SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 525 guru dan karyawan SD/TK se Kecamatan Pasarkliwon mengikuti Pengajian Ketakwaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung IPHI Kota Surakarta, Selasa (8/9/2026).
Mengusung tema “Akhlak Nabi untuk Membangun Generasi Beriman dan Berkarakter”, pengajian tersebut menghadirkan Ustaz Haidar Mubarok, Lc., MH., sebagai pembicara.
Ketua Panitia, Sabar Waluyo, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk menguatkan kembali keteladanan Rasulullah SAW, terutama di kalangan pendidik.
Menurut dia, tantangan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana guru menyampaikan materi pelajaran. Lebih dari itu, guru dituntut memiliki karakter dan keteladanan yang dapat membentuk kepribadian peserta didik.
“Yang lebih penting bukan hanya materi dan metode, tetapi roh atau jiwa seorang guru,” kata Sabar dalam sambutannya.
Guru Jadi Teladan bagi Siswa
Sabar menjelaskan, guru merupakan salah satu figur yang paling dekat dengan kehidupan peserta didik di lingkungan sekolah. Karena itu, sikap, perilaku, dan kepribadian guru dapat menjadi contoh yang secara langsung maupun tidak langsung ditiru oleh siswa.
Ia menilai, penguasaan materi dan metode pembelajaran tetap penting. Namun, keduanya perlu ditopang oleh keimanan dan akhlak yang baik.
Guru yang memiliki ketakwaan dan akhlakul karimah, lanjut dia, diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam proses pendidikan.
“Kalau gurunya baik, insyaallah kebaikan itu akan menular kepada anak-anak didiknya,” ujarnya.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi tidak hanya diarahkan untuk mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW. Momentum tersebut juga diharapkan menjadi refleksi bagi para pendidik untuk menerapkan akhlak Nabi dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Diikuti 525 Guru dan Karyawan
Pengajian Ketakwaan tersebut diikuti 525 peserta yang terdiri dari guru dan karyawan SD dan TK di wilayah Se-Pasarkliwon dan sekitarnya.
Kegiatan terlaksana melalui dukungan dan gotong royong sekolah-sekolah peserta. Panitia menghimpun dana sekitar Rp15 juta untuk mendukung pelaksanaan acara.
Sabar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia menilai semangat gotong royong tersebut menunjukkan kuatnya kebersamaan komunitas pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Selain menjadi sarana penguatan keagamaan, kegiatan juga menjadi ruang silaturahmi antarguru dan karyawan sekolah Islam.
Dalam sambutannya, Sabar turut mengajak peserta mendoakan kesembuhan Bapak Tarjo agar diberikan kesehatan dan kesembuhan oleh Allah SWT.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama penyambutan maupun pelaksanaan kegiatan.
Sabar berharap pesan keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat dibawa pulang oleh para peserta dan diterapkan dalam lingkungan sekolah.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang beriman, berkarakter, dan berakhlakul karimah. (*)
