26.2 C
Jakarta

UMS dan ‘Aisyiyah Rintis Green Senior School Lansia

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id bersama Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Colomadu menginisiasi Green Senior School (GSS) Hypertension Edition, sebuah model sekolah lansia yang mengintegrasikan pendidikan kesehatan, adaptasi perubahan iklim, dan dakwah lingkungan berbasis nilai-nilai Islam serta Kemuhammadiyahan.

 

Program tersebut diawali melalui kegiatan Ko-Kreasi Penyusunan Kurikulum dan Model Green Senior School Tahap I yang digelar di SMP Muhammadiyah 7 Colomadu. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merancang sekolah lansia yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mendorong lansia tetap aktif, mandiri, dan peduli lingkungan.

 

Green Senior School merupakan hasil kolaborasi Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi dan Sentra KI (DRPPS) UMS, Pusat Studi Penyakit Kronis UMS, dan PCA ‘Aisyiyah Colomadu dengan dukungan pendanaan dari RisetMu PP Muhammadiyah dan UMS.

 

Tim pengabdian dipimpin Dwi Linna Suswardany, S.KM., M.PH., bersama Dr. Riandini Aisyah, Wahyu Utami, Ph.D., Nur Hayati, M.M., serta tujuh mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS. Bersama kader dan pengurus ‘Aisyiyah, mereka menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia di Colomadu.

 

Program ini lahir sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia yang diiringi tingginya kasus hipertensi serta dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan kelompok lansia.

 

Melalui pendekatan lifelong learning, Green Senior School bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan lansia sekaligus memperkuat literasi adaptasi perubahan iklim, kepedulian terhadap lingkungan, serta dakwah yang memuliakan lansia melalui aksi nyata menjaga kelestarian bumi.

 

Sebagai fondasi program, Green Senior School mengusung visi menjadi sekolah lansia hijau berbasis organisasi ‘Aisyiyah yang unggul dan berkelanjutan dalam mewujudkan lansia yang sehat, bertakwa, mandiri, bermanfaat, dan bermartabat.

 

Visi tersebut diwujudkan melalui lima pilar utama, yakni penguatan kesehatan promotif dan preventif, pembinaan spiritualitas dan akhlak, peningkatan kemandirian melalui literasi kesehatan dan keterampilan hidup, pengembangan budaya gotong royong, serta penerapan gaya hidup hijau yang ramah lansia dan tangguh menghadapi perubahan iklim.

 

Ketua Tim Green Senior School UMS, Dwi Linna Suswardany, menegaskan keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

 

“Kekuatan Green Senior School terletak pada kolaborasi. UMS menghadirkan dukungan keilmuan dan hasil riset, sementara PCA ‘Aisyiyah Colomadu memiliki pengalaman panjang dalam mendampingi masyarakat. Sinergi ini kami harapkan mampu melahirkan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lansia dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

 

Dalam sesi ko-kreasi, peserta dibagi ke dalam kelompok diskusi untuk menyusun konsep pembelajaran, model pelaksanaan, struktur organisasi, hingga skema pembiayaan program. Berbagai masukan dari kader dan pengurus ‘Aisyiyah menjadi dasar penyempurnaan kurikulum agar lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

 

Hasil diskusi yang berlangsung pada 27 Juli 2026 menghasilkan rancangan Green Senior School sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan ramah lansia. Kurikulum tidak hanya memuat edukasi hipertensi dan kesehatan geriatri, tetapi juga olahraga ringan, pengajian, pembelajaran psikologis dan spiritual, keterampilan hidup, seni, hingga praktik Green Lifestyle melalui pembibitan tanaman, bercocok tanam, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA).

 

Seluruh aktivitas dirancang berbasis hasil riset sehingga mampu memberikan manfaat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual bagi para peserta.

 

Secara teknis, pembelajaran direncanakan berlangsung satu kali setiap pekan di ruang belajar yang ramah lansia. Tim juga akan melakukan survei kepada calon peserta untuk menentukan skema pembiayaan dan jadwal pelaksanaan yang paling sesuai agar program dapat menjangkau lebih banyak lansia.

 

Ketua PCA ‘Aisyiyah Colomadu, Ani Muntazmahal, berharap Green Senior School menjadi ruang pembelajaran yang sehat, aktif, religius, sekaligus ramah lingkungan.

 

“Green Senior School kami hadirkan sebagai ruang belajar yang sehat, aktif, religius, dan ramah lingkungan bagi lansia. Program ini dirancang sesuai kebutuhan masyarakat Colomadu agar bermanfaat dan dapat diikuti oleh berbagai kalangan,” katanya.

 

Sementara itu, Sekretaris PCA ‘Aisyiyah Colomadu, Dian Ardiyani, S.Th.I., S.T., M.Pd., menilai program tersebut membutuhkan dukungan seluruh pihak agar berkembang menjadi gerakan pemberdayaan lansia yang berkelanjutan dengan skema pembiayaan yang terjangkau.

 

Selain menyusun kurikulum, tim juga memetakan potensi jejaring 11 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), 14 Amal Usaha Pendidikan, serta menyiapkan kawasan PRA Baturan sebagai lokasi pembelajaran sekaligus kebun edukasi lansia.

 

Kebun tersebut akan dibangun dengan konsep raised bed ergonomis dan vertical garden, dilengkapi tanaman pangan, tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman aromatik, area duduk teduh, hingga media edukasi berbasis kode QR. Kawasan ini juga akan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas berbasis riset, seperti hortikultura terapeutik, stimulasi pancaindra, latihan relaksasi, dan mindful garden walk guna meningkatkan kesehatan fisik, psikologis, dan sosial lansia.

 

Melalui Green Senior School, UMS dan PCA ‘Aisyiyah Colomadu berharap para lansia tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat, penggerak keluarga, sekaligus teladan dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan peduli lingkungan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!