29.3 C
Jakarta

ETNO-STEAM untuk Mendukung Merdeka Belajar

Baca Juga:

 

MAGELANG, MENARA62.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mengadakan webinar. Setelah sebelumnya sukses melaksanakan webinar dengan akar mata kuliah Konsep Dasar IPS dan Konsep Dasar PKN, kali ini digelar webinar mata kuliah Konsep Dasar IPA yang diampu oleh Dhuta Sukmarani, M.Si. Dengan mengusung tema “Pembelajaran Sains Berbasis ETNO-STEAM untuk Mendukung Merdeka Belajar”, acara dilaksanakan melalui ruang temu virtual pada Sabtu (23/4) lalu dengan 235 peserta.

Agrissto Bintang Aji Pradana, M.Pd, Ketua Prodi PGSD UNIMMA menyampaikan peserta adalah mahasiswa semester 2, 4 dan 6 dari PGSD UNIMMA, dan semester 4 dari PGSD Universitas Islam Blitar (UNISBA). Webinar menggandeng Dwi Kameluh Agustina, S.Si, M.Pd dari Pendidikan Biologi UNISBA sebagai pemateri.

Dalam paparannya dengan judul “Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Kearifan Lokal”, Dwi mengatakan bahwa terdapat tiga pendekatan untuk memperdalam pembelajaran sains, yaitu Pendekatan Kemampuan Berpikir, Pendekatan Kemampuan Kreatif, dan Scientific Approach. “Budaya lokal sendiri juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran sains dengan menggunakan keragamannya pada proses pembelajaran. Adapun salah satu bentuk penerapan pembelajaran budaya lokal sebagai media pembelajaran sains dalam tema Sumber Daya Alam yaitu pembuatan minyak kelapa secara tradisional oleh Ibu-ibu daerah setempat untuk mengatasi kelangkaan minyak,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan pula, peran pendidikan dalam pemanfaatan potensi lokal pada pembelajaran sains dapat dilakukan dengan cara Enkulturasi, Asimilasi, maupun Akulturasi.

Sementara itu, materi kedua dengan tema “Pembelajaran Sains Berbasis STEAM” dipaparkan oleh Ari Suryawan, M.Pd, Dosen PGSD UNIMMA. Menurut Ari, STEAM yang merupakan akronim dari Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics, merupakan sebuah pendekatan kolaboratif untuk mendorong peserta didik agar mampu berpikir luas mengenai masalah yang ada pada dunia nyata. “STEAM berkembang mengikuti kebutuhan zaman yang bertujuan untuk memberi kenyamanan dan bantuan yang efektif bagi masyarakat. Adapun manfaat adanya pembelajaran STEAM adalah Berpikir kritis, pemunculan ide, sesuai zaman, observasi, dan inovasi,” tuturnya. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!