33 C
Jakarta

SUMU Buka Jalan UMKM Tembus Pasar Global

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) terus mendorong pelaku usaha Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Info Session Business Trip Eksklusif ke Yiwu, China yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Ahad (31/5/2026).

 

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari peserta berbagai daerah di Indonesia, mulai dari pelaku UMKM, reseller, pemilik merek (owner brand), hingga calon importir yang ingin memperluas jaringan bisnis dan memahami peluang perdagangan global.

 

Dalam webinar tersebut, peserta diperkenalkan dengan potensi besar Kota Yiwu di Provinsi Zhejiang, China, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di dunia. Kota ini menjadi pusat distribusi jutaan produk dari puluhan ribu stan yang melayani kebutuhan pasar internasional, termasuk pemasok bagi seller Amazon, Shopify, dan berbagai merek global.

 

Acara menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman dalam ekosistem bisnis Yiwu, yakni Aceng Bahrudin dan Brili Agung, dengan moderator Ghufron Mustaqim.

 

Dalam pemaparannya, Aceng Bahrudin menegaskan bahwa Yiwu menawarkan peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin memulai bisnis impor dengan modal relatif terjangkau. Menurutnya, sistem perdagangan di Yiwu memungkinkan pembelian produk dalam jumlah kecil namun tetap memperoleh harga grosir yang kompetitif.

 

“Banyak UMKM Indonesia sebenarnya bisa mulai impor dari skala kecil. Yang penting adalah memahami cara memilih supplier yang tepat, negosiasi harga, hingga proses pengiriman dan regulasi impornya,” ujar Aceng.

 

Ia menambahkan, pemahaman terhadap rantai pasok dan strategi memilih mitra usaha menjadi faktor penting agar pelaku usaha dapat meminimalkan risiko sekaligus meningkatkan keuntungan.

 

Sementara itu, Brili Agung menjelaskan bahwa program Business Trip SUMU dirancang lebih dari sekadar kunjungan belanja ke pusat perdagangan. Program tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung mengenai praktik bisnis internasional.

 

“Kami ingin peserta datang ke Yiwu dengan arah yang jelas, memiliki jaringan, memahami proses bisnis global, dan bisa melihat langsung bagaimana rantai pasok internasional bekerja,” kata Brili.

 

Menurutnya, peserta nantinya akan diajak mengunjungi pusat perdagangan terbesar di Yiwu, bertemu supplier potensial, serta mendapatkan pendampingan dalam membangun relasi bisnis yang berkelanjutan.

 

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi berlangsung. Beragam topik menjadi perhatian, mulai dari biaya perjalanan, pengurusan visa, prosedur impor dan pengiriman barang, pemilihan forwarder, regulasi bea cukai, hingga strategi memulai bisnis impor dengan modal terbatas.

 

Selain itu, peserta juga menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap berbagai kategori produk yang tersedia di Yiwu. Produk-produk tersebut meliputi fashion, kemasan (packaging), suvenir Islami, sparepart elektronik, mesin industri, alat pertanian, alat kesehatan, perlengkapan teknik, tekstil, hingga kebutuhan manufaktur lainnya.

 

Melalui kegiatan ini, SUMU berharap semakin banyak pelaku usaha Indonesia yang memiliki keberanian dan kesiapan untuk memasuki pasar global dengan dukungan informasi, jaringan, dan pendampingan yang memadai.

 

“Kami ingin membuka jalan agar UMKM Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk global, tetapi juga mampu membangun rantai pasok internasional secara mandiri dan berkelanjutan,” demikian disampaikan Tim SUMU.

 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, SUMU menjadwalkan Business Trip ke Yiwu pada 13–17 Agustus 2026. Program ini ditawarkan dengan biaya Rp7,8 juta, sementara peserta dapat mengamankan slot keberangkatan dengan uang muka sebesar Rp2,8 juta. Biaya tersebut belum termasuk tiket pesawat, visa, dan kebutuhan pribadi lainnya.

 

Melalui program ini, SUMU optimistis dapat membantu lahirnya lebih banyak pengusaha Indonesia yang mampu memperluas pasar, membangun jaringan internasional, dan meningkatkan daya saing UMKM nasional di kancah global.

 

Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak panitia atas nama Brili di nomor 087860751356.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!