29.6 C
Jakarta

Animo Pendaftar ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Meningkat

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – ITS PKU Muhammadiyah Surakarta sedang membuka penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun ajaran 2021/2022 sejak 1 Oktober 2020 hingga 31 Agustus 2021. Pendaftar PMB ITS PKU Muhammadiyah saat ini telah mencapai ribuan menunjukkan animo pendaftar semakin meningkat.
Wakil Rektor III ITS PKU Muhammadiyah Sri Mintarsih mengatakan proses PMB ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, tidak terkendala dengan adanya masa pandemi tahun kedua ini. Sebab pihak kampus telah menerapkan sistem online yang simple. Yakni dengan mengupload nilai rapor. Calon mahasiswa cukup mendaftar dari rumah saja.
“Kami memiliki delapan program studi (prodi). Di antaranya D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, D4 Keperawatan Anestesiologi, D4 Teknologi Rekayasa Elektromedis, S1 Informatika, S1 Gizi, S1 Keperawatan, dan S1 Profesi Ners,” sebut Sri Mintarsih, Kamis (10/6).
Ada dua jalur PMB yang dilaksanakan tahun ini. Yakni reguler termasuk program beasiswa KIP kuliah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dan beasiswa lainnya. Serta jalur program kelas karyawan, yaitu untuk prodi S1 Profesi Ners, D4 Keperawatan Anestesiologi, S1 Informatika, dan D4 Teknologi Rekayasa Elektromedis.
“PMB tahun ini di dalam periode yang sama, dibanding sebelum pandemi. Ini mengalami peningkatan jumlah animo pendaftar dan jumlah calon mahasiswa yang registrasi,” ujarnya.


“Alhamdulillah kami punya prodi unggulan yang mempunyai peluang kerja sangat besar diantaranya prodi D4 Keperawatan Anestiologi dan D4 Teknologi Rekayasa Elektromedis. Untuk anestesi di Indonesia baru ada tujuh yang benar-benar beroperasional. Sehingga banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia yang mendaftar ke ITS PKU Muhammadiyah Surakarta. Karenanya saat ini memang mengalami peningkatan animo pendaftar yang signifikan,”tambah Kepala Lembaga Pengembangan Institusi dan Kerja Sama Anis Prabowo.
Sedangkan elektromedis, banyak masyarakat yang belum paham apa itu elektromedis. Padahal prodi ini sangat menjanjikan. Sebab, jumlah produk lulusan elektromedis tidak sebanyak dengan kebutuhan rumah sakit. Malah bisa dikatakan kekurangan.
“Elektromedis itu kombinasi bidang teknik dan medis. Jadi, tugasnya untuk mengelola alat-alat medis. Ketika alat-alat rusak yang mengatasi itu elektromedis. Contohnya alat pendengar detak jantung sampai alat ronsen,” bebernya. (tg/*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!