BANDUNG, MENARA62.COM – Suasana penuh keceriaan mewarnai Auditorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Sabtu (25/7/2026), saat ratusan anak mengikuti Festival Motekar 2026. Kegiatan yang digelar Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung ini menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2026 sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui permainan edukatif.
Mengusung tema “Small Steps, Big Dreams!”, Festival Motekar menghadirkan beragam aktivitas interaktif yang mendorong anak-anak belajar sambil bermain, berkreasi, dan bereksplorasi. Festival ini juga menjadi ajang mahasiswa PIAUD UM Bandung memamerkan inovasi alat peraga edukatif hasil karya mereka.
Wakil Ketua Pelaksana Festival Motekar, Siti Nurhalimah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak sesuai tahapan perkembangannya melalui aktivitas bermain yang edukatif.
“Bagi anak-anak, bermain bukan sekadar hiburan. Bermain adalah cara mereka belajar, mengenal lingkungan, mengasah kreativitas, sekaligus mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, sosial, dan emosional,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai alat peraga edukatif yang dipamerkan merupakan hasil kreativitas mahasiswa PIAUD UM Bandung yang dirancang untuk membantu guru dan orang tua menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif.
“Melalui alat peraga yang tepat, anak memperoleh pengalaman belajar secara langsung. Mereka juga terdorong untuk bertanya, mencoba, dan berpikir kritis dengan cara yang menyenangkan,” jelas Siti.
Ia berharap Festival Motekar tidak hanya menjadi ajang pameran karya mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang berbagi inspirasi dalam menciptakan media pembelajaran yang aman, kreatif, dan ramah lingkungan bagi pendidikan anak usia dini.
Sementara itu, Ketua Prodi PIAUD UM Bandung, Dian Kusumawati, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta pada Festival Motekar yang kini memasuki penyelenggaraan keempat.
Menurut Dian, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran di UM Bandung tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi diwujudkan melalui karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Festival ini juga merupakan bagian dari ujian akhir semester mahasiswa pada beberapa mata kuliah. Mereka belajar merancang media pembelajaran, lalu mengimplementasikannya secara langsung kepada anak-anak. Jadi, teori dan praktik berjalan beriringan,” katanya.
Ia menambahkan, Festival Motekar menjadi wadah mempererat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, guru, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
“Dunia anak adalah dunia bermain. Karena itu, proses belajar akan lebih efektif ketika dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak,” ujarnya.
Melalui Festival Motekar, PIAUD UM Bandung terus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang mampu memperkuat kualitas pendidikan Islam anak usia dini sekaligus menghadirkan ruang belajar yang membahagiakan dan berdampak bagi masyarakat.
Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional di UM Bandung akan berlanjut dengan Seminar Hari Anak Nasional bertema “Menyikapi Perilaku Tantrum Anak Usia Dini di Tengah Pengaruh Gadget dan Media Digital” yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.
Seminar tersebut menjadi bagian dari komitmen PIAUD UM Bandung dalam memberikan edukasi kepada orang tua dan para pendidik agar semakin siap mendampingi tumbuh kembang anak di era digital. (FK)
