MADIUN, MENARA62.COM — Program Studi (Prodi) Informatika, Fakultas Ilmu Teknologi dan Sains (FITS) Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) mendapat apresiasi dari asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM Infokom) atas keseriusan dalam mengelola program studi. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pelaksanaan akreditasi lapangan (AL) secara daring pada Selasa (13/10/2026).
Akreditasi lapangan ini menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. Ema Utami, S.Si., M.Kom. sebagai asesor pertama dan Youlia Nurhasanah, S.T., M.T. sebagai asesor kedua.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya Prodi Informatika UMJT untuk memastikan tata kelola, kualitas pembelajaran, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Sekretaris Dekan FITS UMJT, Dr. Yan Aditya Pradana, menjelaskan bahwa sejumlah aspek menjadi fokus penilaian asesor. Aspek tersebut meliputi tata kelola, pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, kurikulum, keuangan, hingga sarana dan prasarana.
“Bidang yang dinilai misalnya bidang mutu, tridarma perguruan tinggi, pembelajaran, fasilitas, dan mahasiswa. Bidang mutu itu terkait langkah prodi dalam meningkatkan mutu pembelajaran,” ujar Yan Aditya.
Persiapan Akreditasi Dilakukan Selama Sebulan
Kepala Program Studi Informatika UMJT, Gabriella Vindy, M.Kom., mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan selama kurang lebih satu bulan sebelum pelaksanaan akreditasi lapangan.
Persiapan tersebut mencakup penyusunan dokumen borang serta pengumpulan berbagai bukti pendukung yang menggambarkan pelaksanaan kegiatan akademik dan tata kelola program studi.
“Sebelumnya kami telah menyusun borang selama sekitar satu bulan, dengan sebagian berkas yang diperlukan sudah berjalan di Prodi Informatika dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” kata Vindy.
Ia menjelaskan, persiapan dilakukan secara kolaboratif oleh tim task force yang melibatkan unsur program studi, dosen, Lembaga Penjaminan Mutu (LJM), pimpinan fakultas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), sarana dan prasarana, akademik, keuangan, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan program studi dalam menghadapi proses evaluasi secara menyeluruh.
Karena akreditasi dilaksanakan secara daring, tim juga melakukan room tour untuk memperlihatkan kesiapan fasilitas dan lingkungan pendukung kegiatan akademik kepada asesor.
Tur virtual tersebut mencakup sejumlah bagian, mulai dari administrasi umum, ODS, keuangan, hingga ruang rapat, masjid, dan fasilitas pendukung lainnya.
Secara khusus, asesor diperlihatkan ruang dosen, ruang kelas, Laboratorium Informatika, serta Laboratorium Kecerdasan Buatan (AI) yang menjadi salah satu keunggulan sekaligus penciri utama Prodi Informatika UMJT.
Laboratorium AI Jadi Keunggulan Prodi Informatika
Vindy menyampaikan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan akreditasi lapangan berlangsung lancar. Dari sisi teknis, tidak terdapat kendala besar yang menghambat jalannya kegiatan.
Menurut dia, asesor juga telah mengonfirmasi bahwa kinerja program studi selaras dengan standar dan kebijakan yang berlaku.
“Prodi Informatika mendapatkan apresiasi atas keseriusan dalam mengelola program studi. Meskipun program studi baru, sudah banyak kesiapan yang dilakukan, utamanya dalam kesinambungan antara penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan,” ujar Vindy, menyampaikan konfirmasi dari Prof. Ema Utami.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Prodi Informatika UMJT untuk terus memperkuat sistem penjaminan mutu dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Meski demikian, asesor juga memberikan sejumlah masukan untuk pengembangan program studi ke depan, khususnya terkait penguatan bidang kecerdasan buatan yang menjadi ciri khas Informatika UMJT.
Salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah menambah porsi mata kuliah kecerdasan buatan atau mengintegrasikan materi AI ke dalam sejumlah mata kuliah lain.
Asesor juga menyarankan penguatan aspek etika kecerdasan buatan, antara lain melalui mata kuliah khusus atau penyelenggaraan kuliah tamu yang membahas etika penggunaan dan pengembangan AI.
Selain penguatan kurikulum, pengembangan fasilitas pembelajaran turut menjadi perhatian. Prodi Informatika disarankan menambah working space atau ruang kerja bersama bagi mahasiswa serta menyediakan Smart TV untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif.
Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi program studi untuk menyusun langkah pengembangan yang lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan dunia teknologi digital.
Transformasi UMJT Jadi Momentum Pengembangan Prodi
Sementara itu, Rektor UMJT, Prof. Dr. Sofyan Anif, menegaskan bahwa transformasi yang tengah berlangsung di lingkungan universitas harus menjadi momentum untuk mendorong seluruh program studi berkembang lebih maju, termasuk Prodi Informatika.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan jumlah mahasiswa serta memperluas kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pengabdian dosen yang memberikan dampak nyata, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, Sofyan mengapresiasi kehadiran mahasiswa asing di Prodi Informatika UMJT. Keberadaan mahasiswa internasional dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan lingkungan akademik yang semakin terbuka dan berorientasi global.
“Transformasi UMJT yang saat ini berlangsung menjadi dorongan semangat dan momentum bagi semua prodi, termasuk Informatika, untuk terus berkembang lebih maju,” ujar Sofyan.
Pelaksanaan akreditasi lapangan ini diharapkan menjadi pijakan bagi Prodi Informatika UMJT untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu pembelajaran, mengembangkan kompetensi kecerdasan buatan, serta memperluas kontribusi akademik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Dengan evaluasi dan rekomendasi dari asesor, Prodi Informatika UMJT diharapkan mampu menjaga kesinambungan peningkatan mutu sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional. (PJ/*)

