SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menghibahkan satu unit mobil kepada Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat mobilitas dan koordinasi Majelis Diktilitbang dalam membina 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.
Penyerahan hibah berlangsung pada Sabtu (7/11/2026), ditandai dengan penandatanganan dokumen hibah oleh Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Badan Pembina Harian (BPH) UMS Drs. H. Marpuji Ali, M.Si., dan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. Prosesi tersebut disaksikan para wakil rektor UMS.
Sekretaris UMS Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., menjelaskan, hibah kendaraan tersebut merupakan tindak lanjut dari hibah Bank Jateng Syariah kepada UMS. Selanjutnya, UMS menyalurkan bantuan itu untuk mendukung kelancaran tugas Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Menurut Andy, Majelis Diktilitbang memiliki peran strategis dalam mengawal keberlangsungan dan perkembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah. Dengan jaringan 165 PTMA yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, diperlukan fasilitas operasional yang memadai untuk menunjang koordinasi dan kunjungan ke perguruan tinggi.
“165 PTMA di Indonesia yang dinaungi oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, sehingga sangat membutuhkan fasilitas mumpuni dalam melakukan mobilitas dan koordinasi. Maka, UMS selaku kampus yang di bawah naungan Majelis Diktilitbang Muhammadiyah turut men-support mobilisasi tersebut,” jelasnya.
Andy menambahkan, sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan tinggi yang memiliki skala besar, UMS berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan institusinya sendiri, tetapi juga mendorong kemajuan AUM lainnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program bantuan kepada perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan persyarikatan secara kolektif.
“UMS juga terus menggalakkan program bantuan kepada AUM perguruan tinggi yang lainnya, sebagai bentuk kontribusi UMS dalam mengembangkan persyarikatan secara kolektif,” tambahnya.
Ia berharap kendaraan yang dihibahkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperlancar aktivitas Majelis Diktilitbang, khususnya dalam menjalankan koordinasi, pembinaan, serta mobilisasi ke berbagai PTMA di Indonesia.
Bantu Operasional Majelis Diktilitbang
Sementara itu, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UMS atas bantuan kendaraan tersebut.
Bambang mengakui, ketersediaan kendaraan operasional di lingkungan majelis masih terbatas. Karena itu, tambahan satu unit mobil dari UMS menjadi dukungan berarti bagi kelancaran pelaksanaan tugas organisasi, terutama dalam menjangkau perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di berbagai daerah.
“Tentunya kami berterima kasih banyak kepada UMS. Alhamdulillah kami dapat hibah mobil dari UMS. Karena jumlah mobil kami juga minim, sehingga ini menjadi kemudahan bagi kami dalam menjalankan tugas penting majelis untuk berkunjung ke setiap PTMA se-Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bambang berharap UMS dapat terus mempertahankan konsistensinya dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah. Kontribusi tersebut dinilai penting agar manfaat keberadaan perguruan tinggi tidak hanya dirasakan oleh institusi, tetapi juga masyarakat luas dan persyarikatan.
Ia juga berharap UMS semakin berkembang, memperoleh kepercayaan masyarakat, serta memiliki kekuatan kelembagaan dan finansial yang semakin baik sehingga mampu memperluas kontribusinya.
“Semoga UMS tetap jaya, memiliki banyak mahasiswa, mempunyai kekuatan secara finansial, dan yang paling penting selalu bisa memberikan keberdampakan bagi masyarakat dan persyarikatan,” pungkasnya.
Hibah kendaraan operasional ini menjadi salah satu wujud kontribusi UMS dalam memperkuat sinergi antarlembaga di lingkungan Muhammadiyah. Lebih dari sekadar bantuan fasilitas, langkah tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dan tanggung jawab kolektif untuk mendorong kemajuan pendidikan tinggi Muhammadiyah di tingkat nasional. (*)

