29 C
Jakarta

Enam Mahasiswa UAD Terima Beasiswa ICT ke Malaysia

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Enam mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mendapatkan beasiswa International Credit Transfer (ICT) dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mereka akan belajar selama satu semester dengan mengambil mata kuliah yang telah disepakati bersama antara Program Studi (Prodi) UAD dan Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) mitra.

Keenam mahasiswa penerima beasiswa ICT berasal dua dari Prodi Sastra Inggris , dua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris S1, dan dua Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Hammam AliAlthaf Shah, dan Zumrotul Imanda Wachid Hakim mahasiswa dari Prodi BSA akan belajar di Universiti of Malaya.

Desti Nurwahidah dan Nabila Azzahra dari Prodi Sastra Inggris akan belajar di Universiti Teknologi MARA Malaysia. Sedang Umair dan Enggar Bagas Dewantara dari Prodi PBI S1 juga akan belajar di Universiti Teknologi MARA Malaysia.

UAD, Jumat (10/9/2022), memberikan pembekalan dan melepas keberangkatan enam mahasiswa penerima ICT dan dua mahasiswa penerima IISMA. Pembekalan dan Pelepasan ini dihadiri Rusydi Umar, ST, MT, PhD, Wakil Rektor Bidang Akademik UAD; Dwi Santoso, PhD, Kepala Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional; Ida Puspita, MA Res, Kepala Bidang Kerjasama Luar Negeri dan Koordinator ICT UAD; Dekan dan Kepala Prodi terkait, serta mahasiswa peraih beasiswa IISMA dan ICT.

Mahasiswa UAD saat mengikuti pembekalan ICT dan IISMA. (foto : heri purwata)

Ida Puspita mengatakan UAD sangat bersyukur, berturut-turut setiap tahun proposal ICT yang dikirimkan ke Dikti dapat lolos seleksi. Terlebih pada tahun ini, dana APBN untuk program ini menurun sehingga yang diterima jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. “Kepercayaan dan kesempatan emas ini sangat disyukuri oleh keluarga besar UAD,” kata Ida Puspita.

Menurut Ida Puspita, tidak banyak perguruan tinggi yang mendapatkan kesempatan yang sangat kompetitif ini di tahun 2022. “Semoga para mahassiwa penerima beasiswa ICT tidak menyia-nyiakan peluang berharga ini untuk belajar di luar negeri dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Pembekalan, jelas Ida Puspita, terdiri dari pembekalan akademik yang langsung disampaikan perwakilan dari Prodi masing-masing. Kemudian pembekalan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang disampaikan Drs H Anhar Ansyory, MSI, PhD, Kepala LPSI UAD dan pembekalan psikologi disampaikan Rudi Yuniawati MPsi, pembekalan administrasi dan wawasan internasional dari Ida Puspita.

Sementara Rusydi Umar mengatakan mahasiswa peserta ICT akan memiliki lingkup komunikasi dan budaya lebih luas. Rusydi berharap mahasiswa bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di luar negeri.

“Mahasiswa tidak hanya menjadi duta bagi bangsa Indonesia namun juga duta bagi UAD dan Muhammadiyah. Semoga semakin banyak mahasiswa yang bisa mengikuti kegiatan ini, sehingga membawa manfaat yang lebih luas,” harap Rusydi. (*)

 

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!