Mahasiswa Penjas UMS Borong 22 Medali di PORPROV Jateng 2026

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tampil gemilang dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah XVII Tahun 2026. Berlaga di wilayah Semarang Raya, mahasiswa Penjas UMS berhasil membawa pulang 22 medali, terdiri atas 7 emas, 7 perak, dan 8 perunggu.

 

Perolehan tersebut menjadi bukti kontribusi mahasiswa UMS dalam pengembangan olahraga prestasi di Jawa Tengah. Sejumlah cabang olahraga menjadi arena perjuangan mahasiswa, di antaranya rugby, pencak silat, panahan, petanque, dan anggar.

 

Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Jasmani UMS memiliki potensi kompetitif yang tidak hanya berkembang melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam kejuaraan olahraga tingkat provinsi.

 

Salah satu cabang olahraga yang memberikan kontribusi medali terbanyak adalah rugby. Pembinaan cabang olahraga tersebut di lingkungan mahasiswa Pendidikan Jasmani FKIP UMS diampu oleh Dr. Imron Nugroho Saputro, S.Pd., M.Pd.

 

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan, latihan terprogram, kekompakan tim, serta kesiapan atlet dalam menghadapi persaingan. Rugby menjadi salah satu kekuatan yang turut mendongkrak perolehan medali mahasiswa Penjas UMS di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

 

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian para mahasiswa-atlet. Dukungan fakultas telah diberikan sejak pelepasan mahasiswa-atlet di Kampus 1 UMS pada 16 Oktober 2026.

 

Dalam kesempatan tersebut, Anam menekankan pentingnya sportivitas, perjuangan, disiplin, dan tanggung jawab dalam membawa nama baik institusi maupun daerah.

 

Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil proses panjang yang melibatkan kerja keras atlet, dukungan pelatih, pembinaan organisasi olahraga, serta lingkungan akademik yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa.

 

Perolehan 22 medali tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan menorehkan prestasi di bidang olahraga.

 

Wakil Dekan III FKIP UMS bidang kemahasiswaan, Dr. Nur Subekti, M.Or., yang juga mengampu pembinaan pencak silat UMS, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berjuang dalam kompetisi tersebut.

 

Ia menilai prestasi olahraga bukan sekadar persoalan perolehan medali, melainkan juga bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab.

 

“Capaian ini patut diapresiasi karena mahasiswa telah menunjukkan kemampuan dan semangat juang dalam kompetisi tingkat provinsi. Prestasi tidak hanya diukur dari medali yang diperoleh, tetapi juga dari proses latihan, kedisiplinan, sportivitas, dan komitmen untuk memberikan penampilan terbaik,” ungkap Nur Subekti.

 

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas latihan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

 

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menyebut raihan 7 emas, 7 perak, dan 8 perunggu sebagai kebanggaan bagi program studi dan universitas.

 

Menurutnya, pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa Pendidikan Jasmani memiliki potensi untuk berkembang secara seimbang, baik dalam bidang akademik maupun olahraga prestasi.

 

Eko juga menilai keikutsertaan mahasiswa dalam PORPROV menjadi pengalaman pembelajaran nyata. Melalui kompetisi, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan keolahragaan, memahami strategi pertandingan, membangun mental kompetitif, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam tim.

 

“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang telah berjuang dan meraih prestasi di PORPROV Jawa Tengah XVII. Capaian 22 medali ini merupakan kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS,” tuturnya.

 

Ia berharap prestasi tersebut menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat budaya berprestasi, dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.

 

Lebih jauh, keberhasilan mahasiswa Penjas UMS di PORPROV Jateng XVII menunjukkan pentingnya sinergi antara pendidikan akademik dan pengembangan olahraga prestasi. Pengalaman bertanding menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami pembinaan atlet, manajemen pertandingan, kepemimpinan, hingga pengembangan prestasi olahraga.

 

Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS pun diharapkan terus memperkuat pembinaan melalui dukungan akademik, pendampingan, dan pengembangan potensi mahasiswa di berbagai cabang olahraga.

 

Dengan torehan 22 medali, mahasiswa Penjas UMS tidak hanya membawa pulang penghargaan dari arena pertandingan, tetapi juga membuktikan kontribusi nyata dalam mengharumkan nama almamater dan daerah. Capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus berlatih, berkompetisi, dan menembus prestasi di tingkat regional maupun nasional. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!