26.1 C
Jakarta

Pemerintah Inisiasi Pengolahan Terpadu UMKM

Baca Juga:

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...

Manado, MENARA62.COM –  Dibutuhkan konsolidasi dan agregasi untuk menghasilkan produk UMKM dengan nilai tambah dalam skala ekonomi. Salah satu inisiasi pemerintah adalah melalui pengolahan terpadu UMKM.

Hal ini dikatakan Asisten Deputi Konsultasi Bisnis dan Pendampingan Kementerian Koperasi dan UKM Destry Anna Sari, saat membuka acara Pengembangan Model Kewirausahaan di Manado, Sulawesi Utara, beberapa hari yang lalu.

Terlebih lagi, lanjut Destry, mayoritas usaha mikro, pelaku usaha yang muncul karena kebutuhan atau terpaksa (necessity entrepreneur) yang tidak memiliki jiwa kewirausahaan. “Sehingga, produktifitas rendah, kurang inovasi, usaha yang tidak berkelanjutan, hingga kurang kompetitif di pasar global,” ungkap Destry.

Ditambah pula dengan UMKM menghadapi kendala konsistensi pada berbagai aspek usaha. Diantaranya, bahan baku, pembiayaan, pemasaran, teknologi dan SDM. “Hal ini menyebabkan baru 7% UMKM berjejaring dalam rantai nilai global,” ulas Destry.

Untuk itu, Kementerian PPN/Bappenas menginisiasi program Major Project Pengelolaan UMKM Terpadu 5 komoditas di 5 lokasi yang telah ditentukan. Program ini merupakan turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja, tentang Pengelolaan Terpadu Usaha Mikro dan Usaha Kecil dan PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Pada 2022, 5 komoditas dan lokasi yang akan disasar adalah Provinsi Aceh untuk komoditas nilam, Kalimantan Timur dengan komoditas Biofarmaka, Jawa Tengah dengan komoditas kayu dan rotan, Nusa Tenggara Timur dengan komoditas sapi, dan Sulawesi Utara dengan komoditas kelapa.

“Skema pengolahan terpadu UMKM dilakukan dengan pendekatan klaster yang terkonsentrasi pada sebuah area dengan menggunakan konsep ruang produksi bersama untuk tercipta efisiensi,” urai Destry.

Menurut Destry, kegiatan Pengembangan Model Kewirausahaan di Manado sebagai salah satu dukungan untuk persiapan Major Project Pengolahan UMKM Terpadu. “Sejumlah peserta pelaku usaha yang bergerak dalam pengolahan kelapa dan turunannya diberikan materi untuk perubahan mindset dalam pengembangan produk dan pemasaran,” papar Destry.

Pemateri dalam kegiatan ini adalah Lewi Tjuaja pemilik PT Profil Mitra Abadi yang merupakan eksportir produk organik sekaligus agregator petani untuk menghasilkan produk komoditas pertanian unggulan. Dia membagikan pengalamannya (sharing best practice). “Petani harus berkolaborasi bekerja bersama-sama untuk dapat bersaing dan tercipta skala ekonomi yang besar,” kata Lewi.

Peserta juga didorong untuk melakukan perubahan mindset bisnis dan pemasaran yang disampaikan tim The Local Enabler melalui Muhammad Nur Rijaldi dan Fauzy Akmal yang merupakan generasi milenial dengan ide dan pemikiran kreatif. Berdiskusi dengan peserta untuk memunculkan gagasan-gagasan baru dalam penciptaan efisiensi dan pengembangan produk pelaku usaha.

“Inisiasi awal ini masih harus ditindaklanjuti lagi untuk mendukung berjalannya Major Project Pengelolaan UMKM Terpadu,” kata Destry.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Minahasa Selatan Meidy J Maindora mengatakan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Minahasa Selatan juga siap mendukung program ini dengan penyediaan infrastruktur akses jalan, serta penyesuaian program/ kegiatan pada RPJMD, dan rencana tata ruang dan rencana wilayah dalam pembangunan factory sharing.

“Kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama sangat dibutuhkan untuk keberhasilan pelaksanaan Major Project ini,” pungkas Meidy.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...

  Ditjen Diktiristek Serukan Permendikbud PPKS pada 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender

JAKARTA, MENARA62.COM - Dalam rangka memperingati 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek berkolaborasi...