31.3 C
Jakarta

UM Bandung Terjunkan Ratusan Mahasiswa PAI ke Sekolah Mitra

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerjunkan ratusan mahasiswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengikuti program Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP), Rabu (14/10/2026).

 

Selama dua bulan, para mahasiswa akan menjalani praktik pendidikan di puluhan sekolah mitra yang tersebar di wilayah Bandung Raya. Sekolah tersebut meliputi jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.

 

Program ini menjadi bagian strategis dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi UM Bandung untuk mempersiapkan calon guru profesional yang tidak hanya menguasai teori pembelajaran, tetapi juga mampu menghadapi tantangan nyata di lingkungan sekolah.

 

Melalui PLP, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan mengajar, kepemimpinan, pengelolaan kelas, serta kepekaan sosial dalam menghadapi dinamika pendidikan di era digital.

 

Ketua Program Studi PAI UM Bandung, Dr Iim Ibrohim MAg, menegaskan bahwa PLP 2026 menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk bertransformasi dari pembelajar akademik menjadi praktisi pendidikan.

 

“Program PLP ini adalah kawah candradimuka bagi mahasiswa semester akhir. Kami tidak sekadar mengirim mahasiswa untuk mengajar, tetapi untuk mengasah kepemimpinan, kepribadian, dan keahlian pedagogik yang adaptif,” ujar Iim.

 

Menurut dia, tantangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada era modern semakin kompleks. Karena itu, calon pendidik perlu memiliki kemampuan menghadirkan pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, sekaligus relevan dengan kebutuhan peserta didik.

 

Guru PAI, lanjutnya, tidak hanya bertugas menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga berperan dalam membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa.

 

Mahasiswa Jalani Praktik Mengajar dan Pembinaan Karakter

 

Sekretaris Prodi PAI UM Bandung, Dr Hernawati MPd, menjelaskan bahwa selama dua bulan pelaksanaan PLP, mahasiswa akan menjalankan sejumlah tugas terstruktur di sekolah mitra.

 

Tugas tersebut mencakup penyusunan rancangan pembelajaran, pembuatan modul ajar, pengelolaan kelas, administrasi sekolah, hingga pendampingan kegiatan ekstrakurikuler.

 

Mahasiswa juga dilibatkan dalam pembinaan karakter dan kegiatan keagamaan siswa. Dengan demikian, pengalaman PLP tidak hanya berorientasi pada kemampuan mengajar, tetapi juga pada pemahaman terhadap ekosistem pendidikan secara menyeluruh.

 

“Para mahasiswa dibekali tanggung jawab penuh untuk berintegrasi dengan ekosistem sekolah. Mulai dari penyusunan modul ajar, pengelolaan dinamika siswa di kelas, administrasi sekolah, hingga keterlibatan dalam pembinaan karakter keagamaan siswa,” kata Hernawati.

 

Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap profesional selama mahasiswa menjalankan tugas. Mahasiswa juga diminta menjaga nama baik almamater serta membangun hubungan yang baik dengan pihak sekolah, guru, dan peserta didik.

 

Perkuat Sinergi Kampus dan Sekolah

 

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang juga pengurus Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr Supala MAg, menilai program PLP memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.

 

Menurut Supala, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perkembangan ilmu pengetahuan di kampus dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.

 

“Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra di Bandung Raya ini sangat strategis. PLP bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kontribusi nyata Muhammadiyah dalam membangun fondasi pendidikan nasional yang kuat,” ungkap Supala.

 

Ia menambahkan, mahasiswa PLP membawa wawasan keilmuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk diterapkan dalam praktik pembelajaran. Kehadiran mereka diharapkan turut memberikan kontribusi positif bagi sekolah mitra.

 

Melalui pendampingan dan pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa juga dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi guru, mulai dari pengelolaan kelas hingga pembentukan karakter peserta didik.

 

Supala berharap program ini mampu melahirkan lulusan PAI yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral, kedewasaan kepribadian, dan kesiapan mental untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.

 

Pelaksanaan PLP 2026 sekaligus menegaskan komitmen UM Bandung dalam menyiapkan calon pendidik yang profesional, adaptif, dan berkarakter Islami, serta berkontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!