34.5 C
Jakarta

Bolehkah Ibu Hamil Vaksinasi Covid-19? Ini Penjelasan Dokter Siloam Hospitals Balikpapan

Baca Juga:

BALIKPAPAN, MENARA62.COM –Ā  Vaksinasi Covid-19 hingga kini belum diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui. Hal ini dikarenakan kelompok ibu hamil dan ibu menyusui tidak disertakan ke dalam uji klinis vaksin Covid-19

ā€œTetapi pada prinsipnya vaksinasi Covid-19 dibutuhkan oleh setiap orang demi mendapatkan kekebalan sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona,ā€ kata dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan Siloam Hospitals Balikpapan, dr. I Wayan Sumo Yoga, SpOG, dalam sesi edukasi kesehatan melalui aplikasi zoom, Kamis (1/4/2021).

Dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019, yang dikeluarkan tanggal 2 Januari 2021, juga tidak mengikutsertakan kelompok ibu hamil dan menyusui ke dalam pentahapan kelompok prioritas penerima vaksin.

Diakui dr Yoga sampai saat ini belum ada data uji klinis vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil dan menyusui. “Belum ada bukti ilmiahnya,” imbuhnya.

Meski demikian badan kesehatan dunia WHO telah merekomendasikan bahwa vaksinasi Covid-19 dapat dipertimbangan pemberiannya pada ibu hamil dan ibu menyusui yang beresiko tinggi tertular virus Covid-19, seperti petugas kesehatan, dan memiliki kondisi kesehatan lain yang dapat memburuk jika tertular virus Covid-19. Keputusan vaksinasi ini bersifat individual dan harus didiskusikan terlebih dahulu dengan petugas kesehatan yang merawat.

Untuk ibu menyusui, lanjut dr Yoga, masih belum ada data bahwa vaksin Covid-19 dikeluarkan melalui air susu ibu (ASI). Pertimbangan manfaat manyusui harus dikedepankan sejalan dengan kebutuhan klinis ibu menyusui tersebut untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Rekomendasi dari perkumpulan dokter kebidanan dan kandungan Indonesia (POGI) menyatakan bahwa tenaga kesehatan garis terdepan menjadi prioritas menerima vaksinasi Covid-19, dan ibu hamil belum direkomendasikan mendapatkan vaksinasi Covid-19, karena penelitian yang ada belum melibatkan ibu hamil.

ā€œKarena itu solusinya, ibu hamil termasuk populasi yang rentan yang harus dilindungi dengan cara patuhi protokol kesehatan, suami dan anggota keluarga dewasa di rumah segera divaksinasi” tutur dr. I Wayan Sumo Yoga SpOG.

Pada sesi selanjutnya, dr. I Wayan Sumo Yoga, SpOG menjelaskan, untuk kalangan perempuan yang berencana mengikuti program kehamilan, sebaiknya ditunda dulu kehamilannya paling lama satu bulan (4 minggu) setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara lengkap.

“Pada masa vaksinasi Covid-19, diimbau agar mendapatkan jenis vaksin yang sama, agar terbentuk kekebalan tubuh yang optimal,ā€ tutur dr I Wayan Sumo Yoga, SpOG mengingatkan.

Lalu bagaimana dengan ibu menyusui yang sudah terinfeksi virus COVID-19? Menjawab pertanyaan salah satu peserta webinar, dikatakan dokter I Wayan Sumo Yoga, SpOG, pada dasarnya, ASI merupakan sumber makanan dan nutrisi yang terbaik untuk diberikan pada bayi yang baru lahir. Sampai saat ini belum terdeteksi virus Covid-19 dikeluarkan melalui ASI, oleh karena itu badan kesehatan dunia (WHO) menyampaikan bahwa ASI tetap diberikan dengan tetap jalani protokol kesehatan.

ā€œJika ibu dengan infeksi Covid-19 mengalami gejala yang berat, ASI bisa diberikan dengan metode diperah,ā€ pungkas dr. I Wayan Sumo Yoga SpOG.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!