30.7 C
Jakarta

Milad ke-62, UNIMMA Bidik Pengakuan Global

Baca Juga:

MAGELANG, MENARA62.COM – Predikat Unggul bukan lagi menjadi garis akhir bagi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Memasuki usia ke-62, kampus tersebut mulai mengarahkan langkah lebih jauh: memperkuat reputasi akademik dan mengejar global recognition.

 

Komitmen itu ditegaskan dalam puncak Milad ke-62 UNIMMA yang digelar di Auditorium Kampus 1 UNIMMA, Senin (31/8). Mengusung tema “Level Up for Future Impact”, momentum milad menjadi ajang refleksi atas capaian satu tahun terakhir sekaligus menyiapkan strategi menghadapi tantangan pendidikan tinggi di tingkat global.

 

Rektor UNIMMA Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., mengatakan peringatan milad tidak semestinya berhenti sebagai seremoni pertambahan usia institusi.

 

Menurut dia, milad menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan, mengapresiasi perjuangan seluruh sivitas akademika, sekaligus menyusun langkah untuk masa depan.

 

“Level Up berarti terus meningkatkan kualitas, kapasitas, inovasi, dan kolaborasi. Sedangkan Future Impact mengingatkan kita bahwa setiap ikhtiar yang kita lakukan hari ini harus memberikan manfaat dan dampak yang semakin besar bagi masa depan,” kata Lilik dalam Laporan Tahunan Rektor (LTR).

 

Capaian Akademik UNIMMA

 

Selama perjalanan terakhir, UNIMMA mencatat sejumlah perkembangan. Kampus ini telah mengantongi akreditasi Unggul dari BAN-PT dan memiliki delapan fakultas dengan 28 program studi.

 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 persen program studi telah berstatus unggul.

 

Dari sisi akademik dan reputasi, UNIMMA kini berada di peringkat 237 nasional. Kampus juga masuk dalam Klaster Utama Penelitian dan meraih predikat Sangat Bagus untuk bidang Pengabdian kepada Masyarakat.

 

Capaian lainnya terlihat pada produktivitas publikasi. Sebanyak 561 publikasi dosen UNIMMA telah terindeks Scopus. Performa tersebut turut didukung tiga jurnal UNIMMA yang telah terindeks Scopus.

 

Dalam pemeringkatan SINTA, UNIMMA juga berada di posisi ke-150 dari 5.559 perguruan tinggi di Indonesia.

 

Capaian tersebut, kata Lilik, menjadi modal untuk membawa UNIMMA ke level berikutnya.

 

Mulai Bidik QS dan THE

 

UNIMMA kini mulai memantapkan strategi menuju Global Recognition. Langkah tersebut tidak hanya mengandalkan reputasi, tetapi juga dibangun melalui penguatan kualitas akademik dan kesiapan institusi.

 

“Kita membangun digitalisasi kampus, website dan dokumen akademik bilingual, penguatan sistem dan integrasi data, serta penguatan mutu, hingga implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE),” ujar Lilik.

 

UNIMMA juga mempersiapkan Ranking and Global Visibility Readiness. Persiapan tersebut mencakup kajian brand awareness, penyusunan data pendukung pemeringkatan, hingga fasilitasi menuju pemeringkatan perguruan tinggi dunia seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education (THE) World University Rankings.

 

Langkah internasionalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya UNIMMA meningkatkan visibilitas sekaligus memperkuat reputasi akademiknya di tingkat global.

 

“Kita bergerak menuju internasionalisasi, memperkuat reputasi akademik, dan selanjutnya menyiapkan global recognition tersebut. Inilah langkah UNIMMA untuk Level Up for Future Impacts, bukan sekadar menjadi lebih dikenal, tetapi menjadi universitas yang semakin diakui dan memberikan dampak di tingkat global,” kata Lilik.

 

Predikat Unggul Bukan Titik Akhir

 

Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Majelisdiktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Mohammad Adam Jerusalem, M.T., Ph.D., mengapresiasi perkembangan yang dicapai UNIMMA.

 

Menurut Adam, semangat untuk terus meningkatkan capaian akademik dan sosial sejalan dengan karakter Muhammadiyah sebagai gerakan yang berkemajuan.

 

“Kita harus terus berkemajuan dari sisi capaian-capaian akademik yang sudah ada, capaian sosial kemasyarakatan yang dimiliki oleh UNIMMA dan terus berkelanjutan,” ujarnya.

 

Adam mengingatkan, status Unggul yang diraih UNIMMA tidak boleh dipandang sebatas capaian administratif.

 

Justru, predikat tersebut membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Unggul bagi kita, UNIMMA, tidak sekadar administratif akreditasi saja. Tapi bagi kita semua, di diskusi-diskusi Majelisdikti, unggul APT-nya itu adalah manifestasi izin moral untuk bisa memikul amanah yang lebih besar lagi,” kata Adam.

 

Puncak Milad ke-62 UNIMMA kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada keluarga besar kampus yang menunjukkan dedikasi dan prestasi.

 

Penghargaan diberikan kepada dosen dan tenaga kependidikan (tendik) dengan masa kerja 20 tahun, tendik berprestasi, serta mahasiswa berprestasi. Penghargaan juga diberikan kepada fakultas dan unit dalam pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2025/2026.

 

Dengan capaian tersebut, tema “Level Up for Future Impact” tidak berhenti sebagai slogan milad. UNIMMA menjadikannya sebagai komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat reputasi, memperluas jejaring internasional, dan menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

 

Target akhirnya jelas: UNIMMA tidak hanya ingin unggul di dalam negeri, tetapi juga semakin dikenal dan diakui di tingkat global. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!