34.5 C
Jakarta

Bukan Sekadar Penyambut, Ini Peran Penting Duta Masta UMS

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengikuti rangkaian Masa Ta’aruf Penerimaan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026 di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Kamis (3/9/2026).

 

Di balik kemeriahan penyambutan tersebut, ada peran Duta Masta yang menjadi salah satu kunci kelancaran pelaksanaan Masta PMB UMS 2026. Mereka tidak sekadar menyambut mahasiswa baru, tetapi juga menjadi penghubung komunikasi antara universitas dan mahasiswa baru.

 

Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS sekaligus penanggung jawab Duta Masta, Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., mengatakan Duta Masta sengaja melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator agar komunikasi dengan mahasiswa baru lebih mudah dan dekat.

 

“Kenapa yang kita pilih mahasiswa, bukan dosen atau tenaga pendidik? Tentu karena bahasanya lebih mudah dipahami dan gaya komunikasinya lebih pas saat menyambut mahasiswa baru,” ujar Fatih, Jumat (4/9/2026).

 

Menurut Fatih, para Duta Masta telah melewati proses seleksi dan pembekalan secara daring maupun luring. Mereka kemudian bertugas mendampingi mahasiswa baru, baik secara langsung di lokasi maupun melalui sistem pembelajaran daring SPADA UMS.

 

Tak Hanya Menyambut, Duta Masta Kawal Kelulusan

 

Peran Duta Masta semakin penting karena mereka turut mengawal mahasiswa baru dalam menyelesaikan rangkaian Masta melalui SPADA UMS.

 

Fatih menjelaskan, para Duta Masta membantu mahasiswa baru yang mengalami kendala dalam mengakses maupun menggunakan SPADA. Pendampingan tersebut dilakukan agar seluruh peserta dapat memenuhi capaian yang dipersyaratkan untuk menyelesaikan Masta PMB 2026.

 

“Peran krusial Duta Masta itu juga mengawal kelulusan maba. Mereka memantau dan membantu maba yang kendala di SPADA agar capaian kelulusan bisa terpenuhi,” katanya.

 

Pengalaman menangani sekitar 7.000 peserta juga diharapkan menjadi ruang pengembangan kapasitas bagi para Duta Masta.

 

“Harapan kami, melalui pengalaman mengelola sekitar 7.000 peserta ini, value dan soft skill Duta Masta semakin meningkat, serta kelulusan Masta PMB tahun ini bisa mencapai 100%,” tegas Fatih.

 

Salah satu Duta Masta dari Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS, Ummi Khaira Lathifa, mengatakan tugas Duta Masta pada dasarnya adalah mengarahkan, membimbing, sekaligus menjadi sumber informasi bagi mahasiswa baru.

 

“Sebagian besar Duta Masta itu tugasnya mengoordinasi, mengarahkan, dan menjawab berbagai pertanyaan yang mereka tanyakan,” ujar Thifa.

 

Salah satu tugas yang dinilai krusial adalah memastikan mahasiswa baru dapat masuk atau login ke SPADA UMS. Sistem tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Masta, termasuk untuk mengonfirmasi keikutsertaan dan mengumpulkan berbagai penugasan.

 

Pendampingan melalui SPADA mencakup rangkaian Masta Universitas, Masta IMM, hingga Fakultaria.

 

Thifa mengaku sempat terkejut ketika ditunjuk sebagai Duta Masta. Namun, pengalaman tersebut justru memberikan pengalaman baru sekaligus tantangan untuk membangun kemampuan komunikasi dan tanggung jawab.

 

“Jujur awalnya kaget karena ditunjuk jadi Duta Masta. Campur aduk antara perasaan capek, senang, bahagia. Sebagai Duta Masta, kita juga harus memastikan para maba ini tidak ada miskomunikasi dalam menjalankan tugas dan sebagainya,” tuturnya.

 

Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk tetap semangat menjalani proses perkuliahan dan belajar menjadi pribadi yang semakin bertanggung jawab.

 

Kehangatan Duta Masta Hilangkan Kekhawatiran Maba

 

Peran Duta Masta juga dirasakan langsung oleh mahasiswa baru FKI UMS, Dhita Ayu Tifani dan Latifa Arsya. Keduanya mengaku mendapatkan kesan positif pada awal perjalanan sebagai mahasiswa.

 

Dhita mengaku sempat merasa ragu dan cemas sebelum mengikuti Masta. Bahkan, ia sempat terpikir untuk pulang. Namun, suasana yang dibangun para Duta Masta dan kakak tingkat membuat kekhawatiran tersebut perlahan hilang.

 

“Awalnya Dhita ragu dan takut, bahkan sempat ingin pulang. Tapi setelah melihat semangat teman-teman dan kehangatan kakak-kakak tingkat, Dita jadi termotivasi untuk terus berdiri di sini dan berkontribusi untuk UMS,” ungkapnya.

 

Dhita juga mengajak mahasiswa perempuan untuk tidak ragu mengejar impian dan mengambil peran dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Perempuan itu berhak untuk terus bersinar dan punya langkah untuk maju serta berdampak bagi masyarakat,” tegas Dhita.

 

Sementara itu, Arsya mengingatkan mahasiswa baru agar tidak terlalu terpaku pada kampus maupun program studi yang dipilih. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan selama mau terus belajar dan berproses.

 

“Buat teman-teman di luar sana, tetap semangat. Apa pun kampus dan jurusannya, yang tahu potensi dan daya saing kita adalah diri kita sendiri dan Allah. Selama apa yang kita kerjakan itu positif, yakinlah kita pasti bisa,” ujar Arsya.

 

Keberadaan Duta Masta akhirnya tidak hanya menjadi bagian dari teknis penyelenggaraan Masta PMB UMS 2026. Mereka juga menjadi wajah awal kampus yang membantu mahasiswa baru beradaptasi, memahami sistem akademik, menyelesaikan rangkaian kegiatan, sekaligus membangun kepercayaan diri untuk memulai kehidupan perguruan tinggi. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!