KKN UMRI 2026 Tuntas, 2.093 Mahasiswa Hadirkan Inovasi

Baca Juga:

PEKANBARU, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menuntaskan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 dengan melibatkan 2.093 mahasiswa melalui berbagai skema pengabdian kepada masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri. Program ini tidak sekadar menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi dan solusi yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

Apresiasi terhadap capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan KKN Award 2026 yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada dosen berprestasi di bidang riset dan publikasi ilmiah. Kegiatan berlangsung di Auditorium Kampus Utama UMRI, Ahad (25/10/2026), dengan penyerahan penghargaan secara langsung oleh Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A.

 

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRI, Dr. Aidil Haris, S.Sos., M.Si., mengatakan, pelaksanaan KKN tahun ini mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat di lokasi pengabdian.

 

Menurutnya, mahasiswa UMRI berhasil menghasilkan berbagai produk teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Bahkan, sejumlah desa meminta agar program KKN UMRI kembali dilaksanakan di wilayah mereka.

 

“Banyak apresiasi yang disampaikan kepada mahasiswa UMRI dari desa-desa tempat mereka melaksanakan KKN. Mahasiswa kita telah menghasilkan berbagai produk teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan, sejumlah desa meminta agar program KKN UMRI kembali dilaksanakan di wilayah mereka,” ungkap Aidil.

 

Ia menilai, apresiasi tersebut menunjukkan bahwa KKN mampu melampaui fungsi akademik dan menjadi ruang penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.

 

LPPM UMRI pun berkomitmen meningkatkan kualitas program pengabdian agar semakin inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

 

Rektor UMRI: Mahasiswa Harus Hadirkan Dampak Nyata

 

Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., mengapresiasi LPPM serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN dan pemberian penghargaan kepada dosen berprestasi.

 

Menurut Saidul, KKN memiliki posisi istimewa dalam pendidikan tinggi karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari realitas kehidupan masyarakat.

 

Namun, ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat pengabdian. Mereka juga harus menghadirkan perubahan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

 

“Saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinakhodai oleh LPPM. KKN sesungguhnya memiliki tempat yang istimewa dalam dunia pendidikan tinggi. Inti dari KKN adalah kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi di tengah masyarakat. Namun, tidak cukup hanya beradaptasi; mahasiswa juga harus mampu menghadirkan dampak dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Ia berharap pengalaman KKN dapat membentuk mahasiswa yang memiliki kepekaan sosial, kreativitas, serta tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

 

Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi dapat diterapkan untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

 

UMRI Beri Penghargaan kepada Dosen Produktif dan Peneliti

 

Selain menyoroti keberhasilan pengabdian mahasiswa, UMRI memberikan penghargaan kepada dosen berprestasi sebagai bentuk apresiasi terhadap produktivitas akademik, publikasi ilmiah, dan kontribusi riset.

 

Penghargaan tersebut diberikan dalam empat kategori, yakni Dosen Paling Produktif berdasarkan Skor SINTA Tiga Tahun, Publikasi Internasional Bereputasi berdasarkan jumlah dokumen Scopus, Publikasi Nasional Bereputasi berdasarkan jumlah dokumen Garuda, serta Publikasi Ilmiah Paling Berdampak berdasarkan H-Index Google Scholar.

 

Pada kategori Dosen Paling Produktif berdasarkan Skor SINTA Tiga Tahun, peringkat pertama diraih Assoc. Prof. Edi Ismanto, M.Kom., Ph.D., dengan skor 852,6.

 

Peringkat kedua ditempati Assoc. Prof. Ilham Hudi, M.Pd., dengan skor 591,25, sedangkan peringkat ketiga diraih Diki Arisandi, M.Kom., Ph.D., dengan skor 568,5.

 

Sementara itu, pada kategori Publikasi Internasional Bereputasi berdasarkan jumlah dokumen Scopus, Prof. Ir. Ahmad Kafrawi Nasution, M.T., Ph.D., menempati peringkat pertama dengan 41 dokumen.

 

Posisi kedua diraih Romi Fadli Syahputra, S.Si., M.Si., dengan 35 dokumen, disusul Prof. Dr. Jufrizal Syahri, M.Si., di peringkat ketiga dengan 33 dokumen.

 

Pada kategori Publikasi Nasional Bereputasi berdasarkan jumlah dokumen Garuda, Linda Hetri Suriyanti, S.E., M.Ak., Ak., CA., Ph.D., meraih peringkat pertama dengan 112 dokumen.

 

Annie Mustika Putri, S.E., M.Ak., Ak., CA., menempati peringkat kedua dengan 101 dokumen.

 

Adapun penghargaan Publikasi Ilmiah Paling Berdampak berdasarkan H-Index Google Scholar diberikan kepada Dr. Zul Azmi, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., dengan H-Index sebesar 21.

 

Integrasikan Pendidikan, Riset, dan Pengabdian

 

Pelaksanaan KKN 2026 dan pemberian penghargaan dosen berprestasi menjadi bagian dari upaya UMRI memperkuat integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Melalui program tersebut, UMRI mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus kepekaan terhadap persoalan sosial. Di sisi lain, apresiasi kepada dosen diharapkan semakin memacu produktivitas riset dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

 

UMRI berharap upaya tersebut dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Komitmen ini sejalan dengan visi UMRI untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkemajuan, dan berdampak bagi semesta.

 

(Muhansir/UMRI)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!