25.6 C
Jakarta

Masyarakat ‘Balas Dendam’ Setelah Covid-19, HIPMI: Industri Pariwisata Harus Dipromosikan Sekarang

Must read

Kuliah Secara Online Tetap Lanjut Meski Kampus Mulai Dibuka Januari 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam memastikan bahwa perkuliahan tatap muka akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Meski pembelajaran tatap muka sudah...

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan 6 Terminal Tipe A Kepada Swasta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pertemuan dengan para investor (investor gathering) swasta baik dari unsur UMKM, maupun perusahaan...

Unik, Tim KKN 034 UMY Kampanyekan 3M Lewat Tik Tok

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Covid-19 Batch 2 / 034 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2020 menjalankan program kampanye pencegahan...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menetapkan cuti bersama dan libur akhir tahun sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Ketetapan tersebut didasari atas...

JAKARTA, MENARA62.COM — Sudah banyak wilayah di Indonesia mulai menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal ini dilakukan tentunya untuk menekan penyebaran wabah Covid-19.

Namun, sebenarnya jauh sebelum penerapan PSBB, banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah pusat dan daerah untuk melawan wabah ini. Seperti menutup sekolah, tempat-tempat wisata, tempat ibadah, pusat keramaian, hingga perkantoran yang menyebabkan mayoritas masyarakat pekerja melakukan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

WFH dan penerapan dari social distancing tentunya bagi sebagian orang membuat jenuh, karena segala aktivitas yang dilakukan di luar, kini dilakukan di dalam rumah. Penerapan aturan ini bukan hanya diterapkan di Indonesia, namun seluruh dunia.

Ketua Bidang Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Koperasi dan UMKM Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha muda Indonesia (BPP HIPMI) Rano Wiharta mengatakan, kejenuhan yang dialami mayoritas masyarakat ini tentunya bisa dimaknai bahwa mereka juga pasti memerlukan refreshing keluar rumah setelah wabah Covid-19 usai nanti. Hal ini tentunya digunakan oleh banyak masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata sebagai “balas dendam” karena berbulan-bulan melakukan semua aktivitas di dalam rumah.

“Golden moment atau peluang emas ini tentunya harus dimanfaatkan betul-betul oleh industri pariwisata. Akan ada lonjakan besar di sektor ini bahkan Presiden Joko Widodo sudah memprediksi lonjakan ini akan terjadi di awal 2021,” ujar Rano, seperti keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Yang harus dilakukan industri pariwisata saat ini, lanjut Rano, tak lain adalah promosi. Promosi adalah sebuah langkah tepat yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) lalu pemerintah daerah (Pemda) yang memiliki tempat-tempat wisata yang potensial dan seluruh stakeholder.

“Ini tepat dilakukan disaat semua orang jenuh di rumah dan mengidam-idamkan untuk jalan-jalan. Lalu bagaimana dengan pelaku industri pariwisata dalam skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkena dampak besar seperti penginapan, restoran, rental mobil, dll?,” ucapnya.

Menurutnya, pelaku industri pariwisata yang tidak lagi memiliki biaya untuk berpromosi, disarankan untuk menggunakan kekuatan media sosial. Media sosial adalah sarana gratis, mudah dan paling efektif disituasi saat ini serta bisa dilakukan dimana saja, termasuk di rumah.

“Untuk skala yang lebih besar, Kemenparekraf harus dapat menggunakan peluang ini dengan baik, banyak tempat indah di Indonesia yang belum diketahui oleh masyarakat Indonesia sendiri. Ini saatnya berpromosi masif agar tempat tersebut diketahui luas, supaya nanti setelah wabah Covid-19, masyarakat memiliki banyak pilihan tempat tujuan di negaranya sendiri, ketimbang mereka harus lari pergi berwisata ke luar negeri yang akhirnya menguntungkan negara lain ketimbang negara kita tercinta yang indah ini,” ungkapnya.

Dalam konteks konten promosi, Rano menyarankan, harus juga dibuat visual yang menarik tentunya dan airing atau penyebaran promosinya dibuat luas, bukan hanya dalam tapi juga luar negeri. Satu hal yang sangat prinsip yang harus diubah oleh Kemenparekraf, yaitu tag line promosi pariwisata Indonesia terlalu banyak, seperti Wonderful Indonesia untuk audience luar negeri dan Pesona Indonesia untuk publik dalam negeri.

“Belum lagi tiap daerah memiliki tag line masing-masing. Ini sangat ambigu, seperti kita bingung menentukan identitas pariwisata kita sendiri, jadi jangan heran juga jika orang luar bingung dengan identitas kita. Contohlah Malaysia, begitu berani membuat slogan untuk pariwisatanya, yaitu “Malaysia, The Trully Asia” dengan aktris Michelle Yeoh sebagai Ambassador-nya. Cukup satu slogan ini, dari dulu Malaysia selalu di atas Indonesia untuk kunjungan wisatawan mancanegaranya, padahal bisa dibilang bahwa kita memiliki keindahan alam jauh di atas Malaysia,” tegasnya. (*)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Kuliah Secara Online Tetap Lanjut Meski Kampus Mulai Dibuka Januari 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam memastikan bahwa perkuliahan tatap muka akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Meski pembelajaran tatap muka sudah...

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan 6 Terminal Tipe A Kepada Swasta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pertemuan dengan para investor (investor gathering) swasta baik dari unsur UMKM, maupun perusahaan...

Unik, Tim KKN 034 UMY Kampanyekan 3M Lewat Tik Tok

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Covid-19 Batch 2 / 034 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2020 menjalankan program kampanye pencegahan...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menetapkan cuti bersama dan libur akhir tahun sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Ketetapan tersebut didasari atas...

Ingrid Kansil Kembali Pimpin IPEMI

JAKARTA, MENARA62.COM - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) menggelar Muktamar II  dengan tema “Menggerakkan Ekonomi Keumatan yang Menginspirasi Negeri”, bertempat di Gedung Soho, Pancoran,...