30.2 C
Jakarta

Muhammadiyah Jalin Kerja Sama dengan Sejumlah Universitas di Brunei

Baca Juga:

BANDAR SERI BEGAWAN, MENARA62.COM– Delegasi Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang dipimpin Ketua Mejelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Lincolin Arsyad, berkesempatan melakukan kunjungan ke sejumlah universitas di negara Brunei Darussalam. Kunjungan tersebut dilakukan setelah sebelumnya delegasi PTM mengunjungi dan menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Universiti Islam Sultan Sharif (Unissa).

Dr. Joyce Teo Siew Yean, Assistant Vice Chancellor of Global Affairs menerima dengan antusias delegasi yang beranggotakan 30 pimpinan/rektor PTM saat berkunjung ke Universiti Brunei Darussalam, Brunei, Selasa (23/10/2018). Rombongan diterima di Conference Room, Level 2, UBD Main Administration Building.

Sebagai universitas tertua, UBD tidak akan melaksanakan MoU, kecuali ada kegiatan riil yang mendahuluinya. Kedatangan rombongan PTM di kampus yang juga punya overseas campus di daerah Danang, Vietnam ini, adalah dalam rangka penjajakan kerja sama ke depan.

Delegasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah saat berkunjung ke Universitas Tehnologi Brunei (ist)

Usai mengunjungi UBD, delegasi PTM melanjutkan lawatannya ke Universiti Tehnologi Brunei (UTB).

“Di Universiti Tehnologi Brunei, saya bersama 29 pimpinan dan rektor perguruan tinggi Muhamadiyah menandatangani kesepakatan kerjasama atau MoU,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) Prof. Suyatno dalam siaran persnya, Rabu (24/10/2018).

MoU ditandatangani oleh masing-masing rektor/pimpinan PTM dengan Vice Chancellor UTB Prof. Dr. Dayang Hajah Zohrah Binti Haji Sulaiman. UTB sudah meraih 5 QS Star, dan tertarik untuk menjalin kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Delegasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah saat berkunjung ke kampus KUPU SB (ist)

Kunjungan selanjutnya adalah kampus KUPU SB (Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan). Ini adalah sebuah institut keagamaan dibawah Kementrian Hal Ihwal Agama Brunei.

Di kampus ini, lanjut Suyatno, juga diadakan diskusi dan penandatanganan MoU, tetapi tidak dapat langsung dibawa, karena harus melalui Kementrian Agama negara.

“KUPU SB menawarkan kerja sama dengan beberapa alternatif, yang bisa dijalankan setelah adanya koordinasi lebih lanjut antar lembaga,” jelas Suyatno.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!