27 C
Jakarta

Bank Syariah Harus Berbenah Diri, Optimalkan Pembiayaan UMKM

Baca Juga:

Akselerasi Dekarbonisasi, Kementerian BUMN Resmikan Tiga PTBg Limbah Sawit PTPN V

  JAKARTA, MENARA62.COM - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I Pahala Nugraha Mansury meresmikan tiga pembangkit tenaga biogas milik PT Perkebunan Nusantara V (PTPN...

BNI Kucurkan Kredit Investasi, Biayai Garudafood Rp1 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Ekspansi kinerja ekonomi riil pada akhir tahun ini semakin menguat. Kerja sama strategis antar pelaku usaha besar dengan perbankan pun semakin...

Menperin: Penerapan Industri Hijau Terbukti Mampu Menghemat Energi Hingga Rp3,2 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal...

BSN Luncurkan Etalase Digital Produk UMKM Ber-SNI

JAKARTA, MENARA62.COM - Guna lebih mengenalkan produk UMKM ber-SNI kepada masyarakat dan membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui platform digital, Badan Standardisasi Nasional (BSN) meluncurkan...

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati meminta stake holder industri perbankan Syariah untuk mulai berbenah diri. Hal tersebut disampaikan Anis menanggapi kritikan masyarakat terkait kinerja bank syariah.

Terlepas dari tanggapan dan kritik masyarakat itu benar atau salah dari sisi pemahaman akad syariahnya, tetapi kata Anis, yang pertama harus disikapi adalah bahwa kritik masyarakat kepada bank Syariah bukanlah karena mereka membenci Syariah atau agama Islam.

“Harus betul-betul dibedakan bahwa agama Islam memang adalah sebuah agama yang diyakini kebenarannya, tetapi menganggap bahwa bank Syariah lepas dari kesalahan adalah sebuah sikap yang berlebihan pula dengan selalu mengatakan bahwa masyarakat belum paham akad yang digunakan di bank Syariah“ ujar Anis dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/7/2021).

Anggota Fraksi PKS DPR RI ini menyayangkan bank syariah yang masih belum optimal menyalurkan pembiayaan UMKM, dan juga belum digunakannya akad mudharabah dan musyarakah yang murni berbagi hasil dan berbagi rugi kepada para pengusaha kecil.

Selain itu, Anis  juga mengkritik sudut pandang regulator dalam pengembangan ekosistem Syariah terutama perbankan Syariah yang terlihat sangat mementingkan perluasan market share semata.

“Kita mengkhawatirkan ketika perbankan Syariah lebih fokus untuk memperbesar market share lewat ekspansi pembiayaannya yang tidak fokus kepada UMKM untuk mengejar target pada jumlah aset tertentu, akan berdampak kepada industri Syariah kehilangan ruh kebersamaan dengan umat Islam” katanya.

Anis menegaskan lebih lanjut ketidakpercayaan masyarakat terhadap diferensiasi operasional bank yang menggunakan nama Syariah akan membuat bank Syariah kehilangan konteks dan relevansinya. “Ketidakpercayaan ini jika tidak dimitigasi secara proper akan memunculkan anggapan bahwa para pelaku bank Syariah dianggap menghianati Syariah itu sendiri karena masyarakat memiliki ukurannya sendiri dalam menilai operasional bank” imbuhnya.

Wakil Ketua BAKN DPR RI yang memiliki gelar S3 di bidang ekonomi syariah ini juga mengingatkan kepada institusi perbankan Syariah untuk selalu memperbaiki diri baik dari sisi layanan, GCG, inovasi produk, maupun pengedepanan substansi Syariah agar tidak terlalu terjebak dengan kompleksitas akad.

“Kedepan kita ingin melihat bahwa perbankan Syariah menjadi bank pilihan, dimana orang pergi ke bank Syariah bukan hanya orang yang sadar Syariah, tetapi juga orang yang perduli dengan layanan yang baik, produk-produk inovatif, dan bisa memenuhi kebutuhan konsumen,” ujarnya

Anis mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga iklim ekonomi, politik dan sosial yang kondusif untuk perkembangan perbankan Syariah.

Sehingga bank Syariah bisa tumbuh berkembang menjadi salah satu alternatif sistim yang menyumbang terhadap perekonomian nasional.

“Perbankan Syariah sebagai institusi yang membawa label syariah sudah punya mekanisme pengawasan yang sangat ketat baik oleh OJK maupun oleh DSN/DPS. Jika ada persoalan yang dianggap persoalan pribadi nasabah dengan Bank Syariah sebaiknya menggunakan mekanisme yang berlaku, baik melalui arbitrase syariah maupun lewat jalur hukum lainnya” katanya

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Akselerasi Dekarbonisasi, Kementerian BUMN Resmikan Tiga PTBg Limbah Sawit PTPN V

  JAKARTA, MENARA62.COM - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I Pahala Nugraha Mansury meresmikan tiga pembangkit tenaga biogas milik PT Perkebunan Nusantara V (PTPN...

BNI Kucurkan Kredit Investasi, Biayai Garudafood Rp1 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Ekspansi kinerja ekonomi riil pada akhir tahun ini semakin menguat. Kerja sama strategis antar pelaku usaha besar dengan perbankan pun semakin...

Menperin: Penerapan Industri Hijau Terbukti Mampu Menghemat Energi Hingga Rp3,2 Triliun

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal...

BSN Luncurkan Etalase Digital Produk UMKM Ber-SNI

JAKARTA, MENARA62.COM - Guna lebih mengenalkan produk UMKM ber-SNI kepada masyarakat dan membantu memasarkan produk-produk UMKM melalui platform digital, Badan Standardisasi Nasional (BSN) meluncurkan...

Ketua PDM Way Kanan Resmikan Masjid Abdullah Komplek SMP Muhammadiyah Baradatu

  WAY KANAN, MENARA62.COM-Bertempat di masjid Abdullah Komplek Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Baradatu Way Kanan telah berlangsung kegiatan peresmian Masjid dengan nama masjid Abdullah...