GORONTALO, MENARA62.COM — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo mulai membangun tata kelola data organisasi yang lebih terintegrasi melalui implementasi SatuMu. Platform digital tersebut dirancang untuk menghubungkan data keanggotaan, kepengurusan, iuran, hingga berbagai layanan organisasi dalam satu sistem.
Langkah awal implementasi SatuMu ditandai dengan sosialisasi se-Wilayah Gorontalo yang digelar di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), 19 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Gorontalo. Hadir pula agen dan verifikator dari masing-masing daerah dan cabang.
Bagi PWM Gorontalo, sosialisasi ini menjadi titik awal untuk membangun pengelolaan data organisasi yang lebih terstruktur sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjalankan implementasi SatuMu hingga tingkat Cabang dan Ranting.
Bukan Sekadar Digitalisasi
Sekretaris PWM Gorontalo, Dr. H. Salahudin Pakaya, M.H., yang juga Wakil Rektor II UMGO, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital perlu diiringi peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Ketua PWM Gorontalo, Dr. H. Sabara Karim Ngou, M.Pd., saat membuka kegiatan menyampaikan pentingnya percepatan digitalisasi dalam tata kelola organisasi.
“Digitalisasi bukan sekadar soal adopsi teknologi, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi serta kualitas pelayanan kepada seluruh elemen di dalamnya,” ujar Sabara.
Ia mendorong peserta tidak berhenti pada pemahaman di tingkat wilayah dan daerah. Pengetahuan dan keterampilan mengenai SatuMu diharapkan diteruskan hingga tingkat Cabang dan Ranting.
Karena itu, agen dan verifikator memiliki peran penting dalam memastikan proses pendataan, pembaruan, serta verifikasi berjalan secara berkelanjutan di setiap tingkatan organisasi.
Data Terintegrasi untuk Organisasi
Kebutuhan terhadap data yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam transformasi digital. Prinsip tersebut juga dikenal dalam kebijakan Satu Data Indonesia yang menekankan integrasi, kualitas, interoperabilitas, dan tata kelola data.
Konsep serupa dinilai relevan bagi organisasi yang memiliki struktur luas dan berlapis seperti Muhammadiyah.
Data organisasi yang tersebar di berbagai tingkatan membutuhkan sistem yang dapat menghubungkan informasi secara lebih konsisten. Tanpa sistem yang terintegrasi, pembaruan data berpotensi berlangsung tidak seragam sehingga pemanfaatannya untuk kebutuhan organisasi menjadi kurang optimal.
SatuMu dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghubungkan berbagai data organisasi dalam satu sistem. Dengan demikian, data tidak hanya disimpan, tetapi juga dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan organisasi.
Platform ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi digital Muhammadiyah yang lebih terintegrasi, mulai dari data anggota dan kepengurusan hingga layanan organisasi yang membutuhkan basis data konsisten.
Dari Gorontalo ke Cabang dan Ranting
Sosialisasi di Gorontalo menjadi tahap awal sebelum implementasi SatuMu diperluas secara berjenjang.
Para agen dan verifikator yang mengikuti sosialisasi akan menjadi penggerak di masing-masing daerah dan cabang. Mereka diharapkan membantu proses implementasi sekaligus mentransfer pengetahuan kepada struktur organisasi di bawahnya.
Target implementasi SatuMu bukan sekadar meningkatkan jumlah pengguna. Lebih jauh, Muhammadiyah Gorontalo menargetkan terbentuknya data organisasi yang rapi, terverifikasi, dan diperbarui secara berkelanjutan.
Dengan basis data yang semakin terintegrasi, Muhammadiyah di Gorontalo diharapkan memiliki fondasi informasi yang lebih siap untuk mendukung pengelolaan organisasi, perencanaan program, serta pengembangan layanan di masa mendatang. (*)

