32.7 C
Jakarta

Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 29 April dan Arus Balik 8 Mei 2022

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi jumlah kendaraan keluar wilayah Jabotabek pada H-7 s.d H+7 Hari Raya Idul Fitri 1443 H atau pada periode 25 April s.d 10 Mei 2022 adalah sebanyak 2,54 juta kendaraan, naik 10,8% dari jumlah kendaraan periode normal November 2021, dengan prediksi puncak arus mudik jatuh pada Jumat, 29 April 2022.

Hal ini disampaikan oleh Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso. “Puncak arus mudik akan terjadi tanggal 29 (April 2022) atau H-3 Lebaran. Itu prediksi Jasa Marga,” jelas Heru dalam konferensi pers di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) Kantor PT Jakarta Lingkarluar Jakarta, Jati Asih, Bekasi, Senin (11/4/2022).

Sedangkan untuk prediksi jumlah kendaraan masuk wilayah Jabotabek pada
periode yang sama adalah sebanyak 2,57 juta kendaraan, naik 12,9% dari jumlah kendaraan periode normal November 2021, dengan prediksi puncak arus balik jatuh pada Minggu, 8 Mei 2022.

Angka prediksi tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikupa (arah Merak).

Heru menerangkan, strategi Jasa Marga dalam mengantisipasi mudik kali ini sama halnya seperti pada tahun-tahun sebelumnya yakni memaksimalkan fungsi lajur dan gerbang tol (GT). Selain itu, mengoperasikan gardu miring dan mobile reader di titik kepadatan GT di Cikampek Utama (Cikatama), Ciawi, Cikupa, serta Kalikangkung.

Nantinya, Jasa Marga juga akan melihat apakah ada kemungkinan rekayasa lalu lintas (lalin) atau tidak berdasarkan diskresi pihak kepolisian, baik itu one way (satu jalur), contraflow (lawan arah), dan lain sebagainya. “Jadi, nanti dari pihak kepolisian (diskresi). Jadi bapak/ibu sekalian, kapan ada one way, contraflow, dan lain sebagainya nanti itu akan dikeluarkan dari pihak kepolisian,” tambah Heru.

Dwimawan Heru menjelaskan, sejumlah upaya untuk meningkatkan kapasitas lajur saat ini terus dikejar oleh Jasa Marga, di antaranya adalah memfungsikan pelebaran satu lajur di sepanjang Km 61 s.d Km 50 Jalan Tol Jakarta Cikampek arah Jakarta (dari tiga lajur menjadi empat lajur) serta mempersiapkan jalur alternatif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Sadang s.d Kutanegara sepanjang 8 Km.

“Fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan merupakan alternatif pada arus balik jika terjadi kepadatan di Simpang Susun Dawuan yang merupakan titik pertemuan arus lalu lintas dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Cipularang. Namun jalur ini perlu diantisipasi oleh masyarakat karena akan keluar di jalan arteri Karawang Timur, kemudian melanjutkan kembali masuk ke jalan tol melalui GT Karawang Timur dan GT Karawang Barat,” ujar Heru.

Sementara itu, upaya untuk optimasi kapasitas di gerbang tol, Jasa Marga juga menyiagakan gardu temporer di Km 149 Gedebage Jalan Tol Padaleunyi untuk antisipasi kepadatan di GT Cileunyi.

Protokol Kesehatan juga masih akan terus diterapkan di rest area dengan mengimbau pengguna jalan untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan tidak berlama-lama di rest area yang akan dibatasi waktu penggunaannya, serta dianjurkan untuk take away pesanan.

Jasa Marga melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Business juga akan menambah toilet portable, berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kecukupan BBM, menambah layanan BBM Pertashop dan motoris, penyediaan posko layanan kesehatan berkoordinasi dengan daerah setempat hingga berkoordinasi dengan Kepolisian untuk pelaksanaan buka tutup rest area jika rest area mengalami kepadatan.

“Mayoritas pemudik akan menuju wilayah Timur melalui Jalan Tol Trans Jawa, hal ini harus benar-benar diantisipasi oleh masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan, khususnya mengatur waktu dan rute dengan menghindari perjalanan di puncak arus mudik pada tanggal 29 April 2022 dan puncak arus balik pada tanggal 8 Mei 2022,” tambahnya.

Aplikasi Travoy

Heru juga mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kesiapan sebelum melakukan perjalanan, diantaranya memenuhi persyaratan perjalanan berupa vaksin booster, memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, memastikan keucukpan BBM dan saldo uang elektronik, mempersiapkan perbekalan, patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta terus mengupdate informasi lalu lintas melalui channel resmi Jasa Marga seperti Twitter di @PTJASAMARGA, One
Call Center 14080, dan aplikasi Travoy.

“Dapatkan fitur utama seperti streaming CCTV jalan tol, informasi tarif tol, pengecekan saldo e-toll, histori transaksi, dan informasi rest area jalan tol dengan mengunduh aplikasi Travoy. Aplikasi Travoy juga dilengkapi dengan fitur emergency seperti panic shake dan fitur derek online khusus wilayah Jabotabek,” tutupnya.

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!