SOLO, MENARA62.COM – Silaturahmi Akbar Guru Muhammadiyah Jawa Tengah yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (7/11/2026), menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar-amal usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di bidang pendidikan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antarguru Muhammadiyah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi untuk saling mengenalkan potensi, berbagi keunggulan, serta mendorong peningkatan kualitas AUM di berbagai daerah.
Ketua Program Studi Magister Administrasi Pendidikan (MAP) FKIP UMS, Prof. Harsono, menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, silaturahmi akbar ini menjadi kesempatan bagi UMS untuk memperkenalkan kapasitas dan keunggulan institusi sekaligus membangun sinergi dengan pengembangan Muhammadiyah secara lebih luas.
Ia menjelaskan, UMS yang telah meraih akreditasi unggul, baik pada tingkat institusi maupun program studi, memiliki potensi untuk berkontribusi dalam penguatan AUM di berbagai wilayah.
“Ini merupakan proses sosialisasi internal Universitas Muhammadiyah Surakarta yang memiliki akreditasi unggul, baik di tingkat institusi maupun program studi, untuk dapat bersinergi dengan pengembangan Muhammadiyah secara keseluruhan,” ungkapnya.
Menurut Harsono, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi seluruh elemen Muhammadiyah untuk saling mengenal, menyampaikan program kerja, serta memperkenalkan keunggulan masing-masing AUM.
Melalui komunikasi dan kolaborasi tersebut, AUM yang masih membutuhkan pendampingan diharapkan dapat memperoleh dukungan dari institusi atau lembaga lain yang telah berkembang lebih maju.
Dengan demikian, kemajuan Muhammadiyah tidak hanya bertumpu pada kekuatan masing-masing institusi, tetapi juga dibangun melalui semangat saling menguatkan dan tumbuh bersama.
Harsono menilai, penguatan sinergi internal menjadi semakin penting di tengah perkembangan Muhammadiyah yang kini memasuki tahap internasionalisasi. Kehadiran Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara menjadi bukti bahwa gerakan persyarikatan telah berkembang melampaui batas wilayah nasional.
Karena itu, ia berharap seluruh elemen Muhammadiyah, khususnya di Jawa Tengah, dapat menyambut perkembangan tersebut dengan kesiapan dan kolaborasi yang lebih kuat.
“Muhammadiyah sekarang sudah menapaki proses internasionalisasi. Tidak sedikit Cabang Istimewa Muhammadiyah yang ada di luar negeri. Ini perlu kita sambut bersama-sama. Kita harus gayung bersambut untuk dapat maju bersama-sama,” tegasnya.
Ia berharap Silaturahmi Akbar Guru Muhammadiyah Jawa Tengah tidak berhenti sebagai agenda pertemuan semata, tetapi mampu melahirkan kerja sama konkret yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan dan penguatan AUM.
Melalui semangat silaturahmi, kolaborasi, dan saling menguatkan, Muhammadiyah diharapkan semakin solid dalam membangun kekuatan pendidikan sekaligus memperluas kontribusinya bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. (*)

