26.1 C
Jakarta

Program MSIB, Ruang bagi Mahasiswa Mengetahui Dunia Kerja

Baca Juga:

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

JAKARTA, MENARA62.COM – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek telah meluncurkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka,yang implementasinya dijalankan melalui delapan program yang salah satunya adalah Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Magang Bersertifikat Kampus Merdeka adalah sebuah program magang yang dipercepat dan diakselerasikan dengan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik.

Adapun Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka adalah sebuah pembelajaran di kelas yang dirancang dan dibuat khusus berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh mitra/industri.

Sebagai tahap pengenalan awal, Selasa-Rabu, 22-23 Juni 2021, Ditjen Dikti Kemendikbudristek bersama dengan 42 mitra dari 160 mitra industri mengadakan acara Festival Kampus Merdeka Magang dan Studi Independen Bersertifikat, Selasa (22/6). Acara ini juga turut dihadiri oleh Head of Development dari berbagai perusahaan industri yang menjadi mitra.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nizam mengatakan program MSIB ini untuk menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dalam mengetahui dunia profesi dan menciptakan tenaga kerja yang profesional. Mahasiswa yang hendak lulus disediakan tempat untuk memasuki dunia kariernya, dimana diberikan program pengembangan soft skill oleh pusat karier.

Lebih lanjut lagi Nizam mengungkapkan bahwa untuk memasuki dunia profesi tentu tidak cukup hanya belajar dari kelas, laboratorium, ataupun perpustakaan tetapi menceburkan diri langsung di dalam dunia profesi.

“Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat ini kami buat untuk menyediakan ruang bagi adik-adik sekalian untuk mendapatkan pengalaman mengetahui dunia profesi yang selama ini mungkin ada di angan-angan kalian di masa depan. Dan untuk memasuki dunia profesi tentu tidak cukup kita hanya belajar dari kelas, dari laboratorium, ataupun dari perpustakaan tetapi kita harus menceburkan diri langsung di dalam dunia profesi. Dan itulah pengalaman yang sesungguhnya dan merupakan hal yang sangat penting,” ungkapnya.

Nizam menjelaskan bahwa MSIB ini tidak hanya dilakukan di industri tetapi juga di lembaga-lembaga, ataupun kementerian-kementerian. Dimana sangat terbuka lebar untuk mahasiswa mengikuti passion-nya dalam menyiapkan diri memasuki dunia profesi.

“MSIB ini tidak hanya di industri tapi juga bisa dilakukan di lembaga-lembaga internasional misalnya di UNDP dan berbagai macam lembaga internasional yang lain. Juga terbuka di kementerian-kementerian maupun legislatif dan tidak dipisah juga akan menjadi legislator muda. Bagaimana membuat undang-undang sebagai seorang legislator. Dengan mengetahui atau mengalami pengalaman profesi di lembaga-lembaga yudikatif maupun juga di birokrasi ini adalah kesempatan yang sangat luas untuk mengikuti passion dalam menyiapkan diri memasuki dunia profesi dengan beragam profesi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan & Sumber Daya Manusia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Agus Dwi Handaya mengungkapkan bahwa dengan hadirnya peserta magang akan menciptakan ruang belajar yang baik bagi peserta dan lingkungan yang baik untuk perusahaan.

“Dengan hadirnya para peserta magang di tempat kami ini menciptakan ruang belajar yang baik bukan hanya untuk para pesertanya tetapi juga untuk environment perusahaan kami,” ungkap Agus.

Di kesempatan yang sama juga, Senior Mentor Apple Developer Academy, George Ananda mengungkapkan bahwa dengan keberagaman akan menghasilkan kolaborasi yang inovatif yang berdampak besar pada perkembangan Indonesia.

“Karena saya percaya keberagaman dari tiap-tiap pelajar akan menghasilkan kolaborasi yang inovatif yang akan berdampak besar pada perkembangan Indonesia,” ungkap George.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...