SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id bersama Pimpinan Cabang ’Aisyiyah (PCA) Colomadu merintis pendirian Sekolah Lansia ’Aisyiyah Colomadu. Program ini disiapkan untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan memiliki kehidupan spiritual yang kuat.
Sebagai langkah awal, Tim Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) FK UMS menggelar pelatihan bagi 29 kader kesehatan ’Aisyiyah se-Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Pelatihan yang berlangsung pada Jumat (25/9/2026) tersebut membekali kader dengan keterampilan pendampingan lansia berbasis Kedokteran Keluarga dan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK).
Ketua Tim Pengabdian FK UMS, Dr. dr. Anika Candrasari, M.Kes., Sp.KKLP., mengatakan, pendirian Sekolah Lansia menjadi salah satu upaya konkret untuk menjawab tantangan kesehatan lansia di tingkat komunitas.
Menurut dia, Colomadu memiliki populasi lansia yang cukup besar. Di sisi lain, penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian, sementara ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan masih terbatas.
“Pendirian Sekolah Lansia ’Aisyiyah di Colomadu ini hadir sebagai solusi konkret di tingkat komunitas. Melalui pendekatan Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer yang holistik, para kader dilatih tidak hanya untuk pendampingan fisik dan psikologis, tetapi juga mengintegrasikan nilai dakwah birrul walidain atau berbakti kepada orang tua,” terang Anika, Kamis (15/10/2026).
Kader Dibekali Keterampilan Skrining Kesehatan Lansia
Pelatihan tersebut melibatkan kader dari sejumlah Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (PRA), di antaranya Tohudan, Blulukan, Ngasem, dan Baturan. Mereka mendapatkan pembekalan teoretis dan praktik untuk meningkatkan kemampuan mengenali masalah kesehatan yang umum dialami lansia.
Materi pelatihan mencakup pemahaman fisiologi dan patofisiologi lansia, termasuk pengenalan tanda-tanda penyakit kronis. Para kader juga berlatih melakukan skrining kesehatan dasar, mulai dari pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Selain itu, peserta dibekali keterampilan mengukur berat dan tinggi badan, menentukan status gizi, mengukur lingkar perut, serta memberikan panduan aktivitas fisik yang aman bagi lansia.
Pembekalan tersebut diharapkan membuat pelayanan kesehatan yang sebelumnya dilakukan secara insidental dapat berkembang menjadi pendampingan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Salah satu peserta, Dian, mengaku mendapatkan manfaat langsung dari pelatihan tersebut. Ia menilai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh membantu kader meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga lanjut usia.
“Sebelumnya kami hanya melakukan pemeriksaan kesehatan secara insidental. Sekarang kami memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik untuk mendampingi lansia,” ujarnya.
Nilai AIK Perkuat Pendampingan Lansia
Tidak hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan fisik, pelatihan FK UMS juga mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam praktik pendampingan lansia.
Para kader diperkenalkan pada nilai ihsan, amanah, ta’awun, rahmah, dan birrul walidain. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan untuk memberikan pelayanan yang penuh kepedulian, tanggung jawab, kasih sayang, dan semangat saling membantu.
Pendekatan ini sejalan dengan visi ’Aisyiyah yang memadukan peningkatan kesehatan fisik dengan penguatan spiritualitas. Dengan demikian, pendampingan lansia diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, sosial, dan spiritual.
Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Nilai rata-rata tes kader naik dari 8,34 menjadi 9,17.
Peningkatan juga terlihat pada sejumlah kompetensi spesifik. Kemampuan menginterpretasikan lingkar perut meningkat dari 58,6 persen menjadi 96,6 persen. Sementara itu, pemahaman mengenai penanganan nyeri saat latihan fisik meningkat dari 51,7 persen menjadi 72,4 persen.
Capaian tersebut menjadi modal awal untuk menyiapkan kader yang lebih kompeten dalam mendukung operasional Sekolah Lansia ’Aisyiyah Colomadu.
UMS Serahkan Peralatan Skrining Kesehatan
Untuk mendukung keberlanjutan program, Tim P2M FK UMS menyerahkan bantuan peralatan kesehatan dan edukasi kepada PCA Colomadu. Bantuan tersebut meliputi paket skrining kesehatan berupa tensimeter digital, alat tes darah, alat ukur berat dan tinggi badan, perangkat olahraga sederhana, poster edukasi, serta buku modul Panduan Kader Kesehatan Lansia Berbasis AIK.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi sarana pendukung bagi kader dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara rutin sekaligus memperkuat kesiapan PCA Colomadu dalam mengembangkan Sekolah Lansia sebagai amal usaha baru.
Anggota tim pengabdi, Dr. dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes., Sp.KKLP., menjelaskan bahwa Sekolah Lansia nantinya dirancang sebagai wadah kegiatan rutin yang mencakup pemeriksaan kesehatan, senam, edukasi gizi, hingga pembinaan spiritual.
Melalui kegiatan tersebut, lansia diharapkan memperoleh akses pendampingan yang lebih terstruktur sekaligus memiliki ruang untuk tetap aktif dan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Anika Candrasari menegaskan, timnya berkomitmen mendampingi kader dan PCA Colomadu agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi kader dan PCA Colomadu. Harapan kami, Sekolah Lansia ini tidak hanya menjadi program temporer, tetapi menjadi amal usaha yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia di Colomadu,” pungkasnya.
Program P2M Batch III Tahun 2026 ini diperkuat tim dosen multidisiplin UMS, yakni dr. Rochmadina Suci Bestari, M.Sc., Dr. Riandini Aisyah, S.Si., M.Sc., dr. Nining Lestari, MPH, dan Azizah Fatmawati, S.T., M.Cs., serta melibatkan mahasiswa FK UMS.
Pimpinan PCA Colomadu menyambut baik sinergi dengan UMS dan menyatakan kesiapan untuk mengembangkan kegiatan Sekolah Lansia secara berkala. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas pelayanan kesehatan berbasis komunitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan lansia di wilayah Colomadu. (*)
