25.6 C
Jakarta

Mendikbud: Guru Sejarah Jangan Banyak Ceramah

Must read

Kuliah Secara Online Tetap Lanjut Meski Kampus Mulai Dibuka Januari 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam memastikan bahwa perkuliahan tatap muka akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Meski pembelajaran tatap muka sudah...

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan 6 Terminal Tipe A Kepada Swasta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pertemuan dengan para investor (investor gathering) swasta baik dari unsur UMKM, maupun perusahaan...

Unik, Tim KKN 034 UMY Kampanyekan 3M Lewat Tik Tok

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Covid-19 Batch 2 / 034 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2020 menjalankan program kampanye pencegahan...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menetapkan cuti bersama dan libur akhir tahun sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Ketetapan tersebut didasari atas...

JAKARTA, MENARA62.COM– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  Muhadjir Effendy menilai kemampuan guru sejarah kita sudah cukup mumpuni. Hanya saja, cara mengajarkan kepada anak didik seringkali monoton.

“Banyak ceramah dan bertutur saat mengajarkan sejarah, sehingga seringkali kurang menarik dan membosankan,” kata Mendikbud, Senin (28/8).

Menurutnya guru sejarah berfungsi sebagai pendidikan sejarah perjuangan bangsa. Sehingga sejarah yang diajarkan kepada peserta didik itu yang berpihak pada serangkaian fakta-fakta atas nama objektifitas siapapun yang belajar.

Mendikbud mengingatkan bahwa guru sejarah pada dasarnya bukan pendongeng dan penutur. Mereka perlu memiliki kemampuan dalam hal metodologi mengajar sehingga jalur kisah sejarah yang disampaikan kepada siswa lebih variatif dari berbagai sudut dimensi.

Oleh karena itu Muhadjir meminta guru-guru sejarah menyadari posisinya sebagai seorang guru sejarah terkait tujuan memberikan sejarah itu pada peserta didik. Sejarah juga sebagai bagian mengembalikan semangat restorasi melalui pendidikan.

Mendikbud mengusulkan kisah-kisah sejarah supaya dipanggungkan. Guru diminta menciptakan suasana bagaimana anak-anak menghayati masa lampu dengan membuat panggung sejarah pada masa kini dengan memberikan peran pada peserta didik pada sebuah episode sejarah perjuangan bangsa.

“Bayangan saya sejarah bisa dipenggal beberapa episode, siswa main peran, dan skenario atas nama guru. Sebenarnya (metode sejarah dipanggungkan) sudah sih itu tapi akan kita intensifkan,” katanya.

Pihaknya berencana membentuk tim penyusunan naskah drama. Naskah ini nantinya dimainkan oleh siswa sehingga penghayatan siswa terhadap sejarah semakin mendalam.

“Kita ingin menjadikan belajar sejarah bisa menggembirakan, menginspirasi, membangkitkan semangat perjuangan nasionalisme dan kecintaan Tanah Air dalam diri anak-anak,” tutupnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Kuliah Secara Online Tetap Lanjut Meski Kampus Mulai Dibuka Januari 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam memastikan bahwa perkuliahan tatap muka akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Meski pembelajaran tatap muka sudah...

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan 6 Terminal Tipe A Kepada Swasta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pertemuan dengan para investor (investor gathering) swasta baik dari unsur UMKM, maupun perusahaan...

Unik, Tim KKN 034 UMY Kampanyekan 3M Lewat Tik Tok

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Covid-19 Batch 2 / 034 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2020 menjalankan program kampanye pencegahan...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menetapkan cuti bersama dan libur akhir tahun sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Ketetapan tersebut didasari atas...

Ingrid Kansil Kembali Pimpin IPEMI

JAKARTA, MENARA62.COM - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) menggelar Muktamar II  dengan tema “Menggerakkan Ekonomi Keumatan yang Menginspirasi Negeri”, bertempat di Gedung Soho, Pancoran,...