26.2 C
Jakarta

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PP Muhammadiyah: Tunda Pilkada 2020!

Must read

Surat Terbuka Burger King® Indonesia Menyuarakan #SunyiBersuara

JAKARTA, MENARA62.COM -- Melanjutkan momentum keberhasilan dalam menyatukan rantai ritel makanan dan minuman di Indonesia di tengah pandemi, Burger King® Indonesia mengumumkan #SunyiBersuara “Voice...

Modalku Jalin Kolaborasi dengan idsMED Indonesia untuk Perluas Akses Pendanaan bagi Fasilitas Kesehatan

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) menandatangani kerja sama dengan PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED Indonesia) yang dilakukan oleh Co-Founder &...

Bangga, Filem Karya Mahasiswa UMP Raih Juara Terfavorit ajang FFMI 2020

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Karya Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah kembali meraih penghargaan di kancah nasional. Kali ini, UMP patut berbangga, Film...

Kepatuhan Syariah Menjadi Modal Dasar BTM

Pekalongan, MENARA62.COM Selain memiliki manfaat yang besar kepada persyarikatan Muhammadiyah dan warga, Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) harus memiliki komitmen tinggi terhadap kepatuhan...

JAKARTA, MENARA62.COM – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera membahas secara khusus dengan kementerian dalam negeri, DPR, dan instansi terkait agar pelaksanaan Pemilukada 2020 dapat ditinjau kembali jadwal pelaksanaannya maupun aturan kampanye yang melibatkan kerumunan massa. Bahkan di tengah pandemi Covid-19 dan demi keselamatan bangsa serta menjamin pelaksanaan yang berkualitas, KPU hendaknya mempertimbangkan dengan seksama agar Pemilukada 2020 ditunda pelaksanaannya sampai keadaan memungkinkan.

“Keselamatan masyarakat jauh lebih utama dibandingkan dengan pelaksanaan Pemilukada yang berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed, dalam keterangan persnya, Senin (21/9/2020).

Diakui Abdul Mu’ti, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 6 bulan, hingga kini belum ada tanda-tanda terkendali. Jumlah korban meninggal dunia maupun yang masih dalam perawatan malah terus meningkat, termasuk dari kalangan tenaga kesehatan sebagai salah satu garda terdepan sekaligus benteng terakhir penanganan Covid-19.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat prihatin dan khawatir dengan keadaan tersebut,” lanjutnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah telah bekerja keras menangani pandemi Covid-19. Meski demikian, kerja dan kinerja Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah beserta seluruh jajaran belum menunjukkan hasil yang maksimal. Selain karena kompleksitas masalah, kerja dan kinerja Pemerintah perlu ditingkatkan dan diperbaiki, terutama terkait dengan koordinasi antar instansi dan komunikasi publik. Lemahnya koordinasi dan komunikasi menimbulkan kegaduhan politik yang trivial dan kontraproduktif.

Selain meminta Pilkada 2020 ditunda, PP Muhammadiyah juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi secara menyeluruh penanganan Covid-19 dan jika diperlukan dapat mengambil alih dan memimpin langsung agar lebih efektif, terarah, dan maksimal. Kehadiran Presiden sangat diperlukan di tengah gejala lemahnya kinerja dan sinergi antar kementerian.

Presiden jelas Abdul Mu’ti perlu mengevaluasi para menteri agar meningkatkan performa dan profesionalitas kerja sehingga tidak menimbulkan liabilitas pemerintahan dan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah, khususnya kepada presiden. Perlu kebijakan yang tegas dan menyeluruh dalam penanganan Covid-19 secara nasional agar keadaan terkendali. Selain itu, niscaya diutamakan bahwa penyelamatan jiwa manusia merupakan sesuatu yang terpenting dari lainnya sebagaimana perintah konstitusi agar pemerintah negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Kepada para elit politik baik dari jajaran partai politik maupun masyarakat, kata Abdul Mu’ti agar tidak memanfaatkan pandemi Covid-19 sebagai komoditas politik kekuasaan pribadi atau kelompok. Dalam situasi pandemi Covid-19 yang semakin memprihatinkan seyogyanya para elit menunjukkan sikap kenegarawanan dengan kearifan menahan diri dari polemik politik yang tidak substantif. Para menteri tidak seharusnya membuat kebijakan yang kontroversial dan tidak terkait langsung dengan hajat hidup masyarakat.

“Pejabat tinggi negara tidak menyampaikan pernyataan-pernyataan yang meresahkan, termasuk yang cenderung merendahkan kualitas dan keberadaan tenaga kesehatan Indonesia yang telah berjuang keras dengan pertaruhan jiwa-raga dalam menangani Covid-19,” tukasnya.

PP Muhammadiyah juga meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar menunda pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) yang berpotensi menimbulkan kegaduhan termasuk RUU Omnibus Law atau Cipta Kerja. DPR hendaknya lebih fokus pada pelaksanaan fungsi pengawasan agar penggunaan dana penanganan pandemi     Covid-19 dipergunakan dengan baik, benar, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya rakyat kecil yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Sudah saatnya anggota DPR dan elit politik lainnya menunjukkan tanggungjawab dan moral politik yang luhur dalam menangani Covid-19 dan penyelesaian masalah bangsa yang bersifat mendesak dan darurat,” tegas Abdul Mu’ti.

Kepada seluruh masyarakat diiimbau untuk lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan terhadap Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah serta membangun budaya hidup sehat dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, tempat ibadah, instansi kerja, dan sebagainya. Seluruh masyarakat hendaknya menjaga persatuan dan kerukunan dengan tidak memproduksi dan menyebarkan informasi hoaks dan provokatif melalui media apapun, khususnya media sosial. Diperlukan sikap saling peduli dan berbagi dari masyarakat, terutama terhadap saudara-saudara yang terkonfirmasi positif dan keluarga korban Covid-19 sebagai wujud ta’awun dan gotongroyong yang menjadi karakter bangsa Indonesia.

Ia juga mengimbau seluruh umat beragama, khususnya umat Islam, agar senantiasa memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Para tokoh agama perlu terus memandu umat agar menjaga persatuan dan menjaga tempat ibadah sehingga terbebas dan tidak menjadi klaster Covid-19.

“Bersama dengan itu para tokoh dan organisasi keagamaan dapat menjadi suri teladan dan arif bijaksana dalam menghadapi masalah-masalah bangsa dengan memberikan solusi dalam semangat kebersamaan dan spiritualitas yang utama,” tutup Abdul Mu’ti.

Kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah di semua tingkatan dan amal usaha agar mematuhi pedoman dan instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam kaitannya dengan ibadah, kegiatan pendidikan, sosial, aktivitas publik lainnya. Warga Persyarikatan hendaknya menjadi teladan dan pelopor bagi masyarakat dalam membantu, melayani, dan melindungi masyarakat dari pandemi Covid-19 dengan penggalangan dana, peningkatan layanan kesehatan, dan bantuan sosial lainnya. Perhatian mesti difokuskan pada penanganan Covid-19 dan usaha-usaha atau kegiatan-kegiatan produktif dalam memajukan Persyarikatan, umat, dan bangsa sebagai wujud dakwah dan tajdid yang menjadi misi utama Muhammadiyah.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Surat Terbuka Burger King® Indonesia Menyuarakan #SunyiBersuara

JAKARTA, MENARA62.COM -- Melanjutkan momentum keberhasilan dalam menyatukan rantai ritel makanan dan minuman di Indonesia di tengah pandemi, Burger King® Indonesia mengumumkan #SunyiBersuara “Voice...

Modalku Jalin Kolaborasi dengan idsMED Indonesia untuk Perluas Akses Pendanaan bagi Fasilitas Kesehatan

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) menandatangani kerja sama dengan PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED Indonesia) yang dilakukan oleh Co-Founder &...

Bangga, Filem Karya Mahasiswa UMP Raih Juara Terfavorit ajang FFMI 2020

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Karya Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah kembali meraih penghargaan di kancah nasional. Kali ini, UMP patut berbangga, Film...

Kepatuhan Syariah Menjadi Modal Dasar BTM

Pekalongan, MENARA62.COM Selain memiliki manfaat yang besar kepada persyarikatan Muhammadiyah dan warga, Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) harus memiliki komitmen tinggi terhadap kepatuhan...

Stadium General UKM KOPMA Buka Wawasan Mahasiswa UM Purworejo Tentang Sosio-Edupreneurship

    PURWOREJO,MENARA62.COM-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Koperasi Mahasiswa Suka Maju (Kopma Sukma) Universitas Muhammadiyah Purworejo menggelar Stadium General pada Senin 30 November 2020 dan Selasa 1...