25.9 C
Jakarta

IDI: Pemerintah Harus Pastikan Lokasi Karantina WNI dari Wuhan Aman

Must read

Baru Juga Berencana New Normal, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700...

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Berbeda dengan kebanyakan negara yang menerapkan lockdown, Swedia menjadi satu-satunya negara yang mengandalkan herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19. Negara ini membiarkan...

Biar Terhindar dari Covid-19, Menu 4 Sehat 5 Sempurna Ini Wajib Dipatuhi

JAKARTA, MENARA62.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 populerkan kembali slogan empat sehat lima sempurna. Slogan kecukupan gizi yang diinisiasi almarhm Prof...

Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para...

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih, S.H, M.H mengatakan sebelum proses pemulangan WNI dari area wabah corona virus dilakukan pemerintah harus memastikan lokasi karantina aman. Hal tersebut penting untuk melindungi masyarakat dari keresahan terkait penyebaran corona virus.

“Sebelum proses pemulangan WNI, tentu pemerintah harus memastikan lokasi karantina yang aman. Karena semua warga negara berhak untuk mendapatkan perlindungan,” kata Daeng, Jumat (31/1/2020).

Menurutnya, proses karantina tetap dibutuhkan untuk WNI yang baru pulang dari area wabah. Meski saat pulang, WNI tersebut dalam kondisi sehat dan tidak menampakkan gejala corona virus.

Proses karantina itu sendiri selain di lokasi yang aman juga harus dipastikan minimal 14 hari. Ini untuk memastikan bahwa mereka tidak tertular corona virus.

Meski mendukung pemulangan WNI dari China, diakui Daeng itu bukanlah masalah gampang. Dibutuhkan negosiasi dengan aparat pemerintah China, mengingat sampai saat ini China telah mengunci Kota Wuhan sebaai daerah tertutup.

Sementara itu, kabar terbaru menyebutkan secara global ada sebanyak 7.818 kasus positif corona. Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO) per 30 Januari 2020, virus juga telah menyebar di 18 negara.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Baru Juga Berencana New Normal, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700...

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Berbeda dengan kebanyakan negara yang menerapkan lockdown, Swedia menjadi satu-satunya negara yang mengandalkan herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19. Negara ini membiarkan...

Biar Terhindar dari Covid-19, Menu 4 Sehat 5 Sempurna Ini Wajib Dipatuhi

JAKARTA, MENARA62.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 populerkan kembali slogan empat sehat lima sempurna. Slogan kecukupan gizi yang diinisiasi almarhm Prof...

Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para...

Empat Dosen UAD Masuk Peneliti Terbaik Indonesia

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Empat dosen dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta masuk kategori 500 peneliti terbaik berdasar Science Technology Index (Sinta). Mereka...