SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menyambut 8.195 mahasiswa baru melalui Grand Opening Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026. Di antara ribuan mahasiswa tersebut terdapat mahasiswa dari beragam daerah, negara, suku, ras, hingga agama.
Keberagaman itu menjadi gambaran UMS sebagai kampus Islam yang berupaya membangun lingkungan akademik inklusif dan toleran. Salah satu pengalaman tersebut dirasakan Maria Cicilia Ngadha, mahasiswa baru Program Studi Keperawatan UMS asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang beragama Katolik.
Perempuan yang akrab disapa Celsy itu mengaku tidak ragu memilih UMS meski kampus tersebut merupakan perguruan tinggi berbasis Islam. Sebelum mendaftar, ia terlebih dahulu mencari informasi mengenai kehidupan mahasiswa di UMS.
“Setelah saya mencari banyak informasi tentang UMS, ternyata banyak juga mahasiswanya yang tidak beragama Islam, jadi tidak salah jika saya belajar dan berkembang di UMS,” kata Celsy di sela kegiatan Masta PMB UMS, Kamis (3/9/2026).
Menurut Celsy, informasi mengenai toleransi menjadi salah satu hal yang membuatnya mantap menempuh pendidikan di UMS. Ia mengetahui mahasiswa nonmuslim memiliki ruang untuk menjalankan keyakinannya dan tidak diwajibkan mengikuti kegiatan keislaman tertentu di kampus.
Sempat Khawatir Tak Punya Teman
Celsy mengaku sempat memiliki kekhawatiran ketika pertama kali akan mengikuti Grand Opening Masta PMB UMS. Sebagai mahasiswa nonmuslim di tengah mayoritas mahasiswa muslim, ia sempat membayangkan akan kesulitan mendapatkan teman.
Kekhawatiran tersebut ternyata tidak terbukti. Justru sejak hari pertama, Celsy merasakan sambutan hangat dari mahasiswa lainnya.
“Awalnya saya mengira tidak punya teman, karena mayoritas teman-teman memakai hijab, tapi keraguan itu terpatahkan dengan sikap toleransi mereka. Bahkan sekarang di pertemuan awal ini, saya lebih dekat dengan teman-teman muslim,” ujarnya.
Pengalaman tersebut membuat Celsy semakin yakin untuk menjalani masa perkuliahan di UMS. Ia menilai lingkungan yang toleran membuat proses adaptasi mahasiswa baru menjadi lebih mudah.
“Bahagia rasanya bisa berada di lingkungan yang toleran, tanpa ada diskriminasi sedikit pun,” pungkasnya.
Pilih Keperawatan UMS karena Akreditasi Unggul
Celsy merupakan salah satu mahasiswa baru UMS penerima beasiswa Online Scholarship Competition (OSC). Program beasiswa tersebut merupakan kerja sama Medcom dengan UMS dan memberikan dukungan biaya akademik penuh.
Program Studi Keperawatan UMS menjadi pilihan utama Celsy untuk melanjutkan pendidikan. Selain sesuai dengan minatnya, ia mempertimbangkan akreditasi dan fasilitas yang dimiliki program studi tersebut.
“Memang dari awal saya ingin ambil prodi Keperawatan. Setelah banyak cari-cari kampus yang bermitra dengan beasiswa OSC, akhirnya saya nemu UMS dan cocok dengan segala fasilitas yang ada di sini,” tuturnya.
Memulai pendidikan jauh dari daerah asal juga menjadi pengalaman baru bagi Celsy. Karena itu, ia bertekad beradaptasi secepat mungkin agar dapat mengikuti proses akademik dengan baik sekaligus memberikan kontribusi bagi kampus dan masyarakat.
“Target ke depannya, saya ingin lulus tepat waktu, karena studi saya ini didukung oleh beasiswa. Jadi kurang enak kalau sudah dikasih beasiswa tapi tidak bisa lulus tepat waktu,” ungkapnya.
Berharap Beasiswa UMS Semakin Luas
Celsy berharap pengalaman mendapatkan akses pendidikan melalui beasiswa juga dapat dirasakan lebih banyak calon mahasiswa dari berbagai daerah, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil.
Menurutnya, perluasan akses beasiswa akan membuka kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Di tengah keberagaman 8.195 mahasiswa baru yang mengikuti Masta PMB 2026, pengalaman Celsy menjadi salah satu gambaran bagaimana mahasiswa dari latar belakang berbeda dapat berinteraksi dan berkembang bersama di lingkungan UMS.
Bagi Celsy, toleransi bukan sekadar slogan. Pengalaman bertemu dan berteman dengan mahasiswa muslim sejak hari pertama menjadi pengalaman penting dalam memulai perjalanan akademiknya di UMS. (*)
