Belajar dari UMS, UMH Perkuat Sistem Penjaminan Mutu

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjadi rujukan benchmarking penguatan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi. Universitas Mitra Husada (UMH) mengunjungi UMS untuk mempelajari tata kelola mutu akademik, termasuk pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi (PPKPT), Kamis (15/10/2026).

 

Kunjungan bertajuk Benchmarking for Quality Excellence tersebut menjadi langkah UMH dalam menindaklanjuti pelaksanaan akreditasi institusi beberapa minggu sebelumnya. Selain bertukar pengalaman, kedua perguruan tinggi menjajaki pendampingan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu dan pengelolaan akademik UMH.

 

Rektor UMH, Dr. Dwi Wulandari, S.Kep., Ns., M.Kes., bersama rombongan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMH, diterima Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., bersama jajaran Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMS di Ruang Sidang Rektorat UMS.

 

Kepala BPM UMS, Hari Prasetyo, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa benchmarking tersebut berfokus pada dua aspek utama, yakni sistem penjaminan mutu perguruan tinggi serta pencegahan dan penanganan kekerasan melalui PPKPT.

 

“Jadi, kegiatan ini salah satu kegiatan benchmarking yang dilakukan oleh UMH, yang ingin belajar tentang dua hal. Yang pertama tentang penjaminan mutu, yang kedua tentang penanganan kekerasan atau PPKPT di UMS,” ujar Hari.

 

Menurut dia, pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama lanjutan melalui pendampingan atau coaching oleh UMS. Materi pendampingan direncanakan mencakup penyusunan dokumen, manajemen penjaminan mutu, hingga pengembangan sistem informasi untuk mendukung pelaksanaan penjaminan mutu perguruan tinggi.

 

Pendampingan ini diharapkan dapat membantu UMH memperkuat tata kelola kelembagaan secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan demikian, penjaminan mutu tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan akademik sehari-hari.

 

UMS Perkuat Digitalisasi dan Daya Saing Internasional

 

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, menegaskan bahwa penguatan tata kelola perguruan tinggi perlu didukung transformasi digital yang terintegrasi. Sistem digital, menurut dia, harus mampu menghadirkan layanan yang praktis dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika tanpa prosedur yang berbelit.

 

Selain digitalisasi, UMS juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui penguatan kualifikasi dan kompetensi dosen. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang universitas untuk meningkatkan performa akademik sekaligus memperkuat daya saing di tingkat internasional.

 

“Kemudian performa akademik ke depan, kita ingin menjadi world-class university,” tutur Ihwan.

 

Untuk mendukung target tersebut, UMS turut mendorong sejumlah program studi agar memenuhi standar internasional. Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan kualitas pendidikan, penguatan reputasi akademik, dan peningkatan daya saing perguruan tinggi.

 

Perhatian pada Keamanan dan Kesejahteraan Mahasiswa

 

Dalam aspek pencegahan dan penanganan kekerasan, UMS juga mengembangkan sistem dukungan bagi mahasiswa. Upaya tersebut mencakup layanan kesehatan mental dan dukungan terhadap kesejahteraan mahasiswa sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

 

Pendekatan ini menempatkan kualitas perguruan tinggi tidak hanya pada capaian akademik dan akreditasi, tetapi juga pada kemampuan institusi menyediakan lingkungan belajar yang mendukung keberlangsungan studi mahasiswa.

 

Melalui kunjungan benchmarking tersebut, UMS membuka ruang pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas kelembagaan bersama UMH. Rencana coaching menjadi tindak lanjut untuk membantu UMH mengembangkan sistem penjaminan mutu, memperkuat tata kelola akademik, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

 

Kolaborasi ini sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama ant perguruan tinggi dalam membangun budaya mutu yang tidak berhenti pada proses akreditasi, tetapi terus berkembang melalui evaluasi, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!