32.9 C
Jakarta

Belanda, Negara Paling Bersahabat untuk Melanjutkan Studi

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Ade Ratnasari memilih Belanda untuk studi doktoralnya. Keputusannya tersebut bukan saja karena Belanda memiliki universitas yang hampir semuanya masuk peringkat 200 dunia, tetapi lebih dari itu, Belanda adalah negara yang sangat bersahabat untuk mahasiswa asing, terutama Indonesia.

“Saya tidak harus belajar Bahasa Belanda untuk bisa melanjutkan studi ke negara tersebut, tetapi cukup menguasai Bahasa Inggris. Karena semua kegiatan perkuliahan disampaikan dengan Bahasa Inggris,” kata Ade, dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (19/1).

Melalui pesan Whatshapp-nya, dosen yang kini tengah melanjutkan S3 di TU Delft Facultas Technology Policy and Management Lab ICT tersebut telah melakukan berbagai pertimbangan sebelum mengirimkan aplikasi studi doktornya. Banyak hal menjadi pertimbangan untuk memutuskan hal terpenting dalam perjalanan kariernya sebagai dosen.

Ia tidak memilih Amerika Serikat, karena di negara tersebut selain lebih jauh, juga karena isu terorisme sedemikian lekat. Ia juga tidak memilih Jerman atau Perancis karena banyak universitas yang mensyaratkan penguasaan Bahasa nasional negara yang bersangkutan.

Ade ratnasari
Ade Ratnasari, mahasiswa program doktor TU Delft- Belanda

“Bagi orang yang penguasaan Bahasa Inggrisnya pas-pasan seperti saya, Belanda bisa menjadi pilihan yang tepat,” tambah Ade yang melanjutkan studinya di Belanda melalui program beasiswa 5000 Doktor dari Kementerian Agama RI.

Menurutnya Belanda adalah negara yang menjanjikan banyak kemudahan bagi mahasiswa asing seperti dirinya. Termasuk kemudahan untuk mendapatkan makanan halal sebagai seorang muslim.

“Di Belanda, banyak sekali orang Indonesia. Ini tentu membuat kita sebagai orang asing menjadi jauh lebih nyaman,” tukas Ade.

Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijil mengemukakan saat ini ada sekitar 2.500 orang Indonesia melanjutkan studi di Belanda. Baik untuk studi tingkat sarjana, master, atau bahkan kursus-kursus pendek dengan durasi satu, dua atau tiga bulan.

“Animo masyarakat Indonesia untuk berstudi di Belanda terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Peter di sela Holland Scholarship Day 2019, Sabtu (19/1).

Itu sebabnya, acara Holland Scholarship Day selalu menyedot perhatian ribuan pelajar Indonesia. Termasuk Holland Scholarship Day ke-6 yang dikunjungi hampir 1.000 pelajar dari berbagai kota di Indonesia. Acara yang menyediakan informasi dan konsultasi langsung tentang berbagai opsi beasiswa studi ke Belanda tersebut selalu ditunggu-tunggu pelajar Indonesia.

Menurut Peter, cukup banyak pilihan bagi pencari beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke negeri Kincir Angin itu. Ada skema beasiswa yang pendanaannya bersumber langsung dari pemerintah Belanda, seperti StuNed, Orange Tulip Scholarship (OTS), Holland Scholarship, dan juga Orange Knowledge Programme (OKP).

Holand Scholarship Day
Sekitar 1000 pelajar Indonesia datangi Holand Scholarship Day 2019

Dari Indonesia sendiri juga tidak kalah banyaknya, ada LPDP, program BUDI dari Kemenristekdikti, termasuk juga program 5000 Doktor dari Kemenag, dan juga beasiswa dari institusi serta organisasi lainnya.

“Khabar baiknya, hampir separuhnya mahasiswa Indonesia yang studi di Belanda saat ini belajar dengan biaya sendiri. Artinya mereka bukan penerima beasiswa yang sesungguhnya memiliki kesempatan lebih besar untuk memilih negara lain sebagai tempat studi,” jelas Peter.

Peter mengungkapkan Belanda memiliki nilai lebih sebagai negara tujuan studi bagi pelajar Indonesia, dikarenakan faktor sejarah, budaya, dan juga hubungan bilateral yang erat dan komprehensif. Hal ini memberikan suatu zona nyaman bagi pelajar-pelajar Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Roel van der Veen, Kepala Bagian Politik Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia menekankan hubungan erat antara Belanda-Indonesia di bidang pendidikan sudah dirintis sejak zaman pra kemerdekaan. Di mana para pemimpin nasional mengenyam pendidikan di Belanda, seperti proklamator Muhammad Hatta dan Ki Hajar Dewantara. Bahkan tokoh-tokoh penting pemerintah, seperti Menlu Retno Marsudi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, tercatat sebagai alumni Belanda.

Roel van der Veen juga menitikberatkan pentingnya studi ke luar bukan hanya untuk mencari ilmu, namun yang lebih penting lagi adalah membuka wawasan dan merubah pola pikir.

Lebih lanjut, Roel van der Veen mendorong semua pencari beasiswa supaya tidak mudah menyerah karena banyak sekali beasiswa yang ditawarkan dari berbagai pihak untuk sekolah di luar negeri. Seorang pelamar beasiswa perlu mendapatkan informasi yang lengkap, bukan hanya tentang persyaratan, tetapi lebih jauh lagi tentang latar belakang dan tujuan dari setiap beasiswa, sehingga dapat membantu mempertajam motivasi.

Hal ini yang biasanya kurang disadari oleh para pencari beasiswa yang biasanya hanya berfokus pada usaha memenuhi persyaratan semata. Lebih jauh lagi disampaikan tentang faktor-faktor penyebab kegagalan beasiswa, yang terutama disebabkan oleh ketidaksiapan dan kekurang seriusan.

“Hal ini biasanya terlihat dari tidak lengkapnya dokumen dan kualitas motivation statement,” kata Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia.

Menurutnya informasi tentang studi di Belanda sangat penting agar calon mahasiswa memutuskan studinya dengan tepat.

Ia mencontohkan StuNed, yang merupakan beasiswa yang cukup populer untuk warga Indonesia, menitikberatkan pada faktor keunggulan (excellence) dan keterkaitan dengan area prioritas kerjasama Indonesia-Belanda. Program beasiswa StuNed, yang pada tahun ini telah berjalan selama 20 tahun sejak awal diluncurkan pada tahun 2000, menerapkan skema full coverage.

Ini merupakan beasiswa bilateral yang telah menghasilkan lebih dari 4.500 alumni dari berbagai disiplin ilmu. Para calon mahasiswa yang terpilih sebagai pemenang untuk mendapatkan beasiswa StuNed akan langsung memulai kuliahnya di Belanda pada September yang akan datang.

Informasi tentang StuNed dapat ditemukan di http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!