SOLO, MENARA62.COM – Belajar kegiatan ekonomi tak harus selalu berlangsung di ruang kelas. Sebanyak 66 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo belajar langsung proses produksi, distribusi, hingga pemasaran roti melalui kegiatan outing class di pabrik dan outlet Roti Ganep’s Solo Tradition, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan bertema “Belajar Kegiatan Ekonomi (Produksi, Distribusi, Konsumsi)” ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar kontekstual kepada murid. Mereka diajak melihat secara langsung bagaimana konsep ekonomi yang dipelajari di sekolah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Dalam kunjungan tersebut, para murid mengamati tahapan pembuatan roti di dapur produksi, proses pengemasan, hingga distribusi dan penjualan produk di toko. Melalui pengalaman tersebut, mereka dapat memahami keterkaitan antara proses menghasilkan barang, menyalurkan produk kepada konsumen, dan kegiatan konsumsi.
Guru kelas V SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Agus Supardi, mengatakan bahwa kegiatan outing class menjadi salah satu upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan dekat dengan kehidupan nyata.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan nyata,” ujar Agus di sela-sela kegiatan.
Menurut Agus, kunjungan ke lingkungan usaha memberikan kesempatan kepada murid untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik di lapangan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai proses kegiatan ekonomi.
Antusiasme murid terlihat sepanjang kunjungan. Mereka berkesempatan mengamati langsung tahapan pembuatan hingga pemasaran roti, sekaligus mengenal berbagai proses yang harus dilalui sebelum sebuah produk sampai ke tangan konsumen.
Salah satu murid kelas V, Aqueena Clarabelle Khayla, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengetahuan baru melalui pengalaman belajar secara langsung.
“Saya senang sekali dengan kegiatan ini karena dapat belajar langsung tentang kegiatan ekonomi, mulai dari proses pembuatan, pengemasan, hingga pemasaran roti,” ungkap Aqueena.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap murid dapat memahami kegiatan ekonomi secara lebih utuh. Pembelajaran di luar kelas juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta membangun penghargaan terhadap proses dan kerja keras di balik produk yang digunakan sehari-hari.
Kunjungan ke pabrik roti ini menjadi contoh bahwa pembelajaran dapat berlangsung di berbagai lingkungan. Dengan melihat, mengamati, dan mengalami secara langsung, murid diharapkan tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. (*)
