Enam Tahun Berjalan, Kelas Inspirasi SD Muhammadiyah 1 Solo Libatkan Orang Tua

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah. Keterlibatan orang tua juga menjadi kunci dalam membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, dan menggali potensi anak. Semangat itulah yang terus dihidupkan SD Muhammadiyah 1 Solo melalui program Kelas Inspirasi yang telah berlangsung selama enam tahun.

 

Kegiatan yang digelar Kamis (5/11/2026) tersebut menghadirkan orang tua siswa sebagai pengajar sekaligus inspirator. Mereka berbagi pengetahuan, pengalaman profesi, hingga keterampilan praktis untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada peserta didik.

 

Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, mengatakan Kelas Inspirasi merupakan salah satu program unggulan sekolah untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan kehidupan nyata.

 

“SD Muhammadiyah 1 Solo telah menggelar Kelas Inspirasi selama enam tahun. Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar langsung dari berbagai profesi dan keterampilan,” ujar Sri Sayekti saat membuka kegiatan di Aula Sekolah Sehat.

 

Menurutnya, keterlibatan orang tua merupakan wujud kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan karakter, prestasi, serta optimalisasi potensi siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

 

Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung kebijakan pemerintah melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), yakni program pendidikan yang mengintegrasikan materi pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.

 

Beragam kegiatan menarik disuguhkan dalam Kelas Inspirasi tahun ini. Siswa diajak mengenal kearifan lokal melalui praktik membuat batik jumputan, belajar berwirausaha bersama Pukis Badran, merangkai buket, menghias donat, membuat burger, hingga mengikuti kelas memasak bersama SFA Steak.

 

Tidak hanya itu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai profesi, seperti barista, tenaga farmasi dan apoteker, serta konten kreator. Pengetahuan literasi keuangan turut diberikan melalui pengenalan cara menyimpan uang secara aman, mulai dari menggunakan celengan hingga mengenal layanan perbankan.

 

“Anak-anak tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga mencoba langsung. Harapannya, mereka lebih percaya diri, kreatif, dan memiliki motivasi untuk meraih cita-cita,” jelas Sayekti.

 

Aspek pendidikan karakter dan kesehatan juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Siswa mendapatkan materi pencegahan perundungan atau bullying, dongeng keteladanan Nabi Muhammad SAW, gaya hidup halal, serta edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan pencernaan melalui program Pahlawan Perut Sehat.

 

Kepedulian terhadap lingkungan diperkuat melalui kampanye menjaga laut dan kreativitas ramah lingkungan bertajuk Si Owl Perca Gemoy. Kegiatan tersebut mengusung pesan “Satu Perca Terselamatkan, Satu Bumi Tersenyum” sebagai ajakan memanfaatkan kain perca agar memiliki nilai guna.

 

Pengalaman belajar siswa semakin beragam dengan kegiatan bermain sepatu roda dan pengenalan berbagai jenis reptil. Seluruh rangkaian dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman langsung melalui pendekatan belajar yang menyenangkan.

 

Pembukaan Kelas Inspirasi dipandu Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko. Melalui program yang telah berjalan enam tahun tersebut, sekolah berharap sinergi antara orang tua dan guru semakin kuat dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.

 

Sayekti menegaskan, pendidikan anak membutuhkan keterlibatan berbagai lingkungan, bukan hanya sekolah dan keluarga. Hal itu sejalan dengan konsep empat pusat pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah, masyarakat, serta media dan teknologi.

 

“Enam tahun berjalan, Kelas Inspirasi membawa pesan sederhana, mendidik anak bukan hanya tugas guru. Orang tua juga mempunyai ruang untuk menyalakan mimpi dan membuka jendela masa depan anak,” pungkasnya.

 

Melalui Kelas Inspirasi, SD Muhammadiyah 1 Solo menunjukkan bahwa kolaborasi orang tua dan sekolah dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Anak-anak tidak sekadar mengenal berbagai profesi dan keterampilan, tetapi juga belajar tentang karakter, kemandirian, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!