25.6 C
Jakarta

Batu Pemecah Ombak Tidak Bisa Menahan Tsunami

Must read

“Koen Waras”, Sekadar Menggugah Kesadaran

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, bahkan grafiknya semakin naik. Sejumlah daerah dinyatakan sebagai zona merah, bahkan hitam. Korban terus berjatuhan. Sementara masyarakat tampaknya mulai abai...

Buku harus Bersaing dengan Teknologi Digital

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Sabtu 28 November kemarin, mantan wartawan Arys Hilman Nugraha dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Peberbit Indonesia (IKAPI) periode 2020-2025. Ia terpilih...

XL Axiata Raih Penghargaan Marketeers Youth Choice Brand of The Year 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Mendekati penghujung tahun 2020, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mendapatkan pengakuan dari masyarakat atas kualitas produknya. Melalui ajang Marketeers...

Alumni Belanda Berbagi Pemikiran Terkait Penanganan Covid-19 pada WINNER 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Penguatan kerjasama di pelbagai bidang dan lintas disiplin keilmuan di tengah dan pasca pandemic Covid-19 menjadi salah satu isu yang dibahas...

PADANG, MENARA62.COM – Batu grip atau batu pemecah ombak yang dibangun di pantai untuk mengantisipasi abrasi dan banjir rob, tidak bermanfaat untuk mengantisipasi tsunami. Keberadaan batu grip justeru bisa membahayakan.

“Gelombang tsunami itu akan menyapu batu grip tersebut dan membawanya bergulung-gulung ke daratan hingga berbahaya bagi makhluk hidup yang kena terjang,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Doni Monardo pada Rapat Koordinasi Mitigasi dan Penanganan Gempa-Tsunami bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah di Padang, seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/2/2019)

Menurutnya, jika diterjang tsunami cara yang paling baik adalah dengan mencari sesuatu yang mengapung dan bisa dinaiki, karena dalam arus tsunami itu sangat banyak material yang berpilin seperti dalam blender.

Ia menyebut pengalaman dalam tsunami Aceh, orang yang bisa menggapai sesuatu untuk mengapung punya kesempatan hidup lebih besar. Jika masuk dalam arus, kemungkinan hidup sangat tipis.

Doni merekomendasikan batu grip itu bisa diganti dengan pohon endemik yang telah terbukti bisa membantu meredam ganasnya gelombang tsunami.

Jenis pohon yang bisa dijadikan “benteng vegetasi” itu di antaranya cemara udang yang terbukti cukup efektif menahan efek gelombang tsunami di Phuket Thailand pada 2004 dan pohon bakau juga bisa membantu seperti halnya terjadi pada tsunami di Donggala, Sulteng, Oktober 2018.

Dia meminta jenis tanaman itu, yang saat ini telah ada, agar dilindungi dan tidak ditebang. Pihak yang mencoba menebang harus diberi sanksi tegas.

Kemudian pohon palaka yang sangat besar dengan tinggi bisa mencapai 40 meter. Pohon itu asal Ambon dan kemungkinan bisa dibiakkan di daerah lain, termasuk Sumbar.

Pohon pule, ketapang, waru, beringin dan mahoni diyakini juga cocok untuk meredam kuatnya gelombang tsunami.

“Nanti masing-masing daerah bisa menjajaki jenis pohon yang lebih cocok untuk ditanami di pinggir pantai sebagai benteng vegetasi,” katanya.

Selain itu, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota juga memperkuat koordinasi terutama untuk antisipasi jika bencana benar-benar terjadi.

“Dari pengalaman yang ada, saat bencana itu koordinasi paling sulit. Karena itu sejak awal harus dipersiapkan,” ujarnya.

Doni Monardo juga mengunjungi Mentawai secara langsung untuk melihat kesiapan masyarakat di kepulauan yang menyimpan potensi gempa 8,8 SR itu.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

“Koen Waras”, Sekadar Menggugah Kesadaran

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, bahkan grafiknya semakin naik. Sejumlah daerah dinyatakan sebagai zona merah, bahkan hitam. Korban terus berjatuhan. Sementara masyarakat tampaknya mulai abai...

Buku harus Bersaing dengan Teknologi Digital

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Sabtu 28 November kemarin, mantan wartawan Arys Hilman Nugraha dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Peberbit Indonesia (IKAPI) periode 2020-2025. Ia terpilih...

XL Axiata Raih Penghargaan Marketeers Youth Choice Brand of The Year 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Mendekati penghujung tahun 2020, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mendapatkan pengakuan dari masyarakat atas kualitas produknya. Melalui ajang Marketeers...

Alumni Belanda Berbagi Pemikiran Terkait Penanganan Covid-19 pada WINNER 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Penguatan kerjasama di pelbagai bidang dan lintas disiplin keilmuan di tengah dan pasca pandemic Covid-19 menjadi salah satu isu yang dibahas...

Dunia Harus Tahu Persoalan Bangsa Palestina Belum Selesai

JAKARTA, MENARA62.COM – Adara Relief Internasional kembali menghadirkan tokoh-tokoh pemuda Palestina untuk menceritakan kondisi negara tersebut sejak kaum zionis Israel menjajahnya. Kali ini Husammuddin...