SOLO, MENARA62.COM – Dinas Pendidikan Kota Surakarta mendorong guru sekolah dasar (SD) meningkatkan keterampilan digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Pembuatan Konten Pembelajaran Digital Kreatif dan Interaktif bagi Guru SD yang digelar Rabu (9/9/2026) di Aula Korwil Jebres, Dinas Pendidikan Kota Surakarta.
Kegiatan tersebut diikuti guru SD negeri dan swasta se-Kota Surakarta. Pelaksanaan bimtek dibagi menjadi dua sesi, yakni guru SD negeri pada pukul 08.00–12.00 WIB dan guru SD swasta pada pukul 13.00–16.30 WIB.
Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dimas Teguh Saputra, S.Pd., M.Pd., mengatakan penguatan kompetensi digital guru menjadi bagian penting dalam menghadapi transformasi pembelajaran di era digitalisasi.
Menurut dia, guru tidak cukup hanya memahami teknologi, tetapi juga perlu memiliki keterampilan mengolah teknologi menjadi media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami peserta didik.
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan skill digital guru, khususnya dalam membuat konten pembelajaran yang kreatif dan interaktif,” ujar Dimas dalam sambutannya saat membuka kegiatan.
Ia menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), memberikan peluang besar bagi guru untuk mengembangkan berbagai bentuk konten pembelajaran.
Karena itu, guru perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dalam proses pembelajaran.
Guru Tak Sekadar Pengguna Teknologi
Bimtek menghadirkan Uyik Suyanto, S.Pd., M.Pd., yang dikenal sebagai Guru Pejuang Digital, Guru Duta Canva, sekaligus Fasilitator Digitalisasi Pembelajaran.
Uyik membagikan pengalaman dan praktik pemanfaatan berbagai teknologi digital untuk mendukung aktivitas pembelajaran. Materi diarahkan agar peserta tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi dapat langsung menghasilkan konten pembelajaran.
Dimas menekankan pentingnya metode praktik dalam kegiatan tersebut. Dengan porsi praktik yang cukup, guru diharapkan dapat langsung mencoba berbagai fitur dan teknologi yang diperkenalkan.
“Harapannya, bapak dan ibu tidak hanya mendapatkan insight baru, tetapi juga bisa langsung mempraktikkannya dan menghasilkan sesuatu yang dapat digunakan dalam pembelajaran,” katanya.
Salah satu platform yang menjadi bagian dari pembahasan adalah Canva. Platform desain tersebut dapat dimanfaatkan guru untuk membuat berbagai materi visual pembelajaran secara lebih mudah dan menarik.
Selain Canva, perkembangan AI juga menjadi perhatian dalam bimtek. Guru diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi tersebut sebagai salah satu alat bantu dalam mengembangkan ide maupun konten pembelajaran.
Ilmu Diharapkan Menyebar ke Sekolah
Dinas Pendidikan Kota Surakarta juga berharap peserta tidak berhenti sebagai pengguna hasil pelatihan. Guru yang mengikuti bimtek diharapkan dapat menjadi penggerak digitalisasi pembelajaran di sekolah masing-masing.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat didiseminasikan kepada guru lain sehingga manfaat kegiatan menjangkau lebih banyak pendidik.
Dengan demikian, peningkatan kompetensi digital tidak hanya terjadi pada peserta bimtek, tetapi berkembang menjadi budaya belajar bersama di lingkungan sekolah.
“Ilmu yang diperoleh di sini diharapkan bisa dibagikan kembali kepada rekan-rekan guru di sekolah masing-masing,” tutur Dimas.
Bimtek berlangsung dalam suasana interaktif dengan menempatkan praktik sebagai bagian penting dari proses belajar. Pendekatan tersebut diharapkan membantu guru lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang kreatif dan bermakna bagi siswa.
Pada akhirnya, digitalisasi pembelajaran bukan sekadar penggunaan perangkat atau aplikasi. Lebih dari itu, kemampuan guru mengemas teknologi menjadi pengalaman belajar yang efektif menjadi kunci agar transformasi pendidikan benar-benar memberikan dampak bagi peserta didik. (*)

