanya seremonial, tetapi untuk mengingat jasa pahlawan dan mendoakan bangsa agar dijauhkan dari perpecahan,” kata Satino.
Usai doa bersama, Satino melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah antarwarga.
Tahun ini, semangat peringatan kemerdekaan warga juga mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut terasa dalam suasana acara yang dihiasi ornamen merah putih.
Sesepuh Bagikan Kisah Perjuangan
Tirakatan juga diisi dengan testimoni para sesepuh desa mengenai pengalaman dan kisah perjuangan pada masa lalu. Kesaksian tersebut menjadi pengingat bagi generasi sekarang bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui pengorbanan yang tidak ringan.
Damas, anggota Polsek Baki yang juga warga Gedangan, mengatakan generasi saat ini memiliki tugas berbeda dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.
“Dulu merdeka itu pakai darah. Sekarang kita isi dengan kerja dan persatuan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi penting dalam acara tirakatan. Warga diajak menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta berkontribusi melalui pekerjaan dan kegiatan positif di lingkungan masing-masing.
Rangkaian tirakatan ditutup sekitar pukul 22.30 WIB. Seluruh warga kemudian menyanyikan lagu “17 Agustus 1945” dan “Indonesia Raya” secara bersama-sama.
Kebersamaan warga dari berbagai latar belakang dalam tirakatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui persatuan dan kepedulian di lingkungan tempat tinggal. (San)
