BOYOLALI, MENARA62.COM – Memasuki usia 24 tahun, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Boyolali, meneguhkan komitmen memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Momentum Milad ke-24 tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus penegasan arah perjuangan lembaga untuk mencerahkan generasi.
Milad digelar di Aula Masjid PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Ahad (13/9/2026), dengan mengusung tema “24 Tahun Mengabdi, Bersinergi Menguatkan Institusi, Mencerahkan Generasi.”
Rangkaian acara diawali qiroah, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, sebelum memasuki rangkaian utama Milad ke-24.
Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Ustaz Pujiono, dalam sambutannya mengatakan, perjalanan 24 tahun bukan sekadar catatan usia lembaga. Di dalamnya terdapat perjuangan para pendiri, pengurus, guru, karyawan, wali santri, alumni, masyarakat, hingga para donatur.
“Milad bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk bermuhasabah, mengevaluasi perjalanan, sekaligus meneguhkan kembali arah perjuangan lembaga,” ujar Pujiono.
Dr. Hamdan: Institusi Besar Tak Bisa Berjalan Sendiri
Pesan penguatan kelembagaan semakin ditekankan dalam tausyiyah yang disampaikan Ustaz Dr. Hamdan Magribi, S.Th.I., M.Phil. dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah.
Dr. Hamdan mengajak keluarga besar PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi menjadikan usia 24 tahun sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian sekaligus memperkuat institusi.
Menurutnya, lembaga pendidikan tidak mungkin dibangun hanya oleh satu atau segelintir orang. Diperlukan sinergi seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan lembaga.
“Institusi yang besar tidak dibangun oleh satu orang hebat, tetapi oleh banyak orang yang mau berjalan bersama,” tegasnya.
Ia menilai kolaborasi antara pimpinan, guru, karyawan, persyarikatan, wali santri, alumni, masyarakat, dan donatur menjadi modal penting untuk membawa lembaga pendidikan tumbuh lebih kuat.
Selain kelembagaan, Dr. Hamdan menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada pengabdian. Guru, kata dia, tidak sebatas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter sekaligus menentukan masa depan generasi.
“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman, adab, akhlak, keterampilan, dan kepedulian terhadap masyarakat,” pesannya.
Dari Penguatan Institusi Menuju Generasi Mencerahkan
Tema Milad ke-24 menjadi refleksi sekaligus arah pengembangan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi ke depan.
Lembaga pendidikan dituntut tidak sekadar mampu bertahan, tetapi juga terus melakukan pembenahan. Penguatan sumber daya manusia, budaya kerja, sistem pendidikan, sinergi antarunit, hingga peningkatan mutu menjadi sejumlah aspek yang perlu diperkuat menghadapi tantangan pendidikan.
Penguatan institusi tersebut pada akhirnya diarahkan untuk menghasilkan generasi yang mampu memberikan manfaat lebih luas.
Santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang siap melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Lebih dari itu, mereka diharapkan memiliki kesiapan untuk berdakwah dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam momentum Milad ke-24, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi kembali meneguhkan pendidikan yang berlandaskan lima aspek, yakni Keimanan, Keislaman, Keilmuan, Kebahasaan, dan Keterampilan.
Nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk santri yang memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, karakter, keterampilan, dan kepedulian sosial.
Dihadiri Pimpinan Muhammadiyah dan Donatur
Milad ke-24 PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi turut dihadiri Wakil Ketua PDM Boyolali Muhammad Muslih, jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sambi yang diketuai Sriyono, M.Pd., Dewan Penyantun H. Sunarno, para donatur, serta keluarga besar PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi.
Ketua PCM Sambi, Drs. Sudiman, dalam kesempatan tersebut turut memberikan apresiasi atas perjalanan PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi yang terus berkembang dan berkontribusi dalam bidang pendidikan serta dakwah di tengah masyarakat.
Bagi keluarga besar PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, usia 24 tahun bukanlah titik akhir. Milad justru menjadi momentum untuk menatap perjalanan berikutnya dengan semangat pembaruan.
Semangat tersebut dirangkum dalam tekad untuk mengabdi lebih ikhlas, bersinergi lebih kuat, menguatkan institusi, dan mencerahkan generasi.
Dari Sambi, Boyolali, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum berupaya memastikan pendidikan tidak hanya melahirkan insan berilmu, tetapi juga generasi beriman, berakhlak, terampil, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat serta bangsa. (*)

