JAKARTA, MENARA62.COM – Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, menegaskan arah transformasi perusahaan melalui lima pilar utama, yakni peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, digitalisasi, optimalisasi aset, dan perluasan pasar. Strategi tersebut menjadi fondasi percepatan PTPN I menuju korporasi agroindustri yang tangguh, modern, dan berdaya saing global.
Dirut Abdul Rivai menegaskan itu dalam Forum Komunikasi Strategis Commander’s Call oleh Direksi, Regional Management, Pimpinan Unit Kerja, dan seluruh insan PTPN I secara luring maupun daring dari Jakarta, Senin (20/7/2026).
Forum tersebut menjadi media penyelarasan visi, penguatan komunikasi, dan konsolidasi organisasi agar seluruh elemen perusahaan bergerak dalam satu arah transformasi.
“Saya ingin memastikan seluruh insan PTPN I memahami tujuan yang sama dan bergerak bersama membangun perusahaan agroindustri yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Rivai.
Menurutnya, transformasi harus dengan pemahaman yang utuh terhadap kondisi perusahaan. Sebagai pengelola portofolio komoditas strategis, mulai dari karet, teh, kopi, tembakau, kelapa, pala, hingga tebu dan gula. PTPN I saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika pasar, peningkatan produktivitas, implementasi ESG, pengelolaan aset, hingga penyelesaian konflik agraria.
Empat Fokus Transformasi
Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan menetapkan empat fokus transformasi, yaitu optimalisasi operasional dan produktivitas.
Kedua, penguatan kepatuhan dan keberlanjutan (ESG), mitigasi risiko dan resolusi konflik, serta penguatan ketahanan dan ekspansi pasar.
Sedangkan Implementasinya dengan percepatan digitalisasi, validasi aset berbasis sistem geospasial, penguatan kinerja keuangan, pengembangan SDM.
Selain itu pembentukan Mobile Task Force berbasis teknologi informasi guna memperkuat pengamanan aset perusahaan.
“Transformasi harus menjadi budaya kerja. Setiap keputusan, langkah, dan inovasi harus bermuara pada peningkatan produktivitas. Juga penguatan tata kelola, serta penciptaan nilai bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Rivai.
Ia menambahkan, keberhasilan transformasi hanya dapat teraih melalui kolaborasi seluruh insan perusahaan.
“Keberhasilan transformasi PTPN I tergantung oleh kebersamaan seluruh Direksi, Regional Management, pimpinan unit kerja, hingga setiap insan perusahaan.
Dengan kolaborasi, profesionalisme, dan integritas, saya yakin PTPN I mampu menjadi perusahaan agroindustri yang semakin kuat, modern, dan berdaya saing global,” tutup Rivai.
Melalui Forum Komunikasi Strategis ini, PTPN I menegaskan komitmennya membangun budaya kerja yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada nilai tambah.
Sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional. (*)
