32.9 C
Jakarta

Menyuburkan Sedekah, Inspirasi Bisnis dari JNE

Baca Juga:

“Jangan pernah takut dengan kompetitor selama kompetitormu tidak melakukan sedekah dan tidak mengasuh anak yatim,” tutur Presiden Direktur JNE Muhammad Feriadi Soeprapto.

JAKARTA, MENARA62.COM – Bisnis selalu berhadapan dengan kompetitor. Layaknya hukum rimba, siapa yang kuat mereka yang akan menang. Itu mengapa bisnis membutuhkan strategi jitu untuk bisa bertahan, dan memenangkan kompetisi.

Hal yang sama juga dihadapi oleh PT Tiki Jalur Ekakurir  atau JNE, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik. Perusahaan yang berdiri sejak 26 November 1990  tersebut kini menghadapi kompetitor yang jumlahnya terus bertambah seiring pertumbuhan aktivitas dagang dalam jaringan atau daring yang membuat pola baru berbelanja masyarakat.

Membludaknya orderan pengiriman barang sebagai imbas dari pertumbuhan e-commerce tersebut memberikan efek domino berupa munculnya pemain-pemain baru untuk berburu “potongan kue” yang sama. Pemain-pemain baru yang tumbuh bak jamur dimusim hujan, masing-masing menawarkan berbagai fasilitas dan inovasi layanan kepada pelanggan.

Meski menghadapi kompetitor yang cukup banyak, JNE seperti bergeming. Bisnis yang sudah berjalan #jne30tahun tersebut terus mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Bahkan sejak kemunculan e-commerce di Indonesia, pertumbuhan bisnis JNE dapat mencapai 30% – 40% per tahun.

Mengutip laman jne.co.id, jumlah paket pelanggan yang dikirim oleh JNE bertambah dari waktu ke waktu. Saat ini, dalam sehari tidak kurang dari 1 juta paket di kirim ke berbagai tujuan baik di dalam maupun luar negeri.

“Tahun 2020 selama pandemi Covid-19, bisnis kami juga tumbuh pada angka 10 – 15 persen,” kata Presiden Direktur JNE M Feriadi Soeprapto.

Menurut Feriadi, pertumbuhan bisnis JNE tak lepas dari loyalitas pelanggan. Dengan berbagai inovasi pelayanan, JNE berupaya terus memudahkan bahkan memanjakan pelanggan dalam hal jasa pengiriman barang.

“JNE berkomitmen untuk terus melakukan inovasi agar dapat selalu memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan melalui kualitas pelayanan prima. Wujud inovasi ini direalisasikan dalam pengembangan di berbagai sektor utama, yaitu informasi dan teknologi, infrastruktur, jaringan, dan sumber daya manusia,” tambahnya.

Beberapa inovasi pelayanan yang diluncurkan #jne antara lain COD Retail, Super Speed (SS), PESONA (pesanan oleh-oleh Nusantara), YES (yakin esok sampai), REG (regular), OKE (ongkos kirim ekonomis), JNE Loyality Card (JLC), Jesika, Money Remittance, JNE Pick Up Point, @box, Diplomat, JNE Online Payment, JNE Online Booking, JNE Trucking, MyJNE, Pop Box dan lainnya.

Khusus di bidang infrastruktur, sejak awal tahun 2018, JNE telah melakukan persiapan untuk pembangunan Mega Hub. Pembangunan infrastruktur ini merupakan salah satu langkah JNE dalam mewujudkan misinya untuk menjadi perusahaan rantai pasok global terdepan di dunia.

Topping off ceremony pembangunan Mega Hub JNE (ist/twitter)

Mega Hub atau gudang raksasa yang terletak di pergudangan Bandara Mas Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Banten. Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 4 hektar tersebut mulai dibangun sejak akhir 2018.

“Langkah strategis ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan, sehingga JNE akan selalu dapat menghantarkan kebahagiaan ke seluruh Indonesia, sesuai tagline #connectinghappiness,” katanya.

Mega Hub JNE memiliki lokasi sangat strategis karena berada sangat dekat dengan Bandara Internasional Soekarno – Hatta, sehingga diharapkan dapat mempercepat proses mobilitas paket kiriman.  Mega Hub ini akan memiliki kapabilitas untuk menangani sekitar 30 juta paket per bulan atau kurang lebih 1 juta paket per hari yang berarti 48 ribu paket  per jam. Dengan kapasitas yang dimiliki tersebut, maka dapat dipastikan JNE akan akan siap menangani lebih banyak lagi amanat pelanggan dan mendistribusikan hingga ke seluruh wilayah di Indonesia mau pun 250 negara di semua benua.

“Setelah pembangunan Mega Hub ini, kami akan melakukan pembelian mesin sortir otomatis dan akan dilakukan instalasi pada waktunya, dimana pengadaan mesin berteknologi tinggi ini bekerjasama dengan Damon, perusahaan penyedia alat pendukung operasional logistik dan supply chain yang berpusat di Shanghai,” jelas Feriadi.

JNE di mata pelanggan

JNE bukan sekedar nama besar. Perusahaan ini menjadi pilihan masyarakat karena berbagai fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan. Mulai dari pick up point (jemput paket di rumah), gratis ongkos kirim, sampai pengiriman paket yang selalu tepat waktu.

Eta Fatmawati, pemilik Pelemsewushop di kawasan Bantul Yogyakarta salah satunya. Ia yang menjual aneka produk mulai fesyen, makanan hingga tanaman hias, sudah sejak tahun 2016 berlangganan JNE untuk pengiriman barang ke pelanggannya diberbagai wilayah kota.

“Saya tinggal telepon, petugas dari JNE akan menjemput kiriman ke rumah,” kata Eta.

Layanan seperti ini diakui sangat memudahkan pelanggan. Karena ia tidak perlu repot menyambangi kantor JNE dengan paket yang kadang jumlahnya cukup banyak.

“Saya suka tawarkan pilihan jasa kurir ke pelanggan. Tetapi memang sebagian besar, bisa 70 persen lebih memilih pakai JNE,” lanjut Eta.

Bukti resi pengiriman JNE yang dikumpulkan Eta Fatmati, bukti loyalitas (ist/dokpribadi)

Bagi pelanggan yang tidak memberikan pilihan jasa pengiriman, Eta akan meminta izin menggunakan jasa kurir JNE dengan alasan amanah dan trade record-nya bagus. Apalagi JNE juga menerapkan teknologi untuk melacak setiap bentuk kiriman atau paket yang bisa dilakukan oleh semua pelanggan. “Pelanggan umumnya manut, nurut apa kata saya,” jelas Eta.

Banyaknya kantor cabang dan mitra JNE lanjut Eta juga memudahkan pelanggan untuk mengirimkan paket. Pun jika terjadi gangguan, pelacakan paket bisa dilakukan di kantor mitra terdekat.

“Pernah saya kirim paket tetapi alamatnya salah. Lalu berdasarkan nomor resi, si pelanggan dapat mengambil di kantor perwakilan JNE terdekat,” tukas Eta.

Lebih dari itu JNE merupakan perusahaan jasa pengiriman yang memberikan perhatian kepada pelanggan hingga persoalan yang sederhana. Misalnya saat Natal, JNE memberikan ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani. Saat Idulfitri, JNE juga memberikan ucapan selamat Idulfitri kepada kaum muslimin. Demikian juga untuk agama lain.

“Momen-momen penting itu selalu dimanfaatkan JNE untuk membangun #connectinghappiness dengan cara yang unik untuk semua pelanggan,” tandas Eta.

Strategi sedekah

Tumbuhnya roda bisnis JNE yang kini memasuki #30tahunbahagiabersama tentu tak lepas dari berbagai strategi perusahaan. Selain berbagai inovasi dalam hal pelayanan dengan produk yang bervariasi, JNE juga meningkatkan penggunaan teknologi, memperluas jangkauan pasar, memperbaiki manajemen dan tentu melakukan promosi.

Strategi bisnis tersebut tentu juga dilakukan oleh perusahaan kompetitornya. Karena itu, JNE menerapkan strategi bisnis yang tak biasa. Yakni strategi sedekah dan mengasuh anak yatim. Nilai-nilai spiritual seperti menyantuni dan menyayangi anak yatim, fakir miskin, tuna netra, janda tidak mampu, dan menyantuni kaum dhuafa yang ditanamkan oleh pendiri JNE yakni alm Soeprapto Soeparno terus terawat hingga kini.

“Jangan pernah takut dengan kompetitor selama kompetitormu tidak melakukan sedekah dan tidak mengasuh anak yatim,” tutur Feriadi.

Berbagi nasi box untuk pegawai kelurahan Tomang dan Jati Pulo, Jakarta (ist/facebook)

Sedekah dan mengasuh anak yatim ini lanjut Feriadi sesuai dengan tagline perusahaan yakni  #connectinghappiness, mengantar kebahagiaan. “Tentu saja mengantar kebahagiaan tidak hanya tentang bisnis, tetapi juga pada aspek kehidupan bermasyarakat. Dan itulah sedekah,” kata Feriadi.

Untuk menyuburkan sedekah, JNE lanjut Feriadi memiliki sejumlah program aksi sosial yang ditujukan baik kepada masyarakat maupun pelaku UMKM. Khusus untuk UMKM misalnya, JNE meluncurkan program “Extreme Collaboration UMKM Naik Kelas”. Ini adalah program pelatihan secara ekslusif dan khusus melalui pembinaan dan pendampingan UMKM selama satu tahun secara gratis. Terdapat 800 pelaku UMKM yang mengikuti program ini.

Selama pandemi Covid-19 JNE meluncurkan berbagai aksi sosial dengan menggandeng sejumlah pihak seperti Benihbaik.com, Kitabisa.com, BTP Foundation, Yayasan Anne Avantie, Dompet Kemanusiaan Media Grup, Relawan Siaga Oke Oce, Foodbank of Indonesia, Wahyoo dan lainnya.

Bentuk aksi sosial tersebut antara lain pemberian 25 ribu lebih rantang makanan untuk masyarakat di 493 RT di DKI Jakarta guna memberdayakan 100 warung makan mitra Wahyoo, wakaf 1.000 Al Qur’an ke berbagai wilayah di tanah air, donasi Rp1 miliar untuk masyarakat terdampak Covid-19 yang disalurkan melalui Baznas, donasi Rp150 juta untuk 1000 anak yatim yang tersebar pada lebih dari 200 panti asuhan di Jakarta Barat, donasi peduli Covid-19 melalui Pemprov Jawa Barat senilai Rp500 juta, peduli Covid-19 melalui Pemprov Jateng senilai Rp250 juta, pengiriman APD gratis ke seluruh rumah sakit di Indonesia.

“Bekerjasama dengan platform Ruang Guru, kami memberikan bantuan kuota internet dan komputer gratis untuk anak yatim piatu yang sedang belajar di masa pandemi,” jelas Feriadi.

Atas program CSR tersebut, JNE tahun ini kembali memperoleh penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupa Baznas Award 2020 sebagai Perusahaan dengan CSR Terbaik.

Feriadi berharap pada usia #jne30tahun dapat terus hadir memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa layanan kurir. Kami hadir untuk semua,” tutupnya. (m kurniawati)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!