25.3 C
Jakarta

Bisikan Setan yang Halus

Baca Juga:

Muhammadiyah dan UGM TandaTangani MOU Penanganan Covid-19

  Yogyakarta, MENARA62.COM- Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan Universitas Gajah Mada (UGM), Kamis (15/04) menanda tangani nota kesepahaman bersama (MOU) dalam penanganan...

Bersinergi dengan MyPertamina, Tugu Insurance Bidik 1,5 Juta Pengguna MyPertamina

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pelanggan yang menggunakan aplikasi MyPertamina sekarang tidak hanya dapat menikmati harga hemat untuk setiap pembelian bahan bakar mesin (BBM) maupun berbagai...

Legislator Anis: Pembentukan Kementerian Investasi Bukan Solusi

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menghapus Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dari Kabinet Indonesia Maju dan meleburnya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penggabungan Kemenristek...

MDMC Serahkan Puluhan Unit Huntara di Sulawesi Barat

  Mamuju, MENARA62.COM- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) selesai melaksanakan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para penyintas gempa bumi di Sulawesi Barat. Huntara yang selesai...

‎“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan ‎menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari ‎kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ‎‎(kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan ‎manusia.”” — Q.S. An-Nas: 1-6)

Di dalam surat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk ‎berlindung kepada Allah dari was-was setan. Meski perintah ini ditujukan ‎kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mencakup perintah kepada kita ‎semua, umat manusia. Kita diperintahkan untuk selalu memohon perlindungan ‎kepada Allah Swt. dari segala bentuk kejahatan berupa bujuk rayu serta ‎bisikan (waswas) setan.‎

Di dalam al-Qur’an, kata waswasa dengan beragam bentuknya disebut ‎sebanyak lima kali, yaitu terdapat pada Q.S. Al-A’raf: 20, Q.S. Thaha: 120, ‎Q.S. Qaf: 16, Q.S. An-Nas: 4 dan 5.‎

Kata waswasa, menurut para ulama tafsir dapat diartikan dengan ‎ucapan yang tersembunyi (al-kalam al-khafi) atau bisikan halus. Adapun ‎pengertian waswasa dalam rangkaian ayat pada surat An-Nas di atas adalah ‎bisikan, bujuk rayu, serta tipu daya setan agar manusia ragu kepada Allah, ‎serta melakukan tindak kejahatan berupa maksiat kepada-Nya.‎

Kata waswasa ini kemudian diadopsi ke dalam bahasa Indonesia ‎menjadi waswas, yang berarti ragu-ragu, cemas, tidak tenang dan gelisah. ‎Kata ini biasanya digunakan untuk menunjukkan kondisi ketidakmantapan ‎hati untuk melakukan sesuatu, atau keraguan akan sesuatu.‎

Dalam rangkaian ayat di atas, sosok yang menebarkan benih-benih ‎keraguan melalui bisikan-bisikan halus ke dalam dada manusia adalah al-‎Khannas. ‎

Menurut Ath-Thabari dalam tafsirnya, al-Khannas adalah setan yang ‎membisikan kejahatan ke dalam dada manusia. Dia datang di saat seseorang ‎sedih dan senang. Ketika sedih, setan datang dengan bisikan keraguan akan ‎kekuasaan Allah. Dia membisikan ke dalam dada manusia agar tidak meyakini ‎takdir Allah. Sedangkan di saat senang setan datang dengan bisikan, agar ‎manusia bangga dan sombong atas apa yang didapatnya, sehingga dia ‎melupakan Allah.‎

Bisikan setan yang demikian halus itu seringkali membuai manusia. ‎Sehingga mereka tidak menyadari, di dalam hatinya telah dipenuhi oleh ‎bisikan dan bujuk rayu setan la’natullah.‎

Sepasang remaja yang tengah dimabuk asmara, misalnya, maka ‎bisikan halus setan seringkali membuai mereka. Mereka dijanjikan keindahan ‎dan kesenangan. Mereka pun terbuai, hingga akhirnya melakukan tindak ‎perzinahan. Mereka kelak menyesal setelah menyadari apa yang mereka ‎lakukan.‎

Seorang pedagang juga tidak luput dari bisikan setan. Setan ‎merayunya untuk melakukan tindak kecurangan dalam cara berdagangnya. Dia ‎janjikan keuntungan yang berlipat-lipat kepada si pedagang asal dia tidak ‎berlaku jujur.‎

Bahkan, bisikan setan juga menghampiri para ulama. Dia bisikan ‎kepada mereka, ilmu agama yang mereka miliki adalah yang terbaik, ‎sehingga mereka merasa seolah-olah mereka adalah orang yang paling mulia ‎dan paling layak dihormati. Mereka menganggap remeh orang lain yang ‎menurut mereka ilmunya lebih rendah.‎

Inilah bisikan-bisikan setan yang akan selalu mengintai kita dalam ‎segala kondisi. Maka, marilah kita senantiasa memohon perlindungan kepada ‎Allah SWT agar dijaga dari bisikan-bisikan setan yang terkutuk.‎

Ruang Inspirasi, Rabu (4/11/2020).

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!

Muhammadiyah dan UGM TandaTangani MOU Penanganan Covid-19

  Yogyakarta, MENARA62.COM- Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan Universitas Gajah Mada (UGM), Kamis (15/04) menanda tangani nota kesepahaman bersama (MOU) dalam penanganan...

Bersinergi dengan MyPertamina, Tugu Insurance Bidik 1,5 Juta Pengguna MyPertamina

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pelanggan yang menggunakan aplikasi MyPertamina sekarang tidak hanya dapat menikmati harga hemat untuk setiap pembelian bahan bakar mesin (BBM) maupun berbagai...

Legislator Anis: Pembentukan Kementerian Investasi Bukan Solusi

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menghapus Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dari Kabinet Indonesia Maju dan meleburnya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penggabungan Kemenristek...

MDMC Serahkan Puluhan Unit Huntara di Sulawesi Barat

  Mamuju, MENARA62.COM- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) selesai melaksanakan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para penyintas gempa bumi di Sulawesi Barat. Huntara yang selesai...

Sido Muncul Serahkan Bantuan Korban Banjir NTT Senilai Rp500 Juta Melalui Kemensos

JAKARTA, MENARA62.COM - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali mengirimkan bantuan untuk warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Flores, Nusa Tenggara...

Menara62 TV