26.2 C
Jakarta

Jamkrindo Syariah Raih Pertumbuhan Bisnis Yang Positif

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) terus berupaya meningkatkan kemampuan analisa penjaminan. Menurut Gatot Suprabowo, Direktur Bisnis merangkap Plt Direktur Utama, kemampuan analisa menjadi faktor utama untuk memacu tumbuhnya kinerja Jamsyar.

“Setiap tiga bulan sekali kita lakukan pembekalan dan pelatihan kepada agen dan mitra terkait analisa produk penjaminan,” kata Gatot di sela media gathering, Kamis (15/02/2018).

Menurut Gatot, kemampuan analisa penjaminan akan menekan rasio klaim dari produk penjaminan menjadi lebih rendah.

Upaya yang dilakukan Jamsyar, nyatanya membuahkan hasil yang cukup gemilang bagi kinerja Jamsyar. Ini terbukti dengan kecilnya rasio klaim produk penjaminan dibawah 20 persen di tahun 2017, meningkatnya volume penjaminan (kafalah) mencapai Rp 12,2 triliun dan IJK cash basis mencapai Rp 155 miliar.

Jamsyar juga mampu membukukan laba bersih hingga Rp 11,1 miliar pada 2017, meningkat dari tahun 2016 yang hanya Rp 6,8 miliar.

Gatot mengaku, dari produk-produk penjaminan yang dimiliki Jamsyar seperti Kontra Bank Garansi, Surety Bond, Customs Bond, Kafalah Pembiayaan Invoice, Kafalah Pembiayaan Umum, Kafalah Pembiayaan Mikro dan lainnya mengalami pertumbuhan yang signifikan sepanjang 2017. Ini disebabkan produk-produk tersebut diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang masing-masing memang berbeda.

Dari 128 ribu jumlah pelaku usaha yang kini menjadi nasabah Jamsyar, Gatot mengatakan, pelaku usaha menengah masih mendominasi. Sisanya adalah pengusaha berskala besar dan UMKM.

Dengan pertumbuhan bisnis yang sangat positif tersebut, Gatot mengatakan tahun ini Jamsyar menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Untuk IJK Cash Basis ditargetkan Rp 201 miliar naik dari Rp 155 miliar pada 2017 lalu. Dan volume penjaminan naik dari Rp 12,2 triliun pada 2017 menjadi Rp 16,1 triliun pada 2018.

Selain itu, Jamsyar juga berencana memperluas wilayah kerja dengan membuka cabang di 4 kota hingga akhir 2018 ini. Pertimbangan pemilihan kota adalah tingkat kebutuhan masyarakat akan produk-produk syariah di masing-masing kota.

“Sebenarnya kita targetkan 8 kota yakni di Serang, Padang, Pekan Baru, Pangkal Pinang, Balikpapan, Yogyakarta, Lampung dan Jambi. Tapi setidaknya 4 harus segera terealisasi,” tutup Gatot.

Penulis : inung

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!