MADIUN, MENARA62.COM – Literasi numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menggunakan angka untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu menjadi perhatian Dosen Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Irfan Miftakhul Fauzi, M.P., saat menjadi narasumber Workshop Literasi Numerasi di SMAN Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis (10/9/2026).
Workshop tersebut mengangkat tema “Mengatur Keuangan pada Remaja”. Kegiatan diarahkan untuk membekali siswa dengan kemampuan dasar mengelola keuangan secara bijak sejak usia sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Irfan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengatur keuangan, tetapi juga mengajak siswa mempraktikkan langsung cara menyusun rencana keuangan.
Para siswa diberikan lembar kerja untuk membuat pos anggaran selama satu bulan. Mereka diminta mengidentifikasi dan membagi penggunaan uang ke dalam sejumlah pos, seperti kebutuhan, keinginan, tabungan, sedekah, hingga dana cadangan.
“Supaya para siswa ini terlatih untuk bisa membuat keputusan yang tepat dan bijak dalam menggunakan uang di usia remaja,” ujar Irfan yang juga Kaprodi Biokewirausahaan UMJT.
Menurut Irfan, kemampuan mengelola keuangan sejak remaja dapat menjadi bekal penting bagi siswa, baik selama menempuh pendidikan di sekolah maupun ketika melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Kemandirian dalam mengatur keuangan juga diperlukan agar siswa mampu menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Dengan demikian, mereka dapat menghindari kebiasaan pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan.
Siswa Praktik Menyusun Anggaran
Dalam sesi praktik, siswa diajak membuat rencana keuangan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Rencana tersebut kemudian didiskusikan bersama pemateri untuk mengetahui apakah pembagian anggaran yang dibuat sudah tepat.
“Siswa diajak untuk berlatih membuat rencana keuangan yang isinya itu didiskusikan dengan pemateri,” kata Irfan.
Pendekatan praktik membuat workshop berlangsung lebih interaktif. Siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi langsung berlatih mengambil keputusan terkait penggunaan uang.
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan. Mereka terutama meminta penjelasan mengenai ketepatan dalam menentukan setiap pos anggaran yang telah dibuat.
“Mereka aktif bertanya terutama mengenai ketepatan dalam penentuan pos anggaran yang telah dibuat. Banyak yang minta dicek satu per satu, pos anggarannya sudah sesuai belum,” ungkap Irfan.
Kuis Evaluasi Pemahaman Siswa
Pada akhir kegiatan, siswa mengikuti kuis sebagai bagian dari evaluasi workshop. Kuis tersebut digunakan untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan.
Melalui kegiatan tersebut, literasi numerasi diperkenalkan dalam konteks yang dekat dengan kehidupan remaja. Kemampuan menghitung dan menyusun anggaran diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang kelas, tetapi menjadi kebiasaan yang dapat membantu siswa mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
Bagi UMJT, keterlibatan dosen dalam kegiatan literasi numerasi juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kecakapan siswa menghadapi kebutuhan kehidupan nyata. (MjK)

