SOLO, MENARA62.COM – Aktivitas olahraga bukan sekadar mengejar prestasi. Bagi dosen Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), olahraga juga menjadi cara untuk menjaga kesehatan sekaligus memberikan keteladanan kepada mahasiswa.
Pesan tersebut tercermin dari capaian Vera Septi Sistiasih, dosen Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, yang berhasil meraih podium keempat kategori Pelari Umum Putri dalam ajang Edu Fun Run FKIP UMS 2026.
Vera menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaannya sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas akademik dapat berjalan beriringan dengan gaya hidup aktif dan sehat.
Sebagai dosen perempuan di Program Studi Penjas FKIP UMS, Vera ingin menjadikan olahraga bukan hanya bagian dari profesinya, tetapi juga kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Baginya, pencapaian podium bukan tujuan utama. Ada pesan yang lebih penting yang ingin disampaikan kepada mahasiswa maupun keluarganya kelak, yakni pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan.
“Bukan soal harus selalu menang atau mendapatkan podium. Saya ingin mahasiswa dan anak-anak saya nanti melihat bahwa olahraga itu penting. Menjaga kesehatan adalah bentuk rasa syukur, dan ketika diniatkan dengan baik, olahraga juga bisa menjadi bagian dari ibadah,” ungkap Vera.
Olahraga sebagai Bentuk Syukur
Menurut Vera, menjaga kebugaran merupakan tanggung jawab setiap individu terhadap dirinya sendiri. Tubuh yang sehat perlu dirawat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar menjalankan amanah kesehatan.
Karena itu, olahraga tidak semestinya hanya dilakukan ketika seseorang hendak mengikuti perlombaan. Aktivitas fisik perlu dibangun sebagai kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Nilai tersebut juga menjadi bagian dari pendidikan yang ingin ditanamkan Vera kepada mahasiswa. Sebagai dosen Penjas, ia berupaya menunjukkan bahwa pesan tentang pentingnya hidup aktif tidak harus selalu disampaikan melalui teori dan materi perkuliahan.
Keteladanan dapat hadir melalui tindakan sederhana, termasuk dengan terlibat langsung dalam kegiatan olahraga.
Capaian podium keempat di Edu Fun Run FKIP UMS 2026 pun menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi Vera untuk mempertahankan konsistensi berolahraga.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat berjalan berdampingan dengan kesibukan akademik serta tanggung jawab sebagai seorang pendidik.
Bagi Vera, menjadi dosen Penjas bukan hanya tentang mengajarkan teknik olahraga dan kebugaran kepada mahasiswa. Lebih jauh, profesi tersebut juga memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pola hidup sehat.
Melalui keikutsertaannya dalam Edu Fun Run FKIP UMS 2026, Vera ingin menyampaikan pesan sederhana bahwa olahraga bukan sekadar jalan menuju podium.
Olahraga adalah bagian dari kehidupan, cara menjaga kesehatan, sekaligus ikhtiar mensyukuri dan menjaga amanah kesehatan dari Allah SWT. (*)


