25.6 C
Jakarta

Penyelesaian Perkara Hukum Sebaiknya Kedepankan Restorative Justice

Must read

Mau Dapat Cuan dari Investasi Properti? Ini Panduan yang Harus Dipahami Konsumen

JAKARTA, MENARA62.COM - Pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan investasi. Sebab di tengah pertumbuhan perekonomian nasional yang minus, setiap tindakan...

Menhub Tinjau Titik Lokasi Rencana Pembangunan Stasiun Jatake

TENGERANG, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau titik lokasi rencana pembangunan Stasiun Kereta Api Jatake, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (6/3/2021). "Pemerintah selalu memberikan...

Menhub Bersama Kepala BNPB Tinjau Persiapan Kegiatan Praktik Tatap Muka di PPI Curug

TANGERANG, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meninjau persiapan kegiatan belajar mengajar...

Rakernas Dibuka Presiden, Mardani H. Maming Dorong Anggota HIPMI Berinovasi dan Implementasi Teknologi di Tengah Pandemi Covid-19

BOGOR, MENARA62.COM -- Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming mengatakan, pihaknya mendukung penuh dan akan berpartisipasi...

JAKARTA, MENARA62.COM– Menyelesaikan perkara hukum tidak selamanya harus berakhir di penjara. Ada solusi yang dinilai lebih menguntungkan kedua pihak yang berperkara baik yang diduga melakukan pelanggaran hukum maupun korbannya.

“Kita mengenal adanya restorative justice atau restorasi hukum. Semestinya ini yang perlu kita ke depankan untuk menyelesaikan masalah,” kata Guru Besar Pidana Universitas Indonesia Prof Topo Santoso , SH, MH, PhD saat memberikan Kuliah Umum bertema Pemidanaan Dalam Hukum Pidana di Indonesia yang berlangsung di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (04/03/2017).

Dalam siaran persnya, Topo mengatakan restorasi hukum memungkinkan para pelaku kejahatan nama baiknya masih bisa terjaga. Sehingga stigma negatif yang melekat pada seseorang sebagai narapidana bisa dihindari. Sebab sebagian besar masyarakat sulit menerima mereka yang pernah dipenjara untuk hidup bersama dalam lingkungannya.

Didampingi Ketua Program S-3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Prof. Dr. H. Faisal Santiago, SH, MM, ia mengemukakan bahwa paradigma restorasi hukum ini perlu diperkenalkan lebih banyak kepada masyarakat. Sehingga ketika mereka dihadapkan pada kasus hukum, bisa mengambil penyelesaian melalui jalan restorasi hukum untuk menjaga kepentingan kedua belah pihak.

Sedangkan restorative justice dimaknai sebagai penyelesaian suatu tindak pidana tertentu yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan untuk bersama-sama mencari pemecahan dan sekaligus mencari penyelesaian dalam menghadapi kejadian setelah timbulnya tindak pidana tersebut serta bagaimana mengatasi implikasinya di masa datang.

Model restorative justice ini dapat diimplementasikan dalam penyelesaian perkara melalui Alternative Dispute Resolution (ADR). ADR adalah tindakan memberdayakan penyelesaian alternatif di luar pengadilan melalui upaya damai yang lebih mengedepankan prinsip win-win solution, dan dapat dijadikan sarana penyelesaian sengketa disamping penyelesaian sengketa melalui proses pengadilan.

Prof Topo mengakui sebenarnya model penyelesaian perkara pidana melalui mekanisme di luar peradilan saat ini sudah semakin lazim dilakukan dan dapat diterima oleh masyarakat karena dirasakan lebih mampu menjangkau rasa keadilan. Meskipun para praktisi dan ahli hukum berpandangan, ADR hanya dapat diterapkan dalam perkara perdata, bukan untuk menyelesaikan perkara pidana.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Mau Dapat Cuan dari Investasi Properti? Ini Panduan yang Harus Dipahami Konsumen

JAKARTA, MENARA62.COM - Pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan investasi. Sebab di tengah pertumbuhan perekonomian nasional yang minus, setiap tindakan...

Menhub Tinjau Titik Lokasi Rencana Pembangunan Stasiun Jatake

TENGERANG, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau titik lokasi rencana pembangunan Stasiun Kereta Api Jatake, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (6/3/2021). "Pemerintah selalu memberikan...

Menhub Bersama Kepala BNPB Tinjau Persiapan Kegiatan Praktik Tatap Muka di PPI Curug

TANGERANG, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meninjau persiapan kegiatan belajar mengajar...

Rakernas Dibuka Presiden, Mardani H. Maming Dorong Anggota HIPMI Berinovasi dan Implementasi Teknologi di Tengah Pandemi Covid-19

BOGOR, MENARA62.COM -- Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming mengatakan, pihaknya mendukung penuh dan akan berpartisipasi...

Ketum PP Muhammadiyah Resmikan Masjid Al-Ukhuwah Palangka Raya

PALANGKA RAYA, MENARA62.COM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si meresmikan secara virtual Masjid Al-Ukhuwah Palangka Raya, Kalimantan Tengah,...