SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS) memberikan apresiasi kepada penggerak Persyarikatan Muhammadiyah di Solo Raya melalui Muhammadiyah Organizational Excellence Award (MOEA). Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-68 UMS untuk mengangkat inovasi, dedikasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Muhammadiyah.
Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan dan Alumni (LP3A) UMS bekerja sama dengan Panitia Milad ke-68 UMS tersebut memasuki tahap seleksi nominasi pada Kamis (15/10/2026).
MOEA melibatkan unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Solo Raya, serta dosen dan tenaga kependidikan (tendik) UMS yang aktif berkhidmat di Persyarikatan maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Ketua LP3A UMS, Dr. Bambang Sukoco, M.H., mengatakan seleksi tersebut menjadi langkah penting untuk menggali sekaligus memetakan keunggulan setiap peserta. Melalui proses ini, berbagai program inovatif di lingkungan Muhammadiyah diharapkan dapat terdokumentasi dan menjadi inspirasi bagi organisasi lainnya.
“Kegiatan seleksi ini kami adakan untuk menggali dan menilai keunggulan masing-masing PCM, PRM, serta dosen dan tenaga kependidikan UMS. Kami meyakini setiap peserta yang hadir memiliki keunggulan dan kontribusi masing-masing,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Menurut Bambang, proses seleksi tidak sekadar menentukan pihak yang layak menerima penghargaan. Lebih dari itu, MOEA menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi praktik baik, serta mendorong pengembangan program yang memberikan manfaat lebih luas bagi Persyarikatan dan masyarakat.
14 Peserta Paparkan Inovasi dan Keunggulan Organisasi
Tahapan seleksi nominasi berlangsung di Ruang Sidang Badan Pembina Harian (BPH) UMS. Berdasarkan undangan LP3A UMS, seleksi diikuti tujuh PCM, tujuh PRM se-Solo Raya, serta enam dosen dan tenaga kependidikan UMS.
Dalam sesi presentasi, tujuh PCM memaparkan program inspiratif dan inovatif yang telah direncanakan maupun dijalankan di wilayah masing-masing. Paparan tersebut menunjukkan upaya cabang Muhammadiyah dalam mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi sekaligus menjawab persoalan di tengah masyarakat.
Sementara itu, tujuh PRM menyampaikan perkembangan organisasi di tingkat ranting. Materi yang dipresentasikan mencakup aktivitas Persyarikatan, inovasi dalam menggerakkan organisasi, keterlibatan anggota dan masyarakat, hingga dampak positif dari program yang dijalankan.
Melalui presentasi tersebut, UMS berupaya mengidentifikasi berbagai pendekatan yang dapat dikembangkan dan direplikasi oleh cabang maupun ranting Muhammadiyah lainnya.
Selain memberikan apresiasi kepada organisasi, MOEA juga memberi ruang kepada dosen dan tenaga kependidikan UMS yang aktif berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan dan AUM.
Sebanyak enam dosen dan tendik mendapat kesempatan memaparkan rekam jejak keaktifan, dedikasi, serta kontribusi mereka dalam gerakan Muhammadiyah.
Bambang menegaskan, keterlibatan sivitas akademika UMS dalam Persyarikatan menunjukkan bahwa pengabdian dosen dan tenaga kependidikan tidak terbatas pada pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), sivitas UMS juga memiliki ruang pengabdian yang luas melalui keterlibatan aktif dalam gerakan dan pengembangan Persyarikatan,” lanjutnya.
Penerima Penghargaan Diumumkan 18 Oktober
Penyelenggaraan MOEA pada momentum Milad ke-68 UMS diharapkan semakin mempererat hubungan antara universitas dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah, UMS berkomitmen untuk terus tumbuh bersama Persyarikatan melalui penguatan organisasi, kaderisasi, inovasi, dan pengembangan program yang berdampak bagi masyarakat.
Bambang menekankan, MOEA tidak seharusnya berhenti sebagai ajang kompetisi dan pemberian penghargaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan praktik baik (best practices) yang telah berkembang di lingkungan Muhammadiyah se-Solo Raya.
Dengan demikian, berbagai inovasi yang muncul dari cabang, ranting, maupun sivitas akademika UMS dapat direplikasi, dikembangkan, dan dikolaborasikan untuk memperluas manfaat gerakan Muhammadiyah.
Setelah seluruh tahapan seleksi, tim penilai akan menentukan nominasi dan penerima penghargaan terbaik pada setiap kategori MOEA.
Pengumuman penerima penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026) di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, bersamaan dengan pelaksanaan Tabligh Akbar Milad ke-68 UMS.
Melalui MOEA, UMS berharap peringatan milad tidak hanya menjadi perayaan perjalanan institusi, tetapi juga momentum untuk mengapresiasi para penggerak Persyarikatan dan sivitas akademika yang konsisten menghadirkan inovasi, dedikasi, serta kerja nyata bagi Muhammadiyah dan masyarakat. (*)
