PURWOREJO, MENARA62.COM – Perguruan Muhammadiyah Bayan kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui penyembelihan hewan kurban dan pendistribusian ratusan paket daging kepada masyarakat pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan yang digelar di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Bayan itu berlangsung penuh semangat gotong royong dengan melibatkan seluruh unsur amal usaha Muhammadiyah di wilayah Bayan, mulai dari guru, karyawan, pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, hingga para santri.
Pada Iduladha tahun ini, panitia menyembelih dua ekor sapi dan delapan ekor kambing. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada sekitar 600 penerima di sejumlah wilayah di Kabupaten Purworejo.
Ketua Panitia Idul Qurban Perguruan Muhammadiyah Bayan, Nurul Hasanah, M.Pd.I., mengatakan distribusi daging kurban menjangkau masyarakat di Kecamatan Bayan, Grabag, Kutoarjo, Butuh, hingga Banyuurip.
“Tahun ini Perguruan Muhammadiyah Bayan menyembelih dua ekor sapi dan delapan ekor kambing yang kemudian didistribusikan kepada kurang lebih 600 penerima,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari syiar Muhammadiyah sekaligus bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Agenda ini menjadi syiar Perguruan Muhammadiyah Bayan agar keberadaan sekolah dan amal usaha Muhammadiyah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Libatkan Seluruh Amal Usaha Muhammadiyah
Pelaksanaan kurban melibatkan berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah di Bayan, mulai dari TK, KB, dan PAUD ‘Aisyiyah Bayan, SD Muhammadiyah Bayan, SMP Muhammadiyah Jono, hingga Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo.
Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bayan serta masyarakat sekitar.
Sejak pagi hari, para guru, relawan, karyawan, dan santri tampak bergotong royong mempersiapkan proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban. Sebagian bertugas menangani penyembelihan, sementara lainnya membantu pencacahan, pengemasan, hingga distribusi kepada masyarakat penerima.
Keterlibatan santri Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Para santri tidak hanya menyaksikan proses penyembelihan, tetapi juga ikut langsung membungkus dan menyalurkan daging kurban.
Salah seorang panitia menyebut kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran nyata bagi para santri.
“Anak-anak belajar langsung tentang makna pengorbanan, keikhlasan, gotong royong, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pendidikan Karakter dan Kepedulian Sosial
Ketua Perguruan Muhammadiyah Bayan, H. Amad Darusman, S.Pd., menilai kegiatan kurban bersama bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana pendidikan karakter bagi siswa dan santri.
Menurutnya, keterlibatan peserta didik dalam proses kurban penting untuk menanamkan nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat berbagi kepada sesama.
“Agenda penyembelihan bersama ini selain sebagai bentuk kolaborasi Perguruan Muhammadiyah Bayan dari tingkat TK, KB, PAUD, SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren, tentunya juga menjadi bentuk ibadah dan momentum mengasah rasa kepedulian, kebersamaan, serta kekompakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi sarana pendidikan yang sangat baik untuk menanamkan nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan gotong royong kepada anak-anak,” katanya.
Syiar Islam dan Dakwah Muhammadiyah
Melalui penyembelihan hewan kurban dan pentasyarufan daging, Perguruan Muhammadiyah Bayan ingin terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat syiar Islam dan dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan.
Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Semangat gotong royong yang tampak selama pelaksanaan kurban menjadi bukti bahwa Iduladha bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. (AMM)
